Sabtu, 10 Februari 2018

PESAWAT DENGAN SEGUDANG JULUKAN

Judul tulisan terlihat lucu, apa yang dimaksud dengan Segudang Julukan ? Pada umumnya Pesawat itu memang ada julukannya, sebagai contoh Pesawat P 51 Mustang, di Indonesia Pesawat tersebut dapat julukan si Cocor Merah.   Namun untuk Pesawat DC 3 atau Pesawat C 47 Dakota, selain dijuluki Dakota, untuk di Indonesia saja ada yang menyebut Seulawah, ada juga yang sebut Den Bey.  Sebelum membahas julukan julukan Pesawat DC 3 atau C 47 Dokota tidak ada salahnya melihat sejarah Pesawat ini.

Pesawat Dakota menjadi Legendaris, mungkin pesawat satu satunya yang paling banyak ikut serta dalam kancah peperangan.   Bayangkan pesawat tersebut digunakan sejak Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, bahkan di Indonesia pada Perang Tim Tim di tahun 1975 sebagai pesawat andalan.   Terbang perdana di tahun 1935 tepatnya tanggal 17 Desember 1935, pesawat ini diproduksi mulai tahun 1936.   Mungkin belum ada produksi pesawat Propeller yang melebih pesawat Dakota yang mencapai 10.629 unit.   Bandingkan pesawat yang hampir seangkatan seperti Pesawat UF 1 Albatros hanya sekitar 466 unit dan Pesawat Ilyusin 11 - 14 AVIA diproduksi sekitar 1.348 unit.

Sebagi Pilot Senior yang pernah menerbangkan Pesawat C 47 Dakota, penulis mengakui keunggulan pesawat tersebut.   Dari penuturan para senior, bisa menerbangkan Pesawat Dakota, tidak akan kesulitan untuk menerbangkan pesawat lain.   Benar juga penuturan para senior ini.   Menerbangkan pesawat Dakota yang tergolong pesawat sedang, hanya mengandalkan otot, bernavigasi hanya mengandalkan mata, pesawat un pressurize, tidak mengherankan keringat bercucuran.   Bahkan bila dalam cuaca buruk, hujan deras, pilot bisa basah  kuyup karena hujan masuk cockpit.   

Pesawat Dakota menjadi Legendaris, bukan hanya diproduksi terbanyak di kelasnya, mengalami berbagai kancah peperangan, namun selain sebagai pesawat Transport, pesawat ini juga sebagai pesawat Tempur.   Sebagai pesawat Transport, cara mengoperasikan tidak beda jauh dengan pesawat Transport lainnya, namun sebagai pesawat tempur memang mempunyai keunikan sendiri.   Pesawat Tempur biasanya dengan kecepatan tinggi dan lincah manouvernya, dan fungsinya menembak atau membom.  Sasaran tembak pesawat tempur biasanya pin point, dan  cara menembak dengan menukik dan setelah melalukan penembakan, biasanya naik tajam dan menghindar.   

Pesawat Dakota ini sudah lambat, kalau menembak seolah pesawat diam, karena sambil memutar ditempat atau dikenal dengan gerakan Steep Turn.   Steep Turn adalah gerakan berputar dan mempertahankan ketinggian, ini termasuk manouver berat bagi pilot Transport.   Senjata yang digunakan pesawat Dakota adalah jenis SMB (Senapan Mesin Berat) AN M3 Kaliber 12,7 mm.  Senjata dipasang disebelah kiri pesawat, bukan dipasang didepan seperti yang dipasang pada pesawat tempur.  

Sewaktu operasi di Timor Timur di tahun 1975, TNI Angkatan Udara mengerahkan 2 pesawat Dakota yang dipersenjatai yaitu T 486 dan T 487.    Pesawat Dakota memang bukan di design untuk Pesawat Tempur, namun dimodifikasi untu bisa menyerang dari udara.   Hasil Tembakannyapun bukan pin poin tetapi tembakan acak, dengan tujuan utama menurunkan moril musuh.   Peran Pesawat Dakota sebagai Pesawat Tempur berhenti setelah hadirnya Pesawat Tempur OV - 10 Bronco di tahun 1976.  

Dengan datangnya pesawat Tempur OV - 10 Bronco, bukan berarti misi Dakota berhenti.   Pesawat Dakota sesuai fungsinya sebagai pesawat transpoort, tetap ikut operasi di Timor Timur.    Penulis saat itu masih sebagai Copilot, tetapi merasakan ketegangan dalam operasi.   Melaksanakan Penerjunan Pasukan bukan hal yang menegangkan karena terbang masih relatif tinggi.   Operasi yang menegangkan adalah menerjunkan barang dukungan logistik seperti beras dan kebutuhan makan lainnya, dengan terbang sangat rendah seperti mau mendarat, saat itulah barang barang didorong keluar.  Walaupun dicari tempat yang jauh dari lokasi musuh, toh sempat ekor pesawat yang penulis terbangkan berlobang kena tembakan musuh.

Adapun julukan pesawat DC 3 untuk versi sipil dan C 47 untuk versi militer diantaranya :

1. Dakota
2. The Flying Vagrant
3. Grand Old Lady
4. Skytrain
5. The Flying Elephant
6. Gooney Bird
7. Dumbo
8. Taby
9. Seulawah
10. Den Bey
11. Puff The Magic Dragon
12. Spooky
13. FC (Fighter Cargo)
14. AC (Attack Cargo)

Mungkin belum ada pesawat yang mempunyai julukan seperti pesawat DC 3 atau C 47, dan tidak heran kalau pesawat Dakota merupakan Legendaris dikelasnya (Penulis Marsda TNI Purn Tumiyo/ Pilot Dakota di TNI AU)






Sabtu, 14 Januari 2017

DAFTAR DANLANUD ABD S


1. Tahun 1946, Bpk Abdulrahman Saleh
2. Tahun 1950 sd 1953, Bpk Suwarno
3. Tahun 1953 sd 1954, Bpk Hanafie
4. Tahun 1954 sd 1962, Bpk Gunadi
5. Tahun 1962 sd 1964, Bpk Suyitno
6. Tahun 1964 sd 1966, Bpk Sudarman
7. Tahun 1966, Bpk Harsono
8. Tahun 1966 sd 1967, Bpk Dasio
9. Tahun 1967 sd 1970, Bpk Sumarto
10. Tahun 1970 sd 1973, Bpk Amir
11. Tahun 1973 sd 1977, Bpk Mudjio
12. Tahun 1977 sd 1981, Bpk Sumarno
13. Tahun 1981 sd 1983, Bpk Sularso
14. Tahun 1983 sd 1984, Bpk Susanto
15. Tahun 1984 sd 1986, Bpk Sudjarwo
16. Tahun 1986 sd 1987, Bpk Rukandi
17. Tahun 1987 sd 1990, Bpk Sugiarto 
18. Tahun 1990 sd 1992, Bpk A.Fuad *
19. Tahun 1992 sd 1993, Bpk Sutoro
20. Tahun 1993 sd 1996, Bpk Bachrudin *
21. Tahun 1996 sd 1997, Bpk Tjutju D *
22. Tahun 1997 sd 1999, Bpk Alimunsiri
23. Tahun 1999 sd 2001, Bpk Tumiyo (Walet 05) *
24. Tahun 2001 sd 2002 , Bpk Made Oka *
25. Tahun 2002 sd 2005, Bpk Amirullah *
26. Tahun 2005 sd 2007, Bpk Yushan S (Walet 08)*
27. Tahun 2007 sd 2008, Bpk Irawan S
28. Tahun 2008 sd 2010, Bpk Anom *
29. Tahun 2010 sd 2012, Bpk Dwi P *
30. Tahun 2012 sd 2014, Bpk Gutomo *
31. Tahun 2014 sd 2015, Bpk Sungkono *
32. Tahun 2015, Bpk Hadi Tjahyanto (Walet 27)*
33. Tahun 2015 sd 2017, Bpk Djoko S *
35. Tahun 2017 sd 2018 ,  Bpk Julexy *

36. Tahun 2018 sd 2019 Bpk Andi Wijaya *

37. Tahun 2019 sd 2020 Bpk Hesly Paat (Walet 35)*

38. Tahun 2020 sd 2021, Bpk Wayan Suparman *

39. Tahun 2021 sd 2023, Bpk Zulfahmi (Walet 38 )*

40. Tahun 2023. Bpk Fairlianto*

41. Tahun 2023 sd 2025 Bpk Firman*

42. Tahun 2025 - Bpk Reza*





,