Kamis, 31 Desember 2020

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2020 SAAT ISOLASI MANDIRI

Webinar yang diselenggarakan DPP LVRI dalam rangka Hari Pahlawan 2020 dapat dibilang sukses.   Acara berjalan lancar dan peserta cukup banyak.  Tercatat ada 204 peserta, bahkan kalau dilihat jumlah personilnya jauh diatas 204.  Sebagai contoh untuk Taruna AAL tercatat hanya satu peserta namun ternyata polanya klasikal, terlihat ada 12 Taruna yang ikuti Webinar.   Termasuk Taruna AAU, tidak sebanyak Taruna AAL, namun masing masing taruna memegang laptop.   Yang membuat penulis agak kaget adalah setelah mengadakan Webinar kenapa Rapat Pleno DPP LVRI yang biasanya secara Daring tiba tiba dihentikan ? sebelumnya selama PSBB di DKI terhitung bulan September 2020, Rapat pleno secara Daring, karena memang pola kerja selama PSBB dengan WFH.   Selama 2 bulan DPP LVRI setiap Rapat Pleno by Daring.  Kebetulan LVRI sudah memiliki peralatan Virtual yang kualitasnya sangat bagus.

Selama bulan November 2020 setelah Webinar pada tanggal 5 November 2020, kebiasaan Rapat Pleno secara Daring dihentikan.   Rapat Pleno yang biasa dilaksanakan hari Selasa kembali secara langsung tatap muka di Ruang Rapat 1.  Memang jumlah peserta peserta dibatasi hanya 14 Peserta termasuk undangan dari Kemhan maupun SUAD.  Sebetulnya Ruang Rapat 1 dengan kapasitas 14 orangpun sudah melanggar aturan PSBB apalagi waktu Rapat Pleno selalu diatas 2 jam.   Dalam ketentuan PSBB, Kerumunan tidak boleh lebih dari 5 orang dan tidak boleh lebih 1 jam.

Sebelumnya Rapat Pleno diikuti 28 Pengurus, selama bulan November 2020 dibatasi, sehingga tidak semua Pengurus mengetahui hasil rapat.   Selanjutnya ada kebijakan yang tidak bisa hadir di Ruang Rapat 1, bisa ikuti di Ruang Piveri by Daring sifatnya pasif.


Ini Rapat Pleno tanggal 24 November 2020, Pengurus inti ada di Ruang Rapat 1, Pengurus lainnya di Ruang Piveri.   

Selanjutnya ada kegiatan Sosialisasi JSN 45, dilaksanakan by Daring, dimana Group 1 di Ruang Rapat 1 dan Group 2 diruang Piveri.  Dalam Sosialisasi JSN 45 berbeda dengan Rapat Pleno karena bisa saling interaksi 
Sosialisasi JSN 45 Pertama tanggal 25 November 2029

Penulis merasakan kegiatan di DPP LVRI bulan November dan awal Desember, kok tidak mematuhi Protokol Kesehatan ? Kenapa ? Karena setiap rapat pleno maupun sosialisasi JSN 45, harus diikuti seluruh pengurus.   Ini berarti yang biasanya yang masuk kantor hanya 50 % kekuatan , kali ini menjadi 100 % kekuatan.   Saat sosialisasi JSN 45 tanggal 2 Desember 2020, sengaja penulis sebagai pengendali Daring, tidak masuk kantor tetapi bekerja WFH. Penulis mengendalikan sosialisasi JSN 45 dari rumah, bahkan ikut menanggapi dan berjalan lancar.
Saat Penulis mengendalikan Sosialisasi JSN 45 tanggal 2 Desember 2020.

Pada Tanggal 3 Desember 2020, karena mendapat tugas untuk mengendalikan Daring antara para Pejabat teras DPP LVRI dengan Pakar sejarah dari luar, penulis mengendalikan dari Kantor kebetulan hari Kamis, kantor libur.
Daring diikuti Bpk  Ketum Kehormatan DPP LVRI, Ketum DPP LVRI, Waketum DPP LVRI, Sekjen DPP LVRI dan beberapa Tim Pembuat Buku Sejarah dengan Pakar Sejarah dari luar.

Selanjutnya saat Rapat Pleno tanggal 8 Desember 2020,  penulis selaku Pengendali tidak masuk kantor cukup mengamendalikan dari rumah atau WFH.

Rapat Pleno tanggal 8 Desember 2020 dipimpin oleh Waketum.

Rencana Sosialisasi JSN 45 akan dilaksanakan tanggal 10 Desember 2020, sesuai kesepakatan akan selalu dilaksanakan setiap hari Kamis.   Pada tanggal 9 Desember 2020 pagi, penulis iseng japri ke alm Letkol Purn Agus, kebetulan ingin menyampaikan data foto untuk lengkapi Buku Sejarah.  Ternyata alm sedang jalani isolasi di RSGS, dan cerita sebetulnya sudah merasakan sakit panas sejak Rapat Sejarah di Ruang Rapat 2 tanggal 8 Desember 2020.   Penulis memberanikan diri lapor ke Ketum by japri,  bahwa salah satu Pengurus DPP LVRI an Letkol Purn Agus terpapar covid 19 dan diisolasi di RSGS.  Ketum saat itu memutuskan untuk selanjutnya WFH.    Namum malam hari tetap ada instruksi bahwa tanggal 10 Desember 2020 sosialisasi JSN 45 tetap berjalan.   Penulis tetap akan kendalikan Daring dari rumah.   Namun ternyata Sosialisasi JSN 45 secara Daring dikantor dibatalkan.  Karena selain perkembangan almarhum kurang bagus, ada sebagian Pengurus juga ada indikasi terpapar covid 19 bahkan sudah dirawat di Rumah sakit.  

Mungkin penulis adalah sosok yang ngeyel untuk patuhi protokol kesehatan.   Tidak ikut Daring di kantor saat tanggal 2 dan 8 Desember 2020, setiap pagi senam tera, namun  sewaktu Rapid Tes tanggal 21 Desember 2020 dinyatakan reaktif dan langsung swap.    Karena dinyatakan reaktif , penulis langsung isolasi mandiri.   Kebetulan serumah hanya bertiga dengan istri dan pembantu.   Penulis  tempati lantai atas, istri di lantai bawah dan pembatu di kamar belakang.   Memang sesaat sangat terpukul, sudah sering usul untuk WFH, setiap pagi senam tera toh masih terpapar.  Penulis menjadi semangat ternyata keluarga Menkopolhukam juga terpapar covid 19. Dari 23 anggota keluarga baik anak, mantu cucu serta staf dan karyawan yg positif 16 orang.  

Sambil cemas menunggu hasil swap, dan tanggal 23 Desember 2020 malam hari baru dapat  info ternyata hasil swap saya positif terpapar covid 19.  Akhirnya  pada  tanggal 24 Desember 2020 istri dan pemvantu saya bawa ke RS Suyoto untuk swap.  Rencana Penulis pingin isolasi di RS Suyoto ternyata tidak ada kamar kosong dan setelah koordinasi dengan dokter dan melihat kondisi rumah, diijinkan untuk isolasi mandiri dirumah.

Hasil swap istri ternyata juga positif, namun pembantu negatif ada sedikit tenang, karena kalau seluruh penghuni positif mau tidak mau harus isolasi di Wisma Atlit.  Tanggal 31 Desember 2020, penulis sudah 10 hari isolasi mandiri, menjalani swap yang kedua di RS Sutoyo.   Alhamdulillah penulis dan istri hasilnya negatif.  Selama isolasi, penulis maupun istri tidak merasakan gejala gejala Covid 19, dalam arti makan normal, penciuman normal.  Namun mungkin itu yang disebut OTG.   

Saat isolasi hari pertama tanggal 21 Desember 2020, salah satu Pengurus DPP LVRI Letkol Purn Agus tidak tertolong setelah dirawat 12 hari di RSGS.   Tanggal 25 Desember 2020 disusul Kol Inf (Purn) Pramodya menyusul Letkol Purn Agus.   Tidak sampai seminggu 2 Pengurus DPP LVRI menginggal karena Covid 19.  

Sambil isi waktu untuk mengurangi kejenuhan, sengaja penulis menulis pengalaman selama isolasi mandiri, kali bermanfaat.  Insya Allah kuncinya Semangat. (Renungan akhir tahun 2020)

Rabu, 30 Desember 2020

MENYIKAPI KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG LARANGAN WNA MASUK INDONESIA TANGGAL 1 SAMPAI DENGAN 14 JANUARI 2021

Dalam rapat kabinet terbatas 28 Desember 2020, pemerintah memutuskan melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk Indonesia dari tanggal 1 sampai dengan 14 Januari 2021.    Penjelasan lebih lanjut tentang larangan WNA masuk Indonesia disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada hari itu juga.  Dijelaskan oleh Menlu bahwa hasil rapat kabinet terbatas memutuskan untuk memutus sementara.

Sejak diputuskan tanggal 28 Desember 2020, bagi WNA yang masuk Indonesia, sampai dengan 31 Desember 2020 diwajibkan menunjukkan hasil  negatif tes usap (PCR) dari Negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.   Tidak itu saja persyaratannya, setiba di Indonesia harus menjalani wajib karantina selama 5 hari.  Setelah dikarantina masih harus ikuti pemeriksaan ulang RT-PCR, dan apabila hasil negatif baru boleh melanjutkan perjalanan.

Hal ini dilakukan karena ada varian baru visrus corona SARS-CoV -2 telah diidentifikasi di Inggris bagian tenggara.  Varian baru penyebab penyakit Covid 19 itu diberi nama VUI-202012/01.  Varian baru virus Corona tersebut bisa menyebar lebih cepat di beberapa wilayah di Inggris.  Bahkan telah terkonfirmasi sampai tanggal 13 Desember 2020 terjadi 1.108 kasus di Inggris.  Demikian penjelasan Menlu Retno Marsudi setelah selesai Rapat Kabinet Terbatas tanggal 28 Desember 2020.

Saat ini di DKI masih dalam PSBB yang diperpanjang sampai dengan 3 Januari 2021, tentunya Kebijakan dari Pemerintah pasti akan diikuti Pemda DKI.  Kenapa demikian ? Awal Januari 2020, Pemda DKI sudah antisipasi adanya Covid19, namun Pemerintah saat itu justru belum meyakini adanya Covid19.   Pemerintah baru mengakui adanya Civic19 baru 2 Maret 2020.    Sikap Pemerintah saat, jauh lebih waspada, dan cukup berani memutuskan untuk melarang sementara WNA masuk Indonesia.

Bagaimana sikap instansi kantor kantor di DKI ? Termasuk LVRI ? Dari Kebijakan Pemerintah yang melarang WNI masuk Indonesia, seyogyanya ikuti kebijakan tersebut.  Tetap meliburkan kantor DPP LVRI, maupun DPD LVRI DKI untuk menutup kantor, kecuali ada hal tidak bisa ditinggalkan.  Apalagi DPP LVRI sudah kehilangan 2 Pengurus yang meninggal karena terdeteksi covid 19 dalam waktu yang hampir bersamaan.   Analisa penulis jauh dari sempurna, namun paling tidak sebagai pelajaran untuk kita semua. (Renungan akhir tahun 2020 oleh Marsda TNI Purn Tumiyo SE)

RAPAT PLENO PPAU DI AKHIR TAHUN 2020 BY DARING

Rapat Pleno BPP PPAU kali ini berbeda dengan biasanya. Hal ini bisa dimaklumi karena dalam suasana pandemi covid 19, dimana semua bekerja dari rumah atau WFH.  Rapat pleno dilaksanakan dengan daring, namun diluar dugaan pesertanya justru melebihi rapat pleno biasanya.
Selama dalam kondisi PSBB, kantor BPP PPAU tutup, hanya buka hari Selasa dan Kamis itupun sekedar ada yang piket.  Peserta Rapat pleno ada sekitar 37 Pengurus.
Rapat pleno didahului Arahan Ketum, dilanjutkan presentasi Sekjen tentang pelaksanaan Kegiatan PPAU tahun 2020.
Setelah paparan  dari Sekjen dilanjutkan tanggapan dan arahan dari Bahatpus dan Bawaspus, yang intinya untuk lebih waspada terhadap Covid 19.  Baik dari Bahatpus maupun Bawaspus mengapresiasi sharing Ketum dalam tangani covid yang menimpa keluarga Ketum.   Bahkan apresiasi ini dari kalangan masyarakat umum, terbukti ada beberapa media cetak maupun on line yang memuat  penanganan Ketum dalam hadapi covid 19.  Selama ini pada umumnya yang mengalami kasus covid 19 banyak yang diam atau sembunyi sembunyi.   Beberapa media yang meliput diantaranya nasional.kompas.com, news.detik.com, www.viva.co.id, id.berita.yahoo.com
Ini salah satu di nasional.kompas.com, https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/12/27/20403721/cerita-mantan-panglima-tni-djoko-suyanto-kekuarga-dan

Selanjutnya diakhir Rapat Pleno dr Sribudi, menyampaikan pencerahan tentang covid 19.  Disampaikan oleh dr Sribudi bahwa dalam hadapi covid 19, perlu diambil langkah antisipasi atau upaya untuk menghindari covid 19. Untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan perlu upaya adanya rapid rest, PCR atau swap.  Peserta sangat antusias menanggapi masalah Covid 19 yang disampaikan dr Sribudi, karena yang bertanya cukup banyak. Dan tepat kirana Ketum meminta dr Sribudi untuk menyampaikan tentang covid 19, walau Ketum juga share pengalaman yang dialami.  Semoga pertemuan secara virtual ini bisa dilaksanakan rutin paling tidak sebulan sekali, selain untuk menghilangkan kejenuhan bisa dimanfaatkan sebagai wahana silahturahmi.  (Disunting oleh Marsda TNI Purn Tumiyo/30 Desember 2020)

Minggu, 27 Desember 2020

SAMBUTAN KETUM DPP LVRI TERBITNYA E BULETIN

Saya menyambut hangat terbitnya E Buletin  LVRI tahun ini.   Di era Perkembangan IT, yang sangat cepat dan pesat sudah sewajarnya untuk berbagi berita tidak harus dengan bacaan cetak.  Apalagi di era Pandemi seperti sekarang ini, dengan E Buletin  merupakan langkah yang tepat.  Saya ucapkan terima kasih kepada tim redaksi yang mempunyai ide cemerlang ini.  Dengan JSN 45, LVRI tidak ketinggalan dengan Perkembangan IT

Selamat berkreasi ! 

Ketum DPP LVRI

Syaiful Sulun

BEN WOWOR SAKSI SEJARAH PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH PERTAMA DI MANADO TANGGAL 14 FEBRUARI 1946

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak serta merta seluruh wilayah NKRI bebas mengibarkan Bendera Merah Putih.   Sebagai contoh di Surabaya baru pada tanggal 10 November 1945 Bendera Merah Putih berkibar yang selanjutnya dikenal dengan Hari Pahlawan.  Kemudian di Ambarawa juga demikian baru berkibar pada tanggal 15 Desember 1945 yang dikenal dengan setelah Pertempuran  Palagan Ambarawa.

Ternyata peristiwa Heroik tidak hanya di Surabaya, Ambarawa di Sulawesi Utara utamanya di Manado juga terjadi Peristiwa Heroik.  Pada awal tahun 1946, ternyata masih berkibar Bendera Belanda di Asrama/Tangsi KNIL Belanda di Telling Manado.  Oleh sebab itu Organisasi Pemuda Pemudi Indonesia (PPI) dibawah Pimpinan B.G Lapian dan CH. Taulu merencanakan merebut Asrama/Tangsi KNIL Belanda.

Setelah berkoordinasi dengan baik akhirnya pada tanggal 14 Februari 1946 Subuh, PPI bisa menguasai Asrama/Tangsi KNIL Belanda tanpa perlawanan yang berarti.   Mulai saat itu Bendera Merah Putih mulai berkibar di Manado.  Pengibaran ini diikuti oleh PPI di Tondano, Tomohon, Air Madidi, Amurang, Kotamobagu sampai Gorontalo.   Di Manado tanggal 14 Februari 1946 dikenal dengan sebagai Hari Merah Putih.  

Selanjutnya untuk mengenang berkibarnya Bendera Merah Putih 14 Februari 1946, Jalan ex Asrama/Tangsi KNIL Belanda dijadikan Jalan 14 Februari.  Termasuk Tokoh PPI dalam perebutan Asrama/Tangsi KNIL Belanda Bapak B.G Lapian dan Letkol CH Taulu diabadikan Monumen LAPIAN TAULAU di kota Kawangkoan dan di halaman depan Pintu Gerbang TMPN Manado.

Peristiwa Heroik 14 Februari 1946 ini disampaikan oleh Bapak Ben Wowor, sebagai saksi hidup yang saat ini masih segar bugar di usia 99 tahun.  
Bapak Ben Wowor bersama Ketua DPD Sulut, yang pada tanggal 12 Januari 2021, akan genap satu abad atau berumur 100 tahun.  Saksi sejarah yang pantas untuk mendapatkan penghargaan (disunting oleh Ketua DPD LVRI Sulut)

Sabtu, 26 Desember 2020

VETERAN VETERAN SENIOR YANG KUKENAL

Sebelum masuk LVRI, saya sudah mengenal para Veteran Senior walau melalui dunia maya.  Beliau beliau saat ini masih segar bugar yaitu Bapak Rais Abin (94 tahun), Bapak Sayidiman (93 tahun) dan Bapak Widjoyo Suyono (92 tahun).   Dari ketiga Bapak Bapak Senior Veteran ini justru Bapak Rais Abin yang paling tua satu satunya yang pernah bertatap muka.  Tanggal 2 Desember 2020, saya dipanggil Bapak Rais Abin menghadap diruangan beliau diajak diskusi masalah kebangsaan. Sebagai yunior jauh banyak mendengarkan , kebetulan  beliau Ketum Kehormatan DPP LVRI dan mempunyai ruangan khusus di Markas Besar LVRI

Bapak Rais Abin

Sebagai Veteran, saya yakin tidak ada yang tidak kenal dengan Bpk Rais Abin, beliau Ketum DPP LVRI yang diangkat sejak tahun 2007.  Beliau menjabat sebagai Ketum DPP LVRI hampir 3 periode.   Pertama hasil sidang Konggres IX, kedua hasil sidang Konggres X dan ketiga hasil sidang Konggres ke XI.   Penulis yakin kenapa beliau mundur sebagai Ketum DPP LVRI periode 2017 sd 2022 ? Beliau sosok Veteran yang disiplin dan taat aturan.  

Dalam Kepres no 18 tahun 2018 terutama Bab VIII tentang Jabatan LVRI, pasal 24 (3), disebutkan masa Jabatan Pengurus LVRI dua kali masa jabatan, bisa dipilih kembali dengan catatan tidak ada SDM pengganti yang berkuantitas dan berkualitas.   Namun beliau menyadari bahwa tidak mungkin tidak ada SDM pengganti, makanya beliau undur diri.  Langkah tindakan yang luar biasa dan jarang ada Pejabat mengundurkan diri.   Ini salah satu sosok yang penulis kagumi.   Penulis merasa dekat karena selain beliau sebagai Ketua Umum Kehormatan DPP LVRI, kebetulan penulis pernah dipanggil untuk diajak diskusi.  Padahal penulis baru sekitar 4 bulan bergabung di DPP LVRI, tepatnya masuk pada 3 Agustus 2020.

Kalau kita membuka Website LVRI yang kebetulan era beliaulah Website LVRI terbit, kita bisa melihat sejarah LVRI secara lengkap.  Termasuk Majalah LVRI terbit juga di era beliau, beliau juga rajin menulis.  Tulisan beliau yang  disaat Hari Pahlawan 2020,  akhirnya penulis muat di Website LVRI yang berjudul Pandangan Khusus Rais Abin. Tulisan yang menyentak dan menggugah pemikiran untuk Generasi Penerus atau Generasi Milenial dimana beliau mengharapkan Reformasi tidak berubah menjadi Deformasi. 

Kegiatan Bapak Rais Abin belum lama ini adalah sebagai Pembicara dalam acara  Virtual dimana pada tanggal 18 Desember 2020 ada acara Pertemuan para Tokoh Papua dengan Para Veteran Trikora dengan Topik Mencari Jalan Penyelesaian Masalah Papua secara Bermartabat.  Sebetulnya para Tokoh Papua berkeinginan bertatap muka langsung dengan para Tokoh Veteran Trikora terutama dengan Bapak Rais Abin,  Bapak Sayidiman dan Bapak Widjoyo Suyono, namun karena faktor situasi pandemi covid 19 acara dilakukan secara Virtual.  Bapak Rais Abin menyampaikan Pengalama dan harapannya dimana tetap menginginkan Papua dalam pangkuan NKRI.

Bapak Sayidiman 

Walau hanya melalui Dunia Maya, penulis mengenal lebih dekat sejak 2014, kebetulan satu WAG.  Beliau rajin komentar di WAG, dan luar biasa semangatnya.   Melihat kiprah beliau di LVRI melalui Website LVRI sangat mengagumkan.  Beliau rajin isi Majalah LVRI yang terbit sejak 2010.   

Dalam Majalah LVRI Vol 1 edisi 2,  Desember 2010,   Bapak Sayidiman terpampang Sampul Luar Majalah dengan Topik bahasan Kaji Ulang Amandemen UUD 45.   Amandemen UUD 45 baru berjalan 7 tahun beliau sudah inginkan ada kaji ulang.   Oleh sebab itu sewaktu tahun 2014, penulis bersama tim mengkaji Amandemen UUD 45 tahun 2002, beliau dengan semangat sebagai konsultan.

Bapak Sayidiman bagi penulis adalah sosok yang peduli dan ikuti perkembangan TNI.   Sebagai contoh tanggl 18 Maret 2020 keluar ST Panglima TNI yang merubah sebutan Purnawirawan khususnya untuk Pati tidak boleh pakai TNI.  Tanggal 28 Maret pagi Bapak Sayidiman membuat surat terbuka kepada Panglima TNI yang minta ST tersebut dicabut.  Alhamdulilah siangnya pada hari yang sama ST Panglima langsung dicabut.

Di era Pandemi Covid 19, Bapak Sayidiman, juga aktif sebagai Nara Sumber dalam Webinar, terutama bahas situasi dalam negeri akhir akhir ini.  Saat Webinar dengan Topik RUU HIP DALAM PERSPEKTIF, PERLUKAH UU HIP, yang diselenggarakan tanggal 19 Juni 2020 Bapak Sayidiman sebagai Nara Sumber.  Bahkan dalam Harvetnas 2020, LVRI mengadakan simposium secara Virtual pada tanggal 10 Agustus 2020, Bapak Sayidiman sebagai Keynote Speaker.    Pada acara Pertemuan Para Tokoh Papua dengan Pengurus DPP LVRI pada tanggal 18 Desember 2020, Bapak Sayidiman bersama Bapak Rais Abin juga sebagai Pembicara Utama walau secara Virtual.

Bapak Widjoyo Suyono

Tokoh Veteran ketiga adalah Bapak Widhoyo Suyono.  Dengan Bapak Widjoyo Suyono, penulis satu WAG, beliau walau sudah sepuh namun aktif berkomentar.    Beliau tetap pegang herarki dan memberikan contoh kepada generasi muda untuk selalu menghormati senior, baik dalam pangkat maupun umur.  Penulis terkesan saat diminta sebagai Keynote Speaker dalam Webinar, karena ada Bapak Sayidiman, beliau menyerahkan kepada Bapak Sayidiman sebagai Keynote Speaker nya.  

Dari 3 senior Veteran, dari segi umur Bapak Widjoyo Suyono adalah yang paling muda.  Bapak Rais Abin berumur 94 tahun, Bapak Sayidiman berumur 93 tahun dan Bapak Widjyoyo Suyono berumur 92 tahun.  Namun bagi penulis ketiganya luar biasa.  Sudah berumur diatas 90 tahun, kemampuan menulis maupun nanggapi posting tidak kalah dengan yang muda muda.   Beliau beliau seolah tidak mau mengkhianati dengan Sumpah Prajurit dan Sapta Marga.

Dalam benak penulis, ketiga Veteran senior ini berkenan bertatap muka dengan generasi penerus, terutama generasi milenial dikalangan prajurit.  Bukan tatap muka secara langsung, karena faktor umur, tentunya menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, bisa dilaksanakan dengan virtual.  Walaupun harapan ini seperti mimpi, insya Allah bisa terwujud.  Untuk bisa terlaksana tentunya instansi TNI yang bisa memfasilitasi.  Semoga ada Pejabat TNI yang membaca Blog ini dan tergugah untuk adakan acara tatap muka melalui virtual ,, Aamiin (Renungan akhir tahun Marsda TNI Purn H. Tumiyo SE/25 Desember 2020)

RENUNGAN SELAMA ISOLASI MANDIRI

Di era Pandemi Covid 19 dan sebagai pendatang di LVRI, tidak henti hentinya mengusulkan untuk adakan kegiatan yang sifatnya rapat menggunakan Pola Virtual atau Daring.   Bersyukur tidak sampai sebulan di LVRI, akhirnya usulan dipenuhi Dewan Pimpinan.  Bahkan langsung dibelikan peralatan Virtual yang cukup mahal.  Sebelum masuk DPP LVRI, sering diminta sebagai Nara Sumber dalam Webinar terutama yang topiknya tentang Perumahan.  Kebetulan sebagai Pendiri Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pengembangan Perkotaan Indonesia (LPP3I), oleh sebab itu setiap ada Webinar tentang Perumahan sering diundang.  Kebetulan juga pernah sebagai Pengurus DPP REI sebagai Dewan Penasehat.   Selain itu pernah sebagai Komisaris Perum Perumnas dan sebelumnya sebagai Ketua Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit (YKPP)

Tidak kurang kurang usaha untuk tetap sehat, dengan olah raga ringan secara rutin, tetap menjaga prokes, namun toh terpapar covid 19 juga.   Inilah cobaan, ternyata tidak menyendiri, mantan Menkopolhukam saja mengalami hal yang sama walau akhirnya bisa terlewati.  Disela sela jalani Isolasi Mandiri, berusaha tetap semangat dan membaca tulisan tulisan khususnya setelah di LVRI selama sekitar 4 bulan ternyata  cukup banyak juga.  Ada sekitar 18 judul diantaranya : 

1. Ulasan tentang Simposium dalam rangka Harvetnas 2020, dengan Judul Dalam Situasi Pandemi Corana, Semangat LVRI Tidak Surut Dalam Memperingati Harvetnas 2020 atau bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/dalam-situasi-pendemi-corona-semangat.html

2. Meliput Donor Darah yang dibuka oleh Ketum PMI dan Ketum DPP LVRI dengan Judul Langkah Nyata LVRI Dikala Pandemi Corona  atau bisa dibuka di http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/langkah-nyata-lvri-dikala-pandemi.html

3. Menulis tentang Rintisan LVRI di dunia pendidikan dengan judul Sejenak Menengok Rintisan LVRI di Bidang Pendidikan  bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/08/sejenak-menengok-rintisan-veteran-di.html

4. Tulisan dengan Judul Dengan JSN 45 Disaat Pandemi Corona, DPP LVRI Tidak Ketinggalan Perkembangan IT bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/dengan-jsn-45-disaat-p-demi-corons-dpp.html

5. Sosialisasi JSN 45 dengan daring perdana dengan judul Daring Perdana Sosialisasi JSN 45 DPP LVRI  bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/daring-perdana-sosialisasi-jsn-45-dpp.html

6. Meliput Veconac Working Committe meeting dengan judul Virtual Veconac Working Committe Meeting Perdana bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/virtual-veconac-working-committee.html

7. Sebagai Host Rapat Perdana DPP dengan DPD secara Virtual ditulis dengan judul Rapat Perdana DPP LVRI dan DPD LVRI melalui Daring  bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/rapat-perdana-dpp-lvri-dan-dpd-lvri.html

8. Berbagi  Pengalaman Sebagai Host Dalam Daring bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/10/pengalaman-sebagai-host-dalam-daring.html

9. Meliput Webinar Perdana dengan judul Webinar Perdana DPP LVRI  bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/11/webinar-perdana-dpp-lvri_6.html

10. Renungan Hari Pahlawan 2020 bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/11/renungan-hari-pahlawan-10-november-2020.html

11. Liputan kunjungan ke UPN Veteran Jakarta dengan judul Ternyata UPN Jakarta Tidak Kecewakan Pendirinya bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/11/ternyata-upn-veteran-jakarta-tidak.html

12. Oleh Oleh Dari UPN Veteran Jakarta  bisa dibuka pada : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/11/oleh-oleh-dari-upn-veteran-jakarta.html

13. Meng up date Website LVRI hasil Konggres LVRI XI, bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/11/konggres-lvri-xi.html

14. Pandangan Khusus Rais Abin  bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/12/pandangan-khusus-rais-abin.html

15. Mengulas Pandangan Khusus Rais Abin dengan judul Mencegah Orde Reformasi menjadi Orde Deformasi bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/12/mencegah-orde-reformasi-menjadi-orde.html

16. Mengulas Badan Pendukung LVRI dengan judul Selayang Pandang tentang Inkoveri bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/11/inkopveri-yang-saya-ketahui.html

17. Mengenal Website LVRI  bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/12/mengenal-website-lvri.html

18. Pak Rais Abin, Pak Sayidiman dan Pak Widjoyo Suyono para Veteran Senior umur diatas 90 tahun, masih energik dalam menulis diulas dengan judul Veteran Veteran Senior Yang Kukenal bisa dibuka di : http://tumiyohaji.blogspot.com/2020/12/veteran-veteran-senior-yang-kukenal.html

Tanpa kusadari setiap Minggu ada satu judul kutulis, bahkan selama isolasi mandiri dari tanggal 21 Desember sampai dengan 26 Desember 2020, sudah menulis 3 topik termasuk tulisan ini.   Tujuan kutulis banyak artikel, sebetulnya selain untuk mencegah kepikunan juga untuk tuangkan ide ide demi LVRI lebih dikenal oleh siapapun yang peduli ,, (Renungan akhir tahun 2020)