Senin, 31 Agustus 2020

PENGALAMAN MENYAKSIKAN PRODUK ANAK BANGSA

Tanggal 16 Agustus 2020 saya adakan Zoom Meeting dengan member WAG Keluarga Besar Walet Famile.   Walet Family  adalah wadah keluarga besar Skadron Udara 4 dimana saya salah satu komandannya.   Saat ini saya mantan Komandan yang tertua.   Masalah kebersamaan saya tanamkan sejak di Skadron, bahkan yang membuat WAG saya sendiri tepatnya sejak 28 Januari 2015.

Menjelang perayaan 17 Agustus 2020, saya menawarkan untuk Zoom Meeting sekedar bersilahturahmi.   Kebetulan ada mantan anak buah yang saat ini masih aktif terbang diluar menawarkan topik Zoom Meeting mengenai mencegah Corona dengan meningkatkan imun tubuh.   Bahkan ada Nara Sumber yang sukarela berbagi pengalaman.   Namanya dikenal dengan Pang David (bukan Pak), seorang inovator salah satu produk Herbal.

Tanggal 14 Agustus 2020 saya tawarkan Zoom Meeting, kebetulan saya berlangganan Zoom, disepakati tanggal 16 Agustus 2020 jam 20.00 dilaksanakan.   Sebetulnya pemberitahuan hanya 2 hari terlalu mepet.   Alhamdulillah Zoom Meeting berjalan tepat waktu bahkan ada peserta  dari Luar Negeri yang saat ini sebagai Athan.  Peserta Zoom Meeting tidak terlalu banyak, namun saat diskusi cukup ramai semua pada nanggapi.

Acara pokok memang mendengarkan penjelasan Pak Pang David dengan topik meningkatkan imunitas dalam hadapi Corona.  Produk Pang David masalah imun ini berupa NZPRO 22 dan NZPRO 99.   Bagi yang sehat minum NZPRO 22 dan NZPRO 99 konon bisa meningkatkan Imunitas .   NZPRO 22 dan NZPRO 99 sudah terjual bebas dan sudah tercatat Dinkes dengan kode LPPOM 011211994117 dengan harga 150 ribu/botol 15 ml.   Bahkan dalam penjelasannya bagi pasien Corona minum secara teratur 4 hari berturut turut setelah Swap dinyatakan begatif.

Pang David ternyata tidak sebatas memproduksi untuk meningkatkan imun, tetapi juga dengan penemuannya menciptakan produk untuk Pertanian dan Peternakan.  Dalam pertanian padi budidaya nya bisa hasilkan beras yang berkualitas tinggi, sama dengan beras yang berasal dari Jepang.   Di bidang peternakan, Pang David bisa menciptakan telur bebek tidak amis, bahkan kandang bebek tidak bau.  Demikian juga dalam ternak ikan, ikan hasil ternaknya, digoreng tanpa bumbu terasa gurih, bahkan digoreng bersama sisiknya.   Ikan hanya dikeluarin kotorannya, dicuci langsung digoreng  tanpa dibuang sisiknya.

Setelah Zoom Meeting, tanggal 30 Agustus 2020 Pak Pang David mengundang ke Kebun Taman Makmur yang dikelola di Kebon Percobaan Muara Bogor.  Saya hadir ke kebun Pak Pang David dimana dalam kebun tersebut ada pengembangan pertanian padi dan ternak ikan maupun ternak bebek.   Acara diselenggarakan  disamping kandang bebek sekitar 300 ekor dan kolam ikan.   Berada disamping kandang bebek tapi tidak terasa bau, bahkan telur bebek dipecah juga tidak berbau amis.   Termasuk hasil mancing ikan, langsung digoreng  tanpa bumbu juga terasa gurih.   Ikan hanya dibuang kotorannya, dicuci dan sisik tidak dibuang langsung digoreng tanpa bumbu.   Semua yang hadir merasakan telur tidak amis, kandang bebek tidak bau dan ikang goreng tanpa dibersihin sisiknya terasa lebih enak.

Ini sekedar berbagi hasil melihat karya anak bangsa, ternyata tidak kalah dengan produksi luar.  Tinggal bagaimana untuk dibina dan dikembangkan.  Taman Makmur yang dikelola Pak Pang David ini setiap hari buka dan pendatang bisa menikmati telur dan ikan serta roti canay,  tentunya tidak gratis.  Harga telur bebek mentah 2.500 perbutir dan yang telur asin 4.000 perbutir, rasanya dalam batas harga wajar.  Kelebihannya tidak amis dan tidak bau, bahkan ikannya terasa  lebih gurih.


ZOOM MEETING PERDANA DI KALANGAN WALET

Sebagai mantan Komandan Walet yang tertua, saya selalu menjalin kebersamaan yang sejak awal saya gelorakan pada Keluarga Besar (Kelbes) Walet.  Bagi pembaca diluar Kelbes Walet mungkin akan bertanya tanya apa itu Walet ? Walet adalah panggilan untuk anggota Skadron Udara 4 yang berada di Lanud Abd Saleh Malang.   Begitu maraknya pola WA, saya langsung membuat WAG Walet Family tepatnya tgl 28 Januari 2015.  Alhamdulillah WAG tetap semarak sampai detik ini.

Dengan adanya Pandemi Corona yg di Indonesia baru dirasakan 2 Maret 2020, ternyata ada sisi lain yang membuat banyak inovatif dalam kehidupan.  Dulu video conference hanya untuk kalangan tertentu, sekarang  Work From Home, belajar dari rumah sudah merupakan kebutuhan.   Termasuk seminar seminar tidak ada lagi yang dengan tatap langsung, namun  dengan media maya yang dikenal  Webinar.  

Walau sudah tergolong sepuh saya tidak berhenti mengajak Kelbes Walet untuk bisa ikuti perkembangan IT.   Saya yakin generasi muda Kelbes Walet sudah ikuti Daring Zoom ini bersama yang sebaya, namun untuk Kelbes Walet acara Zoom perdana baru terlaksana tanggal 16 Agustus 2020 yang lalu.  Saya ambil Minggu malam ternyata hanya sekitar 13 orang yang mau bergabung.  Memang masing masing sibuk dengan kegiatannya, namun Alhamdulillah para mantan Komandan Skadron 4 justru banyak yang gabung, bahkan ada peserta yg dari luar negeri.

Saya terbiasa setiap habis subuhan buka HP, dan WAG Walet Family selalu tidak ketinggalan.  Tanggal 14 Agustus 2020, sekitar jam 05.00 saya tawarkan untuk Zoom Meeting, dengan Topik bebas utamanya silahturahmi.   Jam 08.30 an ada tanggapan dari Pak Sarianto, dan mengusulkan dengan topik meningkatkan imunitas dikala pandemi Corona.   Disepakati tanggal 16 Agustus 2020 jam 20.00, dan ada Nara Sumber dari luar Inovator tentang meningkatkan imunitas oleh Pak Pang David.

Bagi saya ini peluang luar biasa ada Nara Sumber  gratisan sanggup berbagi pengalaman dalam hadapi Corona.  Mungkin karena waktu yang mepet cuma 2 hari, pesertanya sedikit, padahal menurut saya topiknya sangat tepat disaat pandemi Corona.   Pak Pang David sesuai prinsip hidupnya menceritakan tentang Hidup Berbagi (Hiber), dengan tulus ikhlas berbagi tentang hadapi corona untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Dari pengalamannya ternyata dengan meningkatkan imunitas bisa terhindar dari Corona.  Beliau pengalaman selama 24 tahun mengadakan penelitian dan memproduksi herbal yang bisa meningkatkan imun yaitu NZPRO22 dan NZPRO99.  Selain meningkatkan imunitas ternyata dari penelitiannya NZPRO 22 dan NZPRO 99 bisa membuat penderita Corona menjadi sehat.  Setelah konsumsi NZPRO 22 dan NZPRO 99 selama 4 hari berturut turut penderita Corona bisa bebas dari Corona.  NZPRO 22 dan NZPRO 99 sudah terjual bebas dan harganya perbotol isi 15 ml 150 ribu.   

Ternyata selain NZPRO 22 dan NZPRO 99, Pak Pang David juga memproduksi NZPRO untuk peternakan maupun pertanian.  Selama ini saya banyak baca tentang herbal, vaksin atau obat untuk atasi Corona, kalau lainnya hanya berdasar berita dari media kali ini dari sumber langsung.   Makanya begitu Pak Sarianto sampaikan info bahwa tanggal 30 Agustus 2020 Pak Pang David mengundang untuk ke kebunnya di Bogor tempat praktek bertani n berternak saya langsung siap untuk hadir.

Apa yang disampaikan saat sebagai Nara Sumber waktu Zoom Meeting terbukti.  Di Taman  Makmur yang dikelola Pak Pang David,  dikawasan Kebun Percobaan Muara Bogor,  Pak Pang David kembangkan Pertanian dan Peternakan.  Yang bisa saksikan dengan mata kepala sendiri, adalah hasil ternak bebek , dimana telurnya tidak berbau amis dan kandang bebek untuk sekitar 300 bebek juga tidak bau. Selain telur bebek, hasil ternak ikan, ikan nila yang digoreng tanpa bumbu rasanya lebih gurih.  Ikan cuma dikeluarkan kotorannya dicuci bersih dan tetap bersisik langsung digoreng tanpa bumbu, dimakan dengan sambal, terasa lebih nikmat.

Maaf ini sekedar sharing pengalaman tentang pengenalan produk anak bangsa yang tidak kalah dengan produk luar.   Silahkan datang ke Taman Makmur di Bogor, dimana selalu bukan untuk berbagi setiap hari Sabtu dan Minggu. Bukan berati gratis tapi bisa menikmati hasil ternak bebek maupun ikan di kebun tersebut.




Jumat, 28 Agustus 2020

MENGENANG JENDRAL SUDIRMAN

SUDIRMAN : SANG JENDRAL BESAR
Selamat jalan Jendaral

Hari ini, Ahad pagi, 29 Januari 1950
Titip anak anak...Tolong aku dibimbing tahlil....
Ucapan terakhir Panglima Besar Soedirman.... kepada sang Istri.
Berjalan tertatih-tatih, Letnan Jenderal Soedirman memasuki rumah dinasnya di jalan Bintaran Wetan, Yogyakarta. Di depan pintu, sang istri, Siti Alfiah, menyambutnya. Soedirman pulang setelah dua pekan meninggalkan istri dan enam anaknya untuk memimpin operasi penumpasan pemberontakan Partai Komunis Indonesia di Madiun, Jawa Timur. Malam itu, akhir September 1948, di kediamannya yang kini menjadi Museum Sasmitaloka, Soedirman terlihat ringkih. Kepada istrinya, dia mengeluh tak bisa tidur selama di Madiun.
Soedirman rupanya begitu terpukul menyaksikan pertumpahan darah yang terjadi antara rakyat Indonesia itu. Peristiwa Madiun membuat batin Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia itu nelangsa.
Selain kelelahan berat, Soedirman tertekan batinnya karena peristiwa itu. Malam itu, kendati kondisi kesehatannya turun, Soedirman tetap mandi dengan air dingin. Saran sang istri agar ia mandi air hangat tak diindahkan. Dan inilah awal petaka bagi Soedirman. Esoknya, Soedirman terkapar di tempat tidur.
Ketika ulang tahun tentara tiba, 5 Oktober 1948, Soedirman yang masih sakit, mengunjungi Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Di sana ia melakukan tabur bunga ke pusara anggota tentara korban pemberontakan PKI Madiun. Sepulang dari tabur bunga, kesehatannya memburuk. Kendati ia sakit, kegemarannya merokok tetap tak bisa dihilangkan. Sesekali, sembari terbaring, dia menghisap rokok kretek. Istrinya tak berani melarang. Karena tahu Soedirman memang perokok berat.
Karena Soedirman tak kunjung pulih, maka diutuslah sejumlah dokter tentara memeriksa kesehatannya. Tim dokter muda itu mendiagnosis ia menderita tuberkolosis, infeksi paru-paru. Keluarga Soedirman meminta dua dokter senior, Asikin Wijayakusuma dan Sim Ki Ay, melakukan pemeriksaan dua dokter tersebut tak jauh beda dengan pendahulunya. Atas saran Asikin, Soedirman dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.
Soegiri, bekas ajudan Soedirman, menulis bagaimana saat sang Jenderal dirawat di rumah sakit Katolik itu. Soedirman dirawat di kamar 8 Bangsal Maria, yang terdapat di bagian depan. Soedirman terkena pulmonary tuberculosis. Penyakit itu diketahui Soegiri dari dokter yang merawat Soedirman. Menurut Soegiri, obat yang dibutuhkan Soedirman hanya ada di Jakarta. Kalaupun sampai di Yogyakarta, obat itu harus melalui jalur penyelundupan. Karena Jakarta, saat itu dikuasai oleh tentara sekutu.
Karena Soedirman butuh pengamanan cepat, tim dokter memutuskan melakukan operasi untuk menyelamatkannya dengan cara membuat satu paru-parunya tak berfungsi. Komplikasinya, kata Soegiri, memang sudah sedemikian rupa, sehingga membuat dokter menempuh cara tersebut. Pasca-operasi, menurut Soegiri, tim dokter berbohong kepada Soedirman. Mereka mengatakan operasi itu cuma mengangkat satu organ kecil di paru-paru yang menghambat saluran pernafasan. Adapun ibunya dibertahu dokterperihal operasi itu. Dan sejak itu Soedirman bernafas dengan separuh paru-parunya.
Setelah operasi, Soedirman diminta beristirahat lebih lama. Ia juga dilarang keras merokok. Menurut Soegiri, ketika hari jadi ke-25 rumah sakit itu, Soedirman khusus menulis sajak sebagai kado ulang tahun. Sajak lima alinea itu berjudul “ 25 Tahun Rumah Nan Bahagia”.
Isinya, ucapan terima kasih Soedirman karena mendapat perawatan yang baik selama disana. Tulisan asli sajak itu kini diletakkan di bawah monumen Jenderal Soedirman di area Panti Rapih. Monument itu tak jauh dari kamar Soedirman dirawat.
Sebulan melakukan pemulihan di rumah sakit, Soedirman pulang ke rumahnya di Bintaran. Ketika di rumah, Soedirman pernah beberapa kali tak bisa menahan hasrat ingin merokok. Perilaku ini, lagi-lagi, justru memperburuk kesehatannya. Soedirman pernah muntah darah. Pada 17 Desember 1948, keajaiban datang. Soedirman tiba-tiba bisa bangkit dari tempat tidur. Sebelumnya, sepulang dari Panti Rapih, ia selalu terbaring di ranjang. Hari itu, kepada istrinya, Soedirman berkata memiliki firasat Belanda akan melakukan agresi. Dua hari berselang, firasat sang Jenderal terbukti : Belanda membombardir Yogyakarta, yang saat itu Ibu Kota Indonesia. Ia pun memilih mengakhiri cutinya.
Dengan diusung tandu, hampir delapan bulan,Soedirman keluar masuk hutan memimpin gerilya dari luar Yogyakarta. Pernah suatu ketika ia  tidak  makan selama lima hari. Dengan perut kosong, Soedirman menembus medan yang diguyur hujan lebat. Sesampai di pacitan, Jawa Timur, ia sakit. Anak buahnya terpaksa mendatangkan dokter dari Solo. Rika, suster yang merawat Soedirman, kala itu menulis pengalamannya saat bersama jenderal besar ini. Menurut dia, saat itu Soedirman dirawat dengan nama samaran : Abdullah Lelana Putra. Pengakuan Rika pada 1985 itu dimuat surat kabar yang naskahnya kini tersimpan juga di museum Sasmitaloka. Soedirman memakai nama samaran supaya keberadaannya tak diketahui Belanda.
Di Panti Rapih, Soedirman masih memimpin rapat kabinet bersama Presiden Soekarno membahas upaya mempertahankan kemerdekaan. Hanya dua pekan ia dirawat disana, setelah itu, Soedirman kembali ke rumah. Setelah Belanda bersedia melakukan gencatan senjata pada Oktober 1949, kesehatan Soedirman kian mencemaskan. Dokter meminta kembali ke Panti Rapih. Tapi ia memilih beristirahat di wisma tentara di Badakan, Magelang. Tapi tetirah sejuk dengan pemandangan Gunung Sumbing itu tak bisa membuat kesehatan Soedirman membaik. Tiga bulan disana, ia kerap muntah darah. Juga ditempat tidur. Dokter Husein dari Rumah Sakit Magelang bolak-balik memeriksa dan menungguinya. Dan saat itu, kondisi Soedirman tinggal tulang dan kulit saja.
Seolah-olah mendapat firasat hari kematiannya segera tiba, pada 18 Januari 1950, Soedirman meminta sejumlah petinggi tentara menemuinya di Badakan. Esok harinya, ia memanggil istri dan tujuh anaknya. Seperti kepada para petinggi tentara, ia juga memberi wejangan kepada istri dan anak-anaknya. Tak sepenuhnya pertemuan dengan keluarga diisi dengan wejangan. Soedirman juga sempat bergurau. Kepada keluarganya, misalnya, ia menyatakan sebenarnya ingin seperti Lurah Pakis, kenalannya, yang hidup sampai tua dan bisa meminang cucu.
Pada Ahad pagi, 29 Januari 1950, setelah lama terkulai lemas sejak Oktober di rumah peristirahatan tentara di Magelang, mendadak wajah Soedirman tampak cerah. Pagi itu, Ahmad Yani, Gatot Soebroto, serta beberapa petinggi militer dan sipil hadir.  tidak  diketahui apa yang dibicarakan.
"Waktu itu, menurut Ibu, tiba-tiba terdengar suara kaleng dan botol pecah mendadak. Bersamaan dengan itu, bendera di halaman melorot setengah tiang. Sampai Ibu bilang ke beberapa pengawal, ’Ah, itu hanya angin’."
Setelah salat magrib, sebagaimana didengar dari Alfiah, Soedirman memanggil istrinya ke kamar. Di dalam, dia berkata, "Bu, aku sudah  tidak  kuat. Titip anak-anak. Tolong aku dibimbing tahlil.” Alfiah menuntunnya mengucap Laa Ilaha Illallah, dan Soedirman mengembuskan napas terakhir disaksikan dan dalam dekapan istri tercinta...
DIGARHAYU INDONESIA 
M E R D E K A 
SELAMAT JALAN JENDRAL …… 
NKRI …… AKAN TETAP MENJADI …… NKRI
AL FATIHAH …….

APA PERHATIAN PEMERINTAH KEPADA MBR YANG BELUM PUNYA RUMAH

Disaat Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan, dalam hadapi dampak covid 19, banyak langkah pemerintah yang perlu diapresiasi.   Dari subsidi gaji untuk peserta BPJS Tenaga Kerja, kemudian Subsidi Pulsa untuk pelajar mahasiswa maupun guru dan dosen.  Subsidi gaji  para peserta BPJS Tenaga Kerja sebesar 600 ribu/bulan selama 4 bulan, sedangkan subsidi pulsa 35 GB bagi pelajar, 42 GB untuk guru, 50 GB untuk mahasiswa dan dosen.

Sebagai pengamat perumahan, sejak awal menulis, selalu menyampaikan masalah yang dihadapi MBR, terutama MBR yang tidak mempunyai penghasilan tetap.   Masih ada jutaan MBR yang penghasilannya tergolong miskin.   Mereka tidak mempunyai penghasilan tetap, bahkan untuk makan sehari hari saja tergolong sulit.   Subsidi rumah yang ada saat ini adalah untuk yang 1/3  penghasilannya bisa untuk mengangsur KPR.  Praktis buruh harian lepas, pemulung, tidak bisa lakukan KPR.    

Akhir akhir ini Bank penyalur KPR berlomba lomba menurunkan suku bunga kredit, seperti yang dimuat dalam majalah Property&Bank edisi Agustus 2020.   Termasuk kiat Bank BCA di bulan September, akan selenggarakan expo virtual tentang KPR (Kompas.com tanggal 28 Agustus 2020).   Dari pihak Bank penyalur KPR sudah berlomba menurunkan bunganya, bahkan BP Tapera mulai Oktober 2020 sudah akan memulai operasi, namun untuk Tapera hanya untuk pesertanya.   Bagaimana nasib MBR yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan jauh dibawah UMR ?

Melihat kawasan kumuh di DKI, masih begitu banyak dihuni oleh MBR yang tidak mempunyai penghasilan tetap, bahkan tempat tinggalnya sebetulnya tidak layak huni.  Selanjutnya akhir akhir ini pemerintah dengan menggunakan APBN memberikan subsidi peserta BPJS Tenaga Kerja, siswa, guru, mahasiswa dan dosen, semoga terpikirkan untuk hunian yang kumuh.   Diagendakan dengan menggunakan APBN untuk membangun Rusun didaerah kumuh terutama di kota kota besar, lambat laun hunian kumuh akan berubah menjadi hunian rusun yang rapi dan sehat.

Awal tahun 2018, sebagai pengamat perumahan pernah menulis di rubrik public housing majalah Property&Bank dengan judul Sudah Waktunya Permukiman di DKI Menjadi Kawasan Rusun.  Pertimbangan saat itu adalah karena banyaknya kebakaran,  dimana dalam tahun 2017 terjadi  1.400 kali.  Pada umumnya kebakaran terjadi dikawasan kumuh dan sulit dijangkau oleh Tim Damkar.  Korban bukan hanya material namun juga ada korban jiwa sekitar 46 orang meninggal dan 139 orang luka luka termasuk petugas damkar.   

Penulis tidak akan berhenti menyuarakan demi MBR yang penghasilannya jauh dibawah UMR.  Kalau pemerintah mampu berikan subsidi kepada peserta BPJS Tenaga Kerja, Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen, mestinya juga bisa berikan berikan kemudahan kepada MBR yang tidak punya rumah.   Semoga,, Aamiin  (Marsda Purn Tumiyo)

Kamis, 27 Agustus 2020

BUKU TAMU WEBSITE LVRI

Salam,tanhana dharma mangrwa,saya adalah putra pejuang kemerdekaan republik Indonesia.   Ayah saya bernama Mochammad Yusran veteran RI dan paman saya Marwan Usman veteran RI,keduanya peraih bintang gerilya.  Memiliki SK dari Bapak Soedomo,serta Piagam Penghargaan Pejuang Kemerdekaan Golongan A, berpredikat Pejuang Kemerdekaan.   Wilayah perjuangan mereka adalah Kalimantan Selatan - Timur sanga-sanga -Tarakan -Balikpapan.   Mereka dulunya bertugas di satuan tempur divisi VI AlRI dibawah pimpinan kolonel Hasan Basri.    Dalam kesatuan perjuangan unit kalung merah serta banteng Hitam dibawah komando letnan kolonel M.Noto Sunardi, keduanya sudah meninggal dunia.

Hal yang perlu saya sampaikan 

Pertama, saya ingin menanyakan apakah benar PPM dibekukan ?
Kedua, saya  melihat di Amerika dan negara lain bahwa veteran mereka memiliki kementrian veteran,dan pada dasarnya Legiun Veteran Republik Indonesia pada awalnya dinaungi oleh kementerian veteran.    Menterinya saat itu adalah Bapak Juanda.   Kementrian veteran ini seharusnya dapat menjadi bagian dalam menjalankan roda pemerintahan ditengah ekskutif dan yudikatif serta parlemen.  

Jika saja tidak dihapuskan dengan adanya UU baru yang mengatur LVRI, Ada beberapa hal yang saya ingin pertanyakan.   Hal ini karena tidak  bisa dijawab oleh veteran-veteran sepuh.   Kebetulan  saya selalu mengajak mereka berpikir tentang status dan kedudukan mereka.   Saya  berbicara, menyampaikan  pandangan-pandangan saya, kemudian mereka hanya tertegun sambil merenungi masa depan mereka.    Beberapa hal ini saya akan utarakan disini dan saya memohon jawaban yang tegas dan berdasar.   Entah hal ini apa perlu disampaikan kepada Ayahanda Rais Abin atau seseorang yang paling berjiwa patriot disini.  Saya berbicara berdasarkan hak, yakni pewaris cita-cita proklamasi 1945. Bukanlah orang lain, melainkan putra-putri pejuang itu sendiri, bahwa kami adalah golongan ksatria.   Bisa disebut kaum, golongan, atau masyarakat khusus, dari 250 juta rakyat Indonesia.  Jumlah kami adalah minoritas, karena belum benar2 terdata, keluarga  veteran belum benar2 terdata.   74 Tahun kemerdekaan kami keluarga LVRI anaknya sebahgian tak punya sekolah, tak punya universitas,serta jaminan sosial, kecuali gaji orang tua kami tiap bulan sebesar 3 juta rupiah.   Kini tunjangan itu tak ada lagi karena orang tua kami telah meninggal.   Terima  kasih negara, yang  telah mengingat dan menghargai jasa-jasa orang tua kami, para veteran dan memberi penghargaan, gaji dan taman makam pahlawan, selesai.

Bapak Rais Abin, semoga pemikiran ini sampai kepada bapak, karena kita berbicara tentang patriotisme, Bela Negara, Cinta Tanah Air.  Termasuk  kedaulatan terutama KEHORMATAN KAUM VETERAN beserta warisannya.  Adanya negara  dan bangsa ini, yang adalah warisan mereka, dan  saya pribadi menganggap bangsa ini adalah warisan kami.   Kata bung Karno revolusi belum selesai,menjadi misteri buat saya,pemikiran-pemikiran terus berkembang.  Seiring bertambahnya usia bangsa ini demikian jua pikiran dan semangat kami pun bertambah dan berkembang.  

Saya melihat "Nilai dan Harga" dalam bangsa dan negara ini, ayahanda Bapak Rais Abin, saya  rasa pemikiran  anda dengan orang tua saya serta teman-teman seperjuangan mereka sama.  Mereka ikhlas berjuang tanpa harus ada harga yang dibayar demi kemerdekaan 250 juta rakyat Indonesia yang tertindas.  Kemerdekaan kini tercapai dan 74 Tahun sudah kita merdeka, ayahanda saya dan teman-teman seperjuangan mereka kini hidup kini telah lanjut usia.  Mereka  menikmati sisa hidup dan Ridha Allah SWT, yang wafat semoga Masuk syurga sebagai Syuhada.   Kini warisan mereka "negeri"menjadi pikiran kami putra-putranya.


Ayahanda ...berbicara tentang cita-cita, proklamasi dan penerus perjuangan 1945, merupakan sebuah arti sangat luas.   Para Veteran tugas mereka telah selesai kemerdekaan telah mereka rebut dan mereka berikan pada 250 juta rakyat Indonesia.    Saat ini bahkan warga asing turut menikmatinya, NKRI memiliki sistem pertahanan, pemerintahan serta APBN, hingga  jadilah sebuah negara.  Saya ingin bercerita dimana para pengusaha, WNA dan  elite politik mendominasi di negara ini.  Sebahagian  adalah penduduk,  pekerja, PNS dan Buruh, setengahnya adalah penduduk miskin, minimnya pengetahuan.    Kami menjadikan  bertanya-tanya apakah kami sudah sejahtera apa sengsara ? Preambule pembukaan UUD 1945 dimana kesejahteraan umum, kehidupan yang layak,menjadi bangsa yang cerdas serta ikut menjadi bangsa yg mentertibkan dunia hanya menjadi sloka-sloka pada saat upacara kemerdekaan.  Siapa sebenarnya memegang kendali jalannya bangsa ini, dimana sepeda motor saja adalah impor dari negara lain, mobil tak bisa kita buat, bunga dan pinjaman bank yang mencekik.  Pengangguran dimana-mana, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar adalah di 14 Ribu Sampai 13 Ribu, hasil bumi mineral dan lain lain, 90 % dikuasai swasta dan asing.   Yang  saya sedih dalam tubuh veteran dan pemuda panca marga banyak dari pemikiran yg tidak satu arah.   PPM diangkat dari yang bukan anak veteran,bahkan ketua veteran banyak yg bukan pejuang kemerdekaan tapi veteran kehormatan.  

Ayahanda .. Kemana kita serahkan negeri ini, kepada caleg ? Dimana di daerah saya suara bisa dibeli dan kedudukan menjadi bisnis.  Bahkan saya berkata kepada veteran sepuh bahwa mereka harus memiliki sumur minyak dan jatah mineral dalam negeri ini mereka terbingung2.    Saya katakan kepada mereka "andalah yang memilik negara ini, karena anda yang mendapatkannya".  Sebahgian dari mereka berkata saya ini kurang waras atau siapakah sebenarnya ?  Kaum  veteran ini, yang tugasnya adalah menjadi generator pembangunan nasional, membangun jiwa,membangun negara,membangun model bangsa,membangun bangunan untuk dan apa tujuannya.  Untuk membangun jembatan gedung prasarana pemerintah itu dilakukan PT WIKA, dan BUMN lain.   Kemiskinan, kejahatan, kebodohan, intervensi asing adalah musuh yang belum padam.   Hal ini terjadi dalam kehidupan sosial kita, saya tahu ayahnda lelah berjuang,tapi marilah kita memeriksa IPM dan taraf hidup negara luar.   Dimana  listrik air mereka gratis, upah kerja mereka tinggi, buta aksara mereka nol.  

Banyak hal dan salah satunya yang terpenting adalah mendata keluarga veteran itu yang pertama,  kedua bedakan identitas mereka, screning PPM yang dilakukan LVRI sudah benar ?   Saya mengusulkan Kementrian Veteran Kembali dibentuk, anak-anak Veteran wajib didata dan diberi pendidikan khusus, di doktrin tentang Pancasila, bela negara dan patriotisme, yang dengan itu mereka tahu siapa mereka,  hak serta kewajibannya.   Saya tidak pernah berjuang berperang mengangkat senjata, dahulu  peta perangnya jelas, tapi kini perang kami berbeda.  Kami berperang dengan angka-angka,dan data.

Ayahanda semoga anda berkenan jika mungkin ada tempat bagi kami mengabdi mencari tahu tentang apa yg sedang terjadi saat ini,serta membangun kesadaran.   Sadar apa yang sedang terjadi, karena 350 Tahun yang lalu hanya sebagian kecil saja yang mengetahui bahwa kita terjajah. Sebahagian kecil saja yang menjadi pemberontak yang kini disematkan gelar pahlawan, pejuang  dan veteran.    Bagi saya kita masih terjajah, kenapa ?  Karena kami tak memiliki pekerjaan, jika kami bekerja kepada sebuah perusahaan maka hal itu menjadi sebuah penghinaan bagi kami,karena tanhana dharma mangrwa, tiada pengabdian yang mendua.   Kecuali kepada Bangsa dan Kehormatannya serta sesuai kode etik.

Ayahanda kami "panca marga" lima jalan kepemimpinan, disaat proklamasi 1945 dibacakan.  Saat itu juga pemindahan kekuasaan dilakukan dengan cara singkat dan para veteran bersumpah setia menjadi penegak dan pembelannya.   Kini kekuasaan berada pada segelintir kaum pengusaha dan para tiran.   Akankah sampai 100 tahun kedepan tetap seperti ini? Kita tidak tahu kegawatan bangsa ini kecuali dengan melakukan survey,data dan bertanya kemudian hal itu di dokumentasikan.   Yang kami perlukan hanyalah perintah.

Ayahanda dengan rasa hormat kami dapat membukukan keadaan negara ini jika Ayahanda Ridha dan merestui.  Salam kami putra anda semua.   Balikpapan  03 Februari 2020, 
Gusti Mahmud » 2020-02-03 21:46:39

Rabu, 26 Agustus 2020

LUAR BIASA KINERJA ANAK BANGSA

Seminggu yang lalu tepatnya tanggal 20 Agustus 2020,  kita dihebohkan berita nyangkutnya Pesawat N 250 Gatutkaca di Pintu Gerbang Tol Banyumanik Semarang.  Untuk bisa lewat konon ban Tronton  yang mengangkut badan pesawat N 250 harus dikempesin terlebih dahulu.    Akhirnya pesawat dengan tujuan Museum Dirgantara Adi Sucipto tanggal 21 Agustus 2020 baru sampai di Museum. 

Sebetulnya Pesawat N 250 Ciptaan Alm BJ Habibie merupakan pesawat tercanggih dikelasnya saat itu.  Pesawat yang mengudara saat peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, harus menjadi nongkrong selamanya gara gara krisis ekonomi tahun 1998.  Karya Alm Pak Habibie ini termasuk karya yang luar biasa, pesawat N 250 merupakan pesawat Turboprop pertama yang dikendalikan dengan Fly by Wire.   Dan merupakan pesawat terbesar produk IPTN yang sekarang dikenal dengan PTDI.   Dan ternyata Pesawat N 250 Gatutkoco juga merupakan Pesawat Transport Pertama buatan anak bangsa yang menghuni Museum Dirgantara Adi Sucipto dan merupakan pesawat ke 60.

Sebagai salah satu penerbang pesawat Casa 212 sebagai produk pertama IPTN tahun 1976, merasakan sedih campur haru melihat Pesawat N 250 Gatutkoco masuk Museum Dirgantara Adi Sucipto.  Pesawat N 250 ini di design sendiri oleh Alm Pak Habibie, konon mulai 1986, 10 tahun setelah produk pertama C 212, akhirnya bisa mengudara tepatnya tanggal 10 Agustus 1995.   Penerbangan perdana disaksikan langsung oleh Presiden Soeharto, dan merupakan hadiah 50 tahun Kemerdekaan Indonesia.  Terbang  selama 56 menit bisa mendarat dengan mulus, semua yang hadir termasuk Presiden Soeharto menyambut dengan tepuk tangan .   Pak Habibie saat itu mendapat ucapan dan pelukan yang hangat dari semua pejabat yang hadir.

Sudah dijelaskan didepan bahwa pesawat N 250 yang sudah mengantongi sekitar 900 jam terbang , harus masuk kandang gara gara krisis moneter 1998.  Ibarat anak muda baru semangat untuk bekarya tiba tiba di stop karena kebijakan politik.   Pasti syok, patah semangat tidak punya daya lagi.   Harus nongkrong selamanya, setelah  22 tahun berada dalam hanggar PTDI,  saat ini harus nongkrong  di Museum, ikut berjajar dengan pesawat tua lainnya.

Dibalik  nostalgia sedih, melihat anak bangsa dalam menyiapkan Pesawat N 250 Gatotkaca menjadi penghuni museum dirgantara ada rasa kebanggaan tersendiri.   Hanya dalam waktu satu minggu kedatangan di Museum, Pesawat N 250 sudah dirakit kembali seperti semula.  Tepatnya tanggal 26 Agustus 2020 Pesawat N 250 Gatutkaca sudah diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Pesawat ke 60 penghuni Museum Dirgantara Mandala Lanud Adi Sucipto.   Semoga dengan masuknya Pesawat N 250 Gatutkaca di Museum Dirgantara, memacu dan menambah semangat para generasi muda untuk berkarya. Aamiin (Marsda Purn Tumiyo)


Sabtu, 22 Agustus 2020

SEJENAK MENENGOK RINTISAN VETERAN DI BIDANG PENDIDIKAN

Baru seminggu sebagai Pengurus DPP LVRI, langsung ikut membantu kesibukan Panitia Harvetnas.   Kebetulan Ketua Panitia adalah Ketua Tim Ahli DPP LVRI dan penulis sebagai anggota baru Tim Ahli DPP LVRI.   Walau tidak masuk dalam panitia, penulis berusaha  membantu persiapan Simposium, terutama dalam mempersiapkan virtualnya.  Kebetulan penulis pernah di Kemhan hampir sekitar 5 tahun, tahu persis liku liku di Kemhan, begitu diputuskan Simposium secara Virtual penulis langsung  hubungi Kapusdatin Kemhan.   Simposium berjalan lancar dan setelah  itu ternyata kegiatan dikantor ditutup sementara selama 14 hari antisipasi perkembangan covid 19 yang belum mereda.  Sekedar isi waktu, penulis buka buka sejarah Veteran maupun kiprahnya.  Dari buka Website Veteran (http://www.veteranri.go.id/index.php/lvri/index/1599037221), menurut penulis  ada sejarah yang terlupakan yaitu tentang UPN Veteran yang tidak ada dalam Website tersebut.

Kiprah Veteran diakui oleh semua pihak, bahkan tanpa Veteran mungkin Negeri tercinta ini belum tentu ada.  Bung Karno sendiri sangat menghormati jasa jasa Veteran dan terbukti dalam Kabinet era Bung Karno dari 34 Kementerian salah satu nya Kementerian Urusan Veteran.  Tidak mengherankan diera Bung Karno kiprah Veteran sangat menonjol.   Kalau sebelum merdeka para Veteran utamakan  perjuangan fisik, setelah merdeka berubah ikut berkiprah dalam pembangunan terutama dalam bidang pendidikan.  Pada tanggal 15 Desember 1958, didirikan  Akademi Pembangunan Nasional (APN) Veteran  di Yogyakarta.   Selanjutnya  tahun  1959 membuka cabang di Surabaya dan  tahun 1963 membuka cabang di Jakarta.

Melihat perjalananan APN Veteran ini penuh liku liku, dimana riwayat sejarahnya sebagai berikut :

1.   Menteri Urusan Veteran berdasar Surat Keputusan no : 139/Kpts/1958 tanggal 2 Oktober 1958 mendirikan Akademi Pembangunan Nasional (APN) Veteran.

2. Sesuai Surat Keputusan Menteri Urusan Veteran tanggal 30 Juli 1965, APN Veteran berubah menjadi Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional (PTPN) veteran. 

3. Berdasar Surat Keputusan Menhankam/Pangan no :  Skep/1555/XI/1977 tgl 5 November 1977, PTPN Veteran berubah menjadi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran.

4. Berdasar SKB Menhankam/Pangab dan Mendikbud, TMT 29 November 1994, UPN Veteran menjadi Perguruan Tinggi Swasta dibawah Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman (YKPBS).

5. Tahun 2007, semua Yayasan dibawah Dephan yaitu YKPBS, YSBP dan YKPP digabung menjadi satu ke Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan, nama tetap UPN Veteran.

6. Terhitung 6 Oktober 2014, UPN Veteran berubah dari PTS menjadi PTN dan dibawah Mendikbud.

Dengan berubahnya UPN Veteran dari Swasta ke Negeri, satu sisi bisa menjadi kebanggaan tersendiri, disisi lain  peluang  keluarga besar Veteran maupun TNI POLRI untuk bisa masuk UPN Veteran harus bersaing terbuka dengan warga negara lainnya.  Namun sebetulnya dalam kesempatan ini justru bisa menjadi jembatan atau peluang bagi LVRI untuk meyakinkan kepada Pemerintah untuk mendapat dukungan APBN.   Kemendikbud bisa dimintai dukungan karena dalam UU no 15/2012 tentang LVRI terutama dalam pasal 19, disebutkan bahwa untuk operasional LVRI akan didukung Pemerintah.  Selanjutnya dalam Kepres no 18/2018 pasal 8 menyebutkan bahwa LVRI dalam berkomunikasi dengan Perintah melibatkan 7 Kementerian salah satunya dengan Menteri Pendidikan dan Kedudayaan.  Kemudian di pasal 33 disebutkan bahwa bantuan pemerintah kepada LVRI berupa APBN dan APBD.

Semoga dengan sejenak mengenang sejarah rintisan Veteran terutama dibidang Pendidikan, memudahkan hubungan antara LVRI dan Kemendikbud.   Selanjutnya  bisa saling mendukung dalam memperjuangkan adanya dukungan APBN untuk operasinya LVRI sesuai UU no 15/2012 dan Kepres 18/2018, serta mempererat hubungan LVRI dan UPN VETERAN ,,,, Aamiin (Marsda TNI Purn Tumiyo/22 Agustus 2020)