PANTAUAN BIDANG ORGANISASI
DENGAN ADANYA PODCAST LVRI SEMAKIN DIKENAL DUNIA
Podcast yang dikelola DPP LVRI dalam hal ini oleh Departemen Komunikasi dan Informasi walau baru mulai mengudara awal tahun 2026,ernyata tidak hanya digemari didalam negeri namun sudah mendunia. Dari data yang ada sudah sekitar 9 negara termasuk Indonesia yaitu Malaysia, Timor Leste, Singapura, Hongkong, Amerika Setikat, Rusia, Australia dan Ukrania. Saat awal mengudara hanya sekitar 307 Subscriber, namun untuk giat berikutnya cepat meningkat mencapai diatas 205 %.
Podcast LVRI mulai mengudara tepatnya bulan Maret 2026, dan sudah mencapai 36.888 Audiens dan 4.745 jam tayang. Jumlah Audiens tidak lepas dari Mitra yang diminta sebagai Nara Sumber. Sebagai contoh sewaktu Jendral TNI Pur Yunus Sofiah sebagai nara sumber audiens melonjak atau bertambah sekitar 34.000 audiens. Setiap tayang biasanya hanya sekitar 400 sd 600 audiens, numun setelah Jendral TNI Purn Yunus Sofiah sebagai nara sumber, audiens melonjak menjadi 36.888.
Ternyata Podcast DPP LVRI dari usia audiens bisa dikelompokkan sebagai berikut :
a. Kelompok usia 13 sd 17 tahun mencapai 0,4 %
b. Kelompok usia 18 sd 24 tahun mencapai 3,4 %
c. Kelompok usia 25 sd 34 tahun mencapai 18,8 %
d. Kelompok usia 35 sd 44 tahun mencapai 15,2 %
e. Kelompok usia 45 sd 54 tahun mencapai 21,5 %
f. Kelompok usia 55 sd 64 tahun mencapai 23,2 %
g. Kelompok usia diatas 65 tahun mencapai 17,5 %
Judul Podcast selama ini diantaranya :
1. Hari iki Indonesia berhutang kepada mereka.
2. Bagaimana Pancasila lahir.
3. Dibalik Tembok Stovia.
4. Menata Aset Yayasan Veteran Republik Indonesia.
5. Setelah Dwikora diumumkan
6. Dibalik Ketegasan ada Kisah Mengharukan.
Moto Departemen Komunikasi dan Informasi tepat kiranya bahwa Perjuangan yang tidak didokumentasikan akan terlupakan. Di era AI saat ini memang benar Media Digital adalah jembatan nilai perjuangan kepada generasi penerus bangsa. Podcast bisa dimanfaatkan untuk Sosialisasi JSN 45 yang sangat efisien, mudah dicerna dan biaya murah, serta bisa menjangkau semua lapisan audiens.
PERKEMBANGAN DIGITAL DPP LVRI TIDAK MENGECEWAKAN
Selain dalam Podcast mengundang beberapa Nara Sumber, langkah Departemen Komunikasi dan informasi dalam ikut mensosialisasikan JSN 45, melakukan kunjungan atau peninjauan ke Museum Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia), gedung bersejarah pada tanggal 20 Mei 2026 adalah langkah yang tepat. Hasil kunjungan direkam dan di share untuk umum merupakan langkah positif. Kali ini Warta Wantimpus Bulan Mei 2026, memuat kunjungan Kepala Biro Humas DPPVLVRI bersama staf meninjau Museum Kebangkita Nasional di Jalan Abdulrachman Saleh Jakarta Pusat.
Langkah Departeman Komunikasi dan Informasi DPP LVRI dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dengan mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia) memang tepat. Tidak semua orang tahu, apalagi generasi penerus tentang sejarah Stovia dimana awal pendidikan sekolah dimulai. Berikut adalah 4 tokoh utama/pelopor dari lingkungan STOVIA yang merintis pendidikan di Indonesia :
1. Dr. Soetomo (Ketua sekaligus penggagas utama pembentukan perkumpulan pelajar di STOVIA).
2. Mohammad Soeradji Tirtonegoro (Rekan dekat Soetomo yang turut menginisiasi rapat pertama pendirian organisasi).
3. Goenawan Mangoenkoesoemo (Salah satu tokoh intelektual dan penulis tajam dari kalangan pelajar STOVIA).
4. Dr. Wahidin Soedirohoesodo (Inspirator/penggagas utama gagasan organisasi nasional, meski ia bukan pelajar aktif saat itu melainkan seorang alumni senior STOVIA).
Ternyata berkunjung ke Museum Kebangkitan sangat murah, pengunjung hanya bayar 5.000 perak. Para pemandu kunjungan sangat ramah dan walau masih muda-muda, sangat menguasai sejarahnya. Karo Humas DPP LVRI bersama staf dipandu selama berkunjung.
Dalam Museum penuh Dokumen Foto , maupun Replika maupun Diorama dari para pelaku sejarah termasuk para tokoh pendiri Stovia saat itu. Peninggakan sejarah berbentuk Lonceng Sekolah masih terpasang di tempatnya. Foto-foto siswa dengan pakaian adat saat itu masih terlihat rapi dan terawat.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Pemandu Museum, sebelum berpamitan Karo Humas DPP LVRI sempat mencoba membunyikan Lonceng tanda Pelajaran dimulai maupun saat waktu istirahat.
Kegiatan positif oleh Departemen Kominfo terutama ke tempat-tempat bersejarah, perlu diprogramkan dan tidak hanya yang ada di Jakarra tetapi termasuk yang di daerah. Giat seperti ini sangat diperlukan dan perlu di share melalui Youtube maupun Instagram maupun media AI atau media lainnya. Podcast sebetulnya media sangat cocok untuk mensosialisasikan JSN 45.
KEPUTUSAN KETUM DPP LVRI TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PELAKSANA KONGRES XIII TAHUN 2027
Pesta Lima Tahunan LVRI yang dikenal Kongresz masih sekitar 1,5 tahun lagi, namun karena kegiatan tersebut sangat menentukan nasib masa depan LVRI, Ketum DPP LVRI telah mengeluarkan Keputusan Nomor : KEP/15/V/2026 Tanggal 8 Mei 2026.
Dalam Keputusan tersebut tersebut ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana adalah Wakil Ketum II DPP LVRI dengan susunan sebagai berikut :
1. Pebanggung Jawab : Jendral TNI Purn HBL Mantiri
2. Penasehat:
a. Letjen TNI Purn Muzani Syukur
b. Komjen Pol Purn Dr. Drs. H. Ito Sumardi, SH, MH, MBA, MH, MH, M.Kom (AI)
c. Marsda TNI Purn Suparman Natawikarta
3. Ketua : Marsdya TNI Purn Wresniwiro
4. Sektretaris : Lakdya TNI Purn Djoko Sumaryono
5. Bandahara : Brigjen TNI Purn H. Yayat Rochadiat,MM
6. Komite Pengarah (SC)
a. Ketua : Laksda TNI Purn Banu Kastoyo
b. Wakil Ketua : Laksda TNI Purn Ir. Chaerul Huda, MM
c. Sekretaris I : Marsma TNI Purn Dr Sigit Priyono, S Ip, M.Sc
d. Sekretaris II : Kombes Pol Purn Drs. R.H Hari Waluyo, MBA
e. Tim Penyusun Pertanggung Jawaban :
1) Koordinator :
a) Mayjen TNI Mar Pur Nono Sukarno
b) Marsma TNI Purn Drs. Moh. Frans Yusuf. M M
2) Sekretaris : Kombes Pol Purn Dr. M.Zarkasih, SH, MH
3) Anggota :
a) Amb Nur Syahrir Rahardjo
b) Ir. Doddy Diponegoro
f. Tim Penyusun Renjalita :
1) Koordinator : Mayjen TNI Purn Abdul Gani
2) Wakil Koordinator : Laksda TNI Purn Dauhan Syamsuri
3) Sekretaris : Kombes Pol Purn Drs. IP Silalah, SH, M.Ham
4) Anggota : Marsma TNI Purn Emmanuel Sugiarto
g. Tim Penyusun Penyempurnaan AD/ART
1) Koordinator : Mayjen TNI Purn Drs H.Rujiono
2) Sekretaris : Brigjen TNI Purn Munif Prasojo, S.Ip, M.Han
3) Anggota :
a) Marsda TNI Purn Tumiyo, SE
b) Kol Purn Y.A. Hascaryo
h. Tim Penjaringan Calon N
Ketum :
1) Koordinator : Brigjen TNI Purn Dahlan Idrus, S Ip
2) Sekretaris : Kombes Pol Purn Drs. R.H Hari Waluyo, MBA
7. Komite Penyelenggara (OC)
a. Ketua : Mayjen TNI Purn Iwan Ridwan Sulanjana
b. Wakil Ketua I : Irjen Pol Purn Yakhobus Jacky Uly, M.Hum
c. Wakil Ketua II : Mayjen TNI Purn Rianzi Julidar
d. Sekretaris : Kol Pnb Purn Peter Arnold Lumintang
e. Seksi Keamanan & Perlengkapan:
1) Irjen Pol Purn Drs. Zainal Abidin Ishak, SH
2) Brigjen TNI Purn Joso Prayitno
3) Drs Sudadi, MBA
f. Seksi Konsumsi :
1) Brigjen TNI Purn Dr. Sri Subdari,SE, MM, CIGAR, GCEA
2) Kol Czi Purn Purbo Supono
3) Kol Caj Purn Tuti Artica
g. Seksi Protokol/Acara:
1) Irjen Pol Purn Drs. Satriya Hari Prasetya, SH
2) Kol Purn MR. Ronny Muaya, SH
3) Kol Purn Iswandi Anas, M.Si
h. Seksi Kesehatan :
1) Kol Ckm Purn Wim Damopoli, SPB, SPU, MM, M.Kes, FUSQUA
2) Abdul Mun'im Ritonga, SH, MH
i. Seksi Transportasi :
1) Brigjen TNI Purn Catur Sulasdiarso, S.Sos, SH, M.Si (Han)
2) Kol Purn M. Nurhudayat Rusmono. S.Ip
j. Seksi Akomodasi :
1) Laksma TNI Purn Edy Hari Suprapto, SE
2) Kol Purn Hadi Susilo
k. Seksi Dokumentasi & Humas ;
1. Brigjen TNI Purn Catur Sulasdiarso, S.Sos, SH, M.Si (Han)
2. Ir Doddy Dipobegoro
SURAT PERINTAH TENTANG PENYUSUNAN KALEIDOSKUP LVRI 2022-2027
Menindaklanjuti Keputusan Ketum DPP LVRI Nomor : KEP/15/V/2026 tentang Kongres XIII tahun 2027, diterbitkan Surat Perintah Nomor : Sprin/41/V/2026 tanggal 20 Mei 2026 tentang Pembuatan Kaleidoskup LVRI 2022-2027.
Dalam Surat Perintah tersebut daftar nama Penyusun sebagai berikut :
1. Pengarah :
a. Komjen Pol Purn Dr.H. Ito Sumardi, Drs, SH, MH, MBA, MM, M.Kom (AI)
b. Letjen TNI Purn Muzani Syukur
c. Marsda TNI Purn Wresniwiro
2. Penyusun :
a. Ketua : Marsda TNI Purn H. Tumiyo, SE
b. Anggota :
1) Brigjen TNI Purn Catur Sulasdiarso
2) Kol Purn Y.A. Hascaryo
3) Drs. Sudadi, MBA
4) A. Basori
5) Bernardus Andrianto
PANTAUAN BIDANG KESEJAHTERAAN
GRAND OPENING PT SUNGMIN METAL INDONESIA Mitra YGVRI.
Kerjasama PT Sungmin Metal Indonesia dengan YGVRI (Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia) sebetulnya sudah dirintis sejak pertengahan tahun 2025. Semua itu tidak lepas dari hasil kunjungan Ketua Wantimpus Komjen Pol Purn Dr. Drs. H. Ito Sumardi, SH, MH, MBA, MM. M.Kom (AI) pada bulan Mei 2025. Selanjutnya pada bulan Juni 2025, pihak PT Sungmin Metal Indonesia dengan YGVRI mengadakan Audensi dengan Kementerian BKPM. Audensi dapat sambutan poditif dan dari Kementerian BKPM akan mendukung sepenuhnya.
Saat itu dari Pihak DPP LVRI sebagai Pembina YGVRI diwakili Waketum 2 DPP LVRI dan dari Wantimpus LVRI diwakili Waka2 Wantimpus LVRI. Dari YGVRI diwakili Ketua nya sendiri didampingi Kabaglegal LVRI. Dari pihak PT Sungmin Metal Indonesia atau pihak Korsel diwakil yang nangani bisnis nantinya. Selanjutnya dari Pihak Kementerian BUMN diwakili oleh Wamen dan para Dirjen.
Setelah berproses sekitar delapan bulan akhirnya terbentuk PT Sungmin Metal Indonesia yang daerah operasinya di Sukadamai, Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Dalam acara Grand Opening tempat usaha di Tangerang, dari Pihak DPP LVRI diwakil oleh Waketum 1 dan 2 serta Sekjen DPP serta para Kadep, dari Wantimpus LVRI diwakili Ketua Wantimpus, para Waka dan anggota Wabtimpus LVRI.
DRAMA MUSIKAL “MAR” DI CIPUTRA ARTPRENEUR JAKARTA.
Keluarga Besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) mendapat kesempatan menonton drama musikal berjudul “Mar” di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1, Jl Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Waketum II DPP LVRI Marsdya TNI Purn Wresniwiro bersama istri, sempat berfoto sejenak dengan bintang film Leny Marlina dan suaminya.
Drama musikal produksi ArtSwara yang menampilkan para pemain jempolan dalam “Mar”, mampu menghipnotis para penonton. Banyak penonton awalnya mengira drama yang berdurasi sekitar 3 jam itu membosankan dan monoton, tapi ternyata tidak! Tontonan itu benar-benar layak dan enak ditonton, sehingga drama musikal itu sayang jika diputuskan ditengah jalan.
Pertunjukan itu mengangkat kisah cinta dan perjuangan dengan latar belakang peristiwa sejarah Bandung Lautan Api tahun 1946, yang terinspirasi dari lagu-lagu karya seniman legendaris Indonesia, Ismail Marzuki.
Perjunjukan drama musikal “Mar” diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” itu mengangkat perjuangan dan pengorbanan berlatar belakang masa Kemerdekaan Indonesia yang terinspirasi kisah cinta antara Sersan Mayor Mar (diperankan oleh Gabriel Harvianto, putra almarhum Marsda TNI (Purn) Sutjipto) dan perawat Aryati (yang diperankan oleh Galabby Thahira).
Drama yang disutradai oleh Maera Panigoro dengan penata musik Dian HP didukung oleh sekitar 20 orang pemain, enak dan layak ditonton. Tidak hanya gambaran perjuangan dan percintaan, tapi dialog-dialog yang memancing gelak tawa mewarnai sepanjang cerita. Bahkan para penonton jantungnya bergetar dan menitikkan air mata, ketika Sersan Walikota Mar menghembuskan nafas terakhir setelah menyelamatkan anak buahnya dari serangan Sekutu.
Sebelum pertunjukan, Keluarga Besar LVRI selain mendapat undangan khusus, juga ditempatkan di Ruangan VIP. Tempat menontonpun juga telah ditentukan untuk LVRI. Setelah drama musikal berakhir, Wakil Ketua Umum II DPP LVRI Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro atas nama Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri yang berhalangan hadir, menyerahkan Plakat LVRI kepada Maera Panigoro dengan latar belakang para pemain. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi Legiun Veteran Republik Indonesia. Untuk itu kami mengucapkan selamat dan terima kasih atas undangan untuk menonton drama musikal 'Mar' ini,” ucapnya.
Waketum II Marsdya TNI Purn Wresniwiro an Ketum DPP LVRI menyerahkan Cinderamata kepada Sutradara Maera Panigoro
Cerita drama musikal “Mar”, menurut Waketum II DPP LVRI sangat menyentuh dan mengingatkan kita semua akan perjuangan dalam peristiwa sejarah Bandung Lautan Api. Dengan menonton drama musikal itu, generasi muda akan mengerti bahwa Kemerdekaan Indonesia diraih tidak gratis, tapi semuanya diperjuangkan dengan perjuangan, darah, air mata, dan harta benda. “Karena itu kewajiban kita semua untuk mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan mewariskan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 1945 (JSN '45),” katanya.
Pada kesempatan itu, Marsekal Madya TNI (Purn) Wresniwiro menjelaskan tentang Veteran RI yang terdiri atas Veteran Pejuang Kemerdekaan RI, Veteran Pembela Trikora, Veteran Pembela Dwikora, Vetera Pembela Seroja, Veteran Perdamaian RI, dan Veteran Anumerta.
Mengakhiri Beragam singkatnya, Waketum II DPP LVRI memekikkan kata “Merdeka” sambil bertepuk tangan ke atas yang disambut oleh Keluarga Besar LVRI, Pimpinan dan anggota ArtSwara, pemain drama, serta tamu undangan dengan pekik “Merdeka”.
Para pemain pun kemudian turun panggung dan menyalami Keluarga Besar LVRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar