Jumat, 21 Februari 2025

PELANTIKAN SERENTAK PARA KEPALA DAERAH

Untuk pertama kali dalam sejarah pelantikan secara serentak untuk para Gubernur, Bupati dan Walikota hasil Pilkada 2024 di Istana Merdeka Jakarta.   Pada tanggal 20 Februari 2024 Presiden Prabowo melantik 961 Kepala Daerah yang terdiri dari 33 Gubernur, 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati dan 363 Wakil Bupati, serta 85 Walikota dan 85 Wakil Walikota.   Pelantikan 961 Kepala Daerah oleh Presiden, juga menegang record jumlah personil terbesar karena Pelantikan  Perwira Lulusan Akademi TNI dan POLRI tahun lalu hanya 906 Perwira.
Pelaksanaan Pelantikan kali ini merupakan Perwujudan dari  UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.   Dalam UU tersebut, Pemilu dan Pilkada digelar serentak di tahun yang sama Tahun 2024. Pemilu diselenggarakan pada 14 Februari 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Sedangkan Pilkada diselenggarakan pada 27 November 2024 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya membela kepentingan rakyat dan menjaga persatuan meski berasal dari latar belakang yang berbeda.  Pidato lengkap sebagai berikut :

Yang saya hormati Wakil Presiden RI saudara Gibran Rakabuming Raka

Yang saya hormati Ketua MPR RI saudara Ahmad Muzani beserta para Wakil Ketua MPR RI yang hadir

Yang saya hormati Wakil Ketua DPR RI Prof. dr. Sufmi Dasco beserta Wakil Ketua DPR RI yang hadir

Yang saya hormati Ketua DPD RI saudara Sultan Najamudin beserta para Wakil Ketua DPD RI yang hadir Para pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir

Yang saya hormati para Menteri Koordinator, para menteri, para kepala badan, wakil menteri, dan seluruh Kabinet Merah Putih

Para ketua umum partai politik, Ketua Umum Partai Golkar saudara Bahlil Lahadalia

Yang saya hormati Ketua Umum Partai Demokrat saudara Agus Harimurti Yudhoyono

Yang saya hormati Ketua Umum Partai Amanat Nasional saudara Zulkifli Hasan

Yang saya hormati Ketua umum PKB saudara Muhaimin Iskandar

Yang saya hormati Ketua Umum Partai Nasdem saudara Surya Paloh

Yang saya hormati Ketua Umum PKS Ahmad Saikhu

Yang saya hormati Ketua umum Partai Gelora Anis Matta

Yang saya hormati Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan saudara Mardiono

Yang saya hormati Ketua Harian Partai Gerindra yang hadir dan Sekjen.

Ketua umumnya saya sendiri dan yang mewakili Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Prima, Partai Garuda Republik, dan PDI Perjuangan

Yang saya hormati seluruh hadirin undangan, para Ketua DPRD serta seluruh keluarga pejabat yang baru saja dilantik. 

Selamat pagi dan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara. Yang saya hormati dan saya banggakan 961 pejabat gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota masa jabatan 2025-2030 dari seluruh Indonesia yang hadir. 

Saudara-saudara tentunya sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan maha kuasa Tuhan maha besar bagi umat Islam Allah Subhanahu wa ta'ala yang memiliki sekalian alam hanya kepada-Nya-lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya-lah kita meminta pertolongan. 

Kita bersyukur segala karunia yang telah diberikan kepada kita atas kesehatan yang diberikan kepada kita sehingga hari ini kita dapat berkumpul di Istana merdeka untuk melaksanakan pelantikan gubernur wakil gubernur bupati wakil bupati wali kota dan wakil wali kota seluruh Indonesia. 

Saudara-saudara, pertama-tama Saya ingin ucapkan selamat atas pelantikan saudara-saudara saya juga ingin menyampaikan selamat atas mandat yang diberikan oleh rakyat dari daerah masing-masing saya juga ingin menyampaikan selamat atas terpilihnya saudara-saudara menjadi kepala daerah masing-masing. 

Saudara-saudara, ini saya kira adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita kita lantik 33 gubernur 33 wakil gubernur 363 Bupati 362 wakil bupati 85 walikota 85 wakil walikota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah. ilantik serentak di Istana merdeka oleh Kepala negara. 

Saudara-saudara sekalian ini juga menunjukkan kepada kita sekalian betapa besar bangsa kita dan juga bahwa bangsa kita yang demikian besar yang keempat terbesar dari jumlah penduduk di seluruh dunia bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup demokrasi yang berjalan demokrasi yang dinamis. 

Saudara-saudara yang berdiri di depan saya berasal dari partai-partai yang berbeda-beda. Saudara-saudara telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan saudara telah turun ke rakyat, saudara telah meminta kepercayaan rakyat dan Alhamdulillah saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat masing-masing. 

Saudara-saudara, saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat, saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka itu adalah tugas kita itu adalah tugas kita. 

Walaupun kita mungkin berasal dari partai berbeda-beda, dari agama yang berbeda-bed,a dari suku yang berbeda-beda tapi kita telah lahir dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar merah putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu. 

Saudara-saudara sekalian, saya kira saya tidak akan lama karena kita akan jumpa dalam dalam retret yang akan dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang, saya akan jumpa saudara di situ dan mudah-mudahan saudara akan kuat. Yang ragu-ragu boleh mundur. 

Saudara-saudara, Saya kira demikian ingin saya sampaikan marilah kita mengabdi pada rakyat kita berbuat yang terbaik untuk rakyat kita. 

Merdeka, Merdeka, Merdeka








Selasa, 18 Februari 2025

LAGU RAKYAT SENJA

Tulisan ini saduran Ketum LVRI Letjen TNI HBL Mantiri dalam WAG para Pengurus LVRI, yang membernya seluruh Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah.  Judulnya diawali  Lagu Rakyat Senja,  melukiskan pemilik Property Mewah  di Hongkong yang sedang menderita Sakit .  Cerita selengkapnya sebagai berikut :

Tidak lama setelah beberapa properti mewah di Hong Kong terjual dengan diskon 70%, kabar mengenai pemilik terkaya Hong Kong, Li Ka-shing, yang sedang sakit parah, beredar. 
Waktu yang tersisa tidak banyak baginya, dia menulis Lagu Rakyat Senja  di tempat tidurnya, merasa menyesal atas banyak hal yang sudah terlambat untuk dilakukan.   Sepertinya kesetaraan sejati di dunia ini adalah kematian, baik itu bagi orang terkaya maupun orang miskin.

Sebelumnya, Li Ka-shing percaya pada obat panjang umur, dengan menyuntikkan biaya jutaan untuk setiap suntikan, namun itu tidak bisa memperpanjang hidupnya.
Dia berusia 92 tahun, selama bertahun-tahun menjadi orang terkaya, dia adalah seorang pekerja keras, pengusaha terkenal, baru pada tahun 2018 dia mengumumkan pensiun, setelah pensiun, dia mulai menikmati hidup!

Sekarang, dia memiliki waktu luang, dia menulis Senja Balat  ini, untuk dibagikan kepada semua orang.    Takdir kehidupan adalah nol, tidak peduli apa yang Anda lakukan.  
Mulai dari nol, hasilnya cuman nol.   Jalani hidup dengan sikap yang alami saja.    Jangan berpikir untuk menjadi kaya di akhir hayat, apa yang datang tidak jelas, apa yang pergi membuat bingung.    Apakah itu milikmu sebelum hidup atau setelah mati?   Harusnya kamu sadar, jangan tertipu.

Jika kamu puas, kamu akan bahagia, dan hidup tua akan menyenangkan.   Jangan terlalu senang dengan kekayaan, jangan terlalu sedih dengan kemiskinan, jalani hidup dengan alami dan bebas.  Jangan pernah memaksa, jangan pernah bertengkar, kehidupan adalah seperti mimpi dan kabut. 
Langit kosong, bumi kosong, kehidupan manusia hanyalah bayangan.

Matahari kosong, bulan kosong, air sungai selalu mengalir ke timur.    Ladang kosong, rumah kosong, pemiliknya terus berganti.   Cinta kosong, rasa kosong, akhirnya semuanya akan pergi ke cerobong asap tinggi.    Emas kosong, perak kosong, apa yang akan kamu pegang setelah kematian?

Nama kosong, keuntungan kosong, ketika mata tertutup, mimpi indah berakhir.   Kemenangan kosong, kekalahan kosong, kehidupan adalah seperti mimpi yang berakhir.  Jabatan kosong, kekuasaan kosong, tidak ada yang duduk di istana sepanjang hidup. 
Kekayaan kosong, kemiskinan kosong, hidup ini harus kamu terima dengan baik.

Musim semi pergi, musim panas datang, musim gugur dan musim dingin berganti, pasang surut laut tidak pernah berakhir, melihat dunia dengan pikiran yang jernih.    Setiap keluarga memiliki kesusahan yang sulit diucapkan,  jangan biarkan kekhawatiran menghantui pikiran.   Membesarkan anak adalah kewajiban, membantu mereka adalah kebahagiaan. 
Anak cucu akan memiliki nasib mereka sendiri, jangan biarkan mereka terperangkap. 
Selama tua kamu harus sehat, hidup dalam kebahagiaan.

Pagi pergi ke barat, malam pergi ke timur, manusia seperti lebah mengumpulkan madu.    Untuk siapa madu itu?    Manis, hidup penuh dengan kesulitan yang sia-sia.    Lihatlah dengan luas, berpikirlah dengan jernih, jadilah tua yang damai dengan dunia.

Dari jauh, rumah sakit seperti surga, menyelamatkan banyak orang.    Dari dekat, rumah sakit seperti bank, mengumpulkan banyak uang.   Masuk ke rumah sakit adalah seperti penjara, lebih baik mencegah sejak dini!
Kesehatan adalah aset tak terlihat, menjaga kesehatan seperti menabung di bank. 
Penyakit seperti membayar utang, penyakit serius dapat menguras semua kekayaan. 
Jangan menganggap enteng, pada saat menyesal sudah terlambat!

Lebih baik berdiri dan menjaga kesehatan sendiri, jangan terbaring dan ditipu orang lain! 
Jika tidak menjaga kesehatan, akan menjadi biaya besar.  
Cintailah keluarga Anda dengan mencintai diri sendiri.    Mencintai diri sendiri adalah tindakan bijak!.   Hidup terlalu singkat, jangan terlalu khawatir tentang uang!.  Kekayaan tak berujung, tidak akan membawa matahari terbenam.  Emas seberat seribu koin, tidak akan membawa kesehatan tubuh.  Hidup dan mati ditentukan oleh takdir, kemakmuran ada di tangan Tuhan!

Ada waktunya untuk segalanya, jangan memaksakan saat yang tidak tepat!.   Anak cucu akan memiliki nasib mereka sendiri, jangan biarkan mereka menjalani hidup yang sulit!. Hidup terlalu singkat, jangan terlalu serius!    Prestasi dan keuntungan hanyalah awan yang lewat; kemuliaan dan kekayaan hanyalah pesta sesaat.

Dalam sekejap, rambut hitam menjadi putih, segala hal menjadi asap, mengapa harus selalu dipikirkan, mengapa harus selalu mencari masalah! Sepuluh resep kebahagiaan:
1. Buka mata, 
2. Buka pikiran, 
3. Relakan, 
4. Lepaskan, 
5. Mengalah, 
6. Toleransi, 
7. Pengertian, 
8. Menyerah, 
9. Rela, 
10. Baik.

Artikel Li Ka-shing ini sangat bagus, layak untuk dibaca, hal baik harus dibagikan. 
Semoga kita bisa melihat dengan jelas lebih awal ( Ketum DPP LVRI)

Minggu, 16 Februari 2025

BANYAK CARA UNTUK SOSIALISASIKAN JSN 45 KE MASYARAKAT

Awal Tahun 2025 ini DPP LVRI melalui Departemen Pewarisan sudah mulai melaksanakan Pelatihan untuk menjadi Sosialisator JSN 45 di UPN Veteran Jakarta.   Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 3 sd 8 Februari 2025.   Dibuka oleh Waketum 1 DPP LVRI Letjen TNI Purn Muzani Syukur.   Pelatihan diikuti oleh 32 Dosen dan anggota Pengurus Baru DPP LVRI.  Penulis selaku Kadep Kominfo ikut hadir dalam acara Pembukaan Pelatihan Calon Sosialisator JSN 45 tersebut guna meliput jalannya acara maupun giat pelatihan. 

10 Hari sebelum meliput Pelatihan Sosialisator JSN 45 di UPN Veteran Jakarta, penulis mendapat undangan dari Pemilik Koridor TV di Graha Jurbanalis di Jl Gudang Peluru Tebet, Jakarta Selatan untuk Ngopi Sore sambil bincang-bincang tentang Perumahan. Kebetulan pemilik Koridor TV adalah Pemred Majalah Property&Bank dan Penulis termasuk pengisi tetap di Majalah tersebut sejak tahun 2011.  Dapat dikatakan hampir 12 tahun isi Majalah Property&Bank dan selalu masalah Perumahan. 

Sejak sebelum pensiun selama menjadi Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi, penulis selalu ikuti perkembangan ASABRI dan YKPP (Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit).   ASABRI dan YKPP mempunyai tupoksi untuk meningkatkan Kesejahteraan Prajurit terutama dalam Bidang Perumahan.  ASABRI menyiapkan Bantuan Uang Muka bagi Prajurit yang akan KPR, YKPP sebagai pelaksananya.  Setiap 3 bulan penulis membaca Laporan dari ASABRI dan YKPP atas disposisi Menhan.   Kebetulan Menhan itu Regulator ASABRI dan Pembina YKPP.   

Setelah Pensiun penulis sebagai Ketua YKPP, kemudian menjadi Komisaris Perum Perumnas. Selanjutnya menjadi Dewan Penasehat REI dan tahun 2021 ikut mendirikan LPP3PI (Lembaga Pengkajian Pembangunan Perumahan dan Perkembangan Perkotaan Indonesia. Bahkan tahun 2011 - 2016 sempat sebagai Anggota Pembina YPP3PI dimana Ketua Pembinanya adalah mantan Menteri Perumahan Rakyat Alm Bpk Yusuf Ashari. 

Pada tanggal 23 Januari 2024, penulis diundang Pemilik Koridor TV yang kebetulan Pemred Majalah Property&Bank di Graha Jurnalis untuk Acara Ngopi Sore dan bincang-bincang 3 juta rumah Program Presiden Prabowo.   Tidak terasa ngobrol lebih dari satu jam dan disiarkan sampai 4 episode.    

1. Episode Pertama, 
Dikasih judul Perjalanan Jendral MBR selama sekitar,, menit dan dapat dibuka di https://youtu.be/mSmhAzj2ISg?si=lRFwQx4hcjNMsuD3

2. Episodes Kedua, 
Dengan judul Cerita Para LVRI, sekitar,,, menit, dapat dibuka di https://youtu.be/b7D3Rlp-luU?si=v6O4qUznOiW6AoFH

3. Episode Ketiga, 
Berjudul Mau Kemana Program 3 Juta Rumah? Sekitar,,, menit, dapat dibuka di https://youtu.be/mSmhAzj2ISg?si=lRFwQx4hcjNMsuD3

4. Episode Keempat atau Terakhir , 
Diberi judul Backlog Rumah Yang Tidak Kunjung Usai sekitar,, menit, dapat dibuka di https://youtu.be/4hya33FjkW0?si=YmYkH99C0aLoGMnq

Bagi penulis sebagai Anggota Veteran RI yang kebetulan juga sebagai Kadep Kominfo DPP LVRI sekaligus Pemred Majalah Veteran, hukumnya wajib untuk mensosialisasikan apa itu JSN 45.   Oleh sebab itu dalam ngopi bareng dan bincang-bincang Program 3 Juta Rumah Prabowo penulis selipkan tentang JSN 45.   Oleh Pemilik Koridor TV malah disiarkan dalam episode kedua.   Dengan disiarkan di Koridor TV, paling tidak pasti ada masyarakat yang melihat maupun membuka akunnya. 

Sebagai jurnalis amatiran, setiap ada kegiatan di DPP LVRI, Penulis mempunyai hobi menulis di Blog Pribadi.   Seperti kegiatan Pelatihan untuk Sosialisator JSN 45 bagi para dosen UPN Veteran Jakarta, setelah saya tuangkan di Blog Pribadi ternyata di Media Nasional seperti Republika, Indonesia News maupun Media Lokal seperti KR Yogya ikut menyiarkan.   Bukan hanya saat Pelatihan JSN 45, saat Pemberian Penghargaan Bintang LVRI kepada BOD PT Bumitama Gunatama Agro, baik Republika maupun KR Yogya memuat berita tersebut. 

Bagi penulis atau sebagai Anggota Veteran Republik Indonesia, kapanpun dimanapun mensosislisasiksn JSN 45 itu hukumnya wajib. Terutama kepada masyarakat atau generasi penerus.   LVRI itu sudah ada UU nya yaitu UU No 15 tahun 2012, adanya Kepresnya.   Kepres tentang AD/ART yang terakhir ada Kepres No 21 Tahun 2023, yang perlu diketahui oleh seluruh Warga Negara Republik Indonesia.   Semoga JSN 45 semakin membumi di Indonesia, warisan pendahulu tentang Cinta Tanah Air, Rela Berkorban, Anti Penjajah dan Percaya Diri tetap berkobar dihati Penerus Bangsa,, MERDEKA



Sabtu, 15 Februari 2025

PEMIKIRAN, SIKAP DAN TINDAKAN AH NASUTION



(CATATAN RINGKAS DARI ACARA KELAS PEMIKIRAN AH NASUTION)
Oleh: M.Hatta Taliwang

I. Nasution adalah seorang pemberani indikasinya :

1.Keputusan untuk membumi-hanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoeangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946.
Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi dari Kota Bandung.Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.Mengapa Bandung harus dibakar bisa dibaca pd kisah Bandung Lautan Api.

2.Menindak dan menumpas pelaku Peristiwa Madiun 1948 dengan mengerahkan Pasukan Siliwangi ke Madiun meskipun mungkin ada teman atau tokoh yg dikenalinya.

3.Nasution  berani melakukan RASIONALISASI KEPANGKATAN SAMPAI DUA KALI.
Perlawanan intern AD saat itu cukup berat
Nasution hadapi itu dgn tenang dan menjelaskan..

Kepangkatan Nasution justru mengikuti rasionalisasi . Mulai sebagai Kolonel ketika TNI dilahirkan tahun 1945. 

Sebagai Panglima Siliwangi pertama Mei 1946 dalam usia 28 tahun dengan pangkat Mayor Jenderal. Akan tetapi, pada awal 1947, untuk menjadi contoh rasionalisasi 
dalam Teritorium  Siliwangi, Nasution diturunkan pangkatnya kembali sebagai Kolonel. 

Februari 1948, Nasution diangkat menjd Wakil Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) dengan pangkat Mayor Jenderal. Dalam kemelut reorganisasi di 
tahun 1948, Nasution turun kembali menjadi Kolonel dan itu adalah atas usulnya 
sendiri. Sampai dengan 1948 atau 1949, pangkat Nasution terus bertahan di Kolonel, 
meski menjabat sebagai Panglima Komando Jawa dan menjadi KSAD (1949- 1952).



4.Memimpin 17 Pamen TNI( Kolonel dan Letkol) mendatangi Presiden menuntut pembubaran DPR hasil UUDS50/ KMB

5.Menindak  pergolakan daerah oleh PRRI, PERMESTA, DI/TII. Mengingat saat itu ada lk 100 ribu pucuk senjata diluar kendali Pemerintah. 

6.Bersama Presiden Soekarno menyiapkan Perang melawan Belanda dlm rangka merebut Irian Barat.

7. Tak mau melepas jabatan Menko Hankam / KASAB dlm situasi gawat dimana situasi belum menentu pasca G30S/PKI.
Menugaskan Kol Worang  utk menjaga gedung Hankam/Kasab dari perebutan dan tak boleh ada yg menurunkan plang Hankam/ KASAB.

8.Menolak penunjukan Mayjen Pranoto Reksosamudro sbg KSAD pengganti Letjen A Yani pasca G30S dan membela Soeharto sbg KSAD sesuai standing order saat itu klo KSAD berhalangan diganti oleh Pangkostrad.  

9.Dalam operasi anti Korupsi selama 2 kali memimpin Lembaga Anti Korupsi  menetapkan beberapa orang penting sbg tersangka.

II.NASUTION BERPIKIR STRATEGIS, misalnya menawarkan ada 3 cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah Cina perantauan yg jd isu nasional saat itu, sesuai rekomendasi Nasution selaku Penguasa Perang Pusat (Peperpu):

1.Cina WNI agar melakukan asimilasi.

2.Cina non WNI dibatasi kesempatan berdagang. Hanya boleh berdagang di kota dan tidak boleh berdagang di desa.

3.Cina Non WNI yang pengangguran diminta pulang ke Republik Rakyat Cina (RRC).

Ini menjadi konsep Ketahanan Nasional. Banyak perwira yang mendukung konsep asimilasi.
Tindakan-tindakan TNI ini kemudian diambil alih oleh pemerintah dan diperlunak menjadi Peraturan Presiden Nomor 10 yang terkenal itu.
Terjadi pemulangan puluhan ribu warga Cina ke Tiongkok.
Ini membuat pemimpin RRC marah.

III.NASUTION BERPIKIR ANTISIPATIF

1.Mendukung pengangkatan Soekarno menjadi Presiden Seumur Hidup, mencegah penggantian Presiden bila Pemilu 1963 dimenangkan oleh PKI.

2. Melakukan antisipasi tentang kegiatan PKI yg merencakan membentuk Angkatan Kelima, mendirikan Universitas Rakyat, membentuk Serikat Buruh, menguasai Kantor Berita, mendirikan koran Bintang Timur, menghadapi agitasi SETAN DESA dll dengan cara :

2.1.Membentuk Hansip Di desa.
2.2.Membentuk Resimen Mahasiswa
2.4.Mendirikan Perguruan Tinggi Dakwah Islam
2.5.Membuat koran Angkatan Bersenjata, Berita Yudha, dan  Suara Islam
2.6.Mendirikan Kantor Berita Pers Anak Bangsa ( PAB)
2.7.Melakukan Civic Mission /Operasi Karya semacam ABRI MASUK DESA belakangan.
2.8.Operasi Budi(Anti Korupsi)
2.9.Membentuk SOKSI

3.Membentuk partai tengah IPKI ( Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) saat diberhentikan sbg KSAD sbg akibat Peristiwa 17 Oktober 1952 dengan mengantisipasi partai kiri atau kanan menang Pemilu 1955 dimana IPKI mengkawatirkan nasib NEGARA PROKLAMASI ( istilah saat itu). Program utama IPKI  kembali ke UUD45 ( saat itu masih berlaku UUD Sementara 50) dan diwujudkan dg Dekrit Presiden 5 Juli 1959 atas dorongan Nasution.

IV. NASUTION SEORANG KONSEPTOR.

1.Pada 7 November 1955, Nasution diangkat Kepala Staf Angkatan Darat. Nasution segera  mengadopsi pendekatan tiga lipat. 

Pendekatan pertama adalah untuk merumuskan sistem tur tugas, sehingga perwira bisa ditempatkan di seluruh negeri dan mendapatkan pengalaman. 
Pendekatan ini juga akan menghasilkan perwira militer yang lebih profesional, bukannya merasa ikatan pribadi dan loyalitas ke provinsi dan daerah dari mana mereka berasal. 

Pendekatan kedua Nasution adalah untuk memusatkan pelatihan militer. Semua metode pelatihan pasukan sekarang akan seragam, bukan komandan daerah yang menyiapkan metode pelatihan pasukan mereka sendiri.

Pendekatan ketiga dan yang paling penting adalah untuk meningkatkan pengaruh militer dan kekuatan sehingga mampu mengurus dirinya sendiri, bukan mengandalkan keputusan sipil. Nasution tidak memiliki masalah menerapkan dua pendekatan pertama, tetapi dia harus menunggu untuk menerapkan pendekatan ketiga.

2.Membantu Panglima Sudirman. Nasution sebagai Panglima Jawa dan Wapangsar membantu Palima Besar Sudirman  dg konsep taktik perang gerilya.

3.Nasution merupakan konseptor JALAN TENGAH yang disampaikan pada tahun 1958
Konsep dasar yang ditawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil, tetapi pada saat yang sama tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.

V. NASUTION ORANG AMANAH
Presiden Soekarno sering ke Luar Negeri dlm waktu lama.Nasution praktis menjadi orang kedua setelah Bung Hatta mengundurkan diri 1956 .
Beberapa kolega dan teman dekatnya menggoda agar Nasution mengambil alih kekuasaan Soekarno dimana saat itu sedang musim kudeta militer di Amerika Latin, Asia dan Afrika.
Nasution tetap amanah tak tergoda. Klo tak salah alasannya sekali kudeta akan ada kudeta berikutnya.

VI. NASUTION SANGAT ISLAMI DAN MORALIS.
Tidak pernah kedengaran korupsi, hidup sederhana, tak kedengaran ada skandal dg perempuan.Ibadah dan sikapnya bagai seorang santri.

VII.TELITI DAN SABAR SERTA MENDIDIK

Semua tulisan2, BUKU2 NYA berdasarkan dokumen, data dihimpun dg sabar dan teliti.
Saat diberhentikan sbg KSAD, diisolir saat sbgai anggota Petisi 50,  tetap sabar, tetap berjuang demi rakyat yang dicintainya.

Catatan : Sekiranya ada yg kurang atau berlebihan mohon dikoreksi. Sumber saya tentu dari Buku Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 1 sd 9 karya Jen Bes Dr AH Nasution.

NOSTALGIA DI DILI

"Nostalgia di Langit Dili"

Langit sore di atas Dili tampak tenang, tapi hati saya selalu tak pernah tenang. Saat itu, saya masih seorang kopilot di pesawat Dakota, sebuah burung besi yang sudah kenyang pengalaman perang. Bandara Komoro adalah markas kami, bandara kecil dan satu2nya Bandara di Timor Timur yang sudah beraspal, hanya beberapa menit dari kota. Namun, meskipun dekat dengan peradaban, suasananya jauh dari damai.

Setiap hari, saya dan kru menjalani rutinitas yang tidak biasa. Kami siap terbang kapan saja, mengawal barang dan nyawa di bawah bayang-bayang perang. Meski tugas saya hanya “copilot,” rasanya seperti melangkah di medan perang setiap kali kaki menginjak kokpit. Di luar misi, kehidupan di mess pun tak kalah mencekam. Setiap malam, suara baku tembak dari selatan Dili menjadi musik pengantar tidur kami.

Pagi itu, seperti biasa, kami bersiap untuk misi dorlog (dropping logistik) ke Suai. Beras, obat-obatan, dan amunisi adalah nyawa bagi rekan-rekan kami yang bertahan di garis depan. Tidak ada landasan beraspal di sana, hanya hamparan rumput yang menunggu kami di tengah hutan. Kami terbang rendah, hampir menyentuh pucuk-pucuk pohon, berusaha menghindari tembakan musuh yang bisa datang dari mana saja.

Drop logistik dilakukan dengan "low-level cargo drop," barang-barang dilempar dari pintu belakang pesawat. Beras, jatah makan, dan kebutuhan lainnya jatuh di titik yang telah ditentukan. Namun, tak semua barang yang kami angkut untuk mereka. Kadang, pesawat ini juga menjadi saksi bisu kembalinya prajurit-prajurit yang telah gugur. Jenazah mereka kami angkut dari Suai atau Viqueque, tubuh mereka yang masih berlumuran darah segar adalah gambaran harga mahal yang harus dibayar untuk sebuah perjuangan.

Salah satu hari yang paling membekas adalah saat ekor Dakota kami dihantam tembakan. Peluru menembus bahan terpal di ekor pesawat, meninggalkan lubang kecil tapi cukup untuk mengguncang jiwa kami. Pesawat ini memang tangguh, bagian ekornya walau terbuat dari terpal  hanya dilapisi cat. Tapi itu cukup membuat kami sadar, bahwa hidup kami benar-benar berada di ujung sayap pesawat ini.

Meski setiap penerbangan penuh risiko, ada rasa bangga tersendiri dalam menjalani tugas ini. Kami bukan hanya menerbangkan logistik, tetapi juga harapan. Harapan bagi mereka yang bertahan di garis depan dan bagi mereka yang menunggu di rumah.

Kini, setiap kali saya mendengar kata "Dili," kenangan itu kembali seperti film. Saya bisa merasakan kembali deru mesin Dakota, bau darah yang menyengat, dan ketegangan yang seolah tak pernah hilang. Perang memang mengerikan, tetapi semangat untuk mempertahankan MERDEKA adalah alasan kami terus terbang.

Kamis, 13 Februari 2025

BINTANG LVRI DIBERIKAN SECARA SELEKTIF


Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI Purn HBL Mantiri mengemukakan Bintang LVRI adalah Tanda Penghargaan Tertinggi dari LVRI yang dianugerahkan kepada orang yang berjasa atas partisipasi dan kontribusi positifnya kepada LVRI. Pemberian Tanda Penghargaan LVRI tentu dilaksanakan secara selektif dan  tidak sembarangan, karena .kita harus menjaga marwah dan kehormatan kita sendiri sebagai LVRI.
Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI Purn HBL Mantiri dalam sambutannya pada acara Penganugerahan Tanda Penghargaan Bintang LVRI kepada Board of Director PT Bumitama Gunajaya Agro, Ir H. Roebianto di Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Acara tersebut dihadiri Ketua Wantimpus LVRI Komjen Pol Purn Dr. Drs. H Ito Sumardi, Waketum I Letjen TNI Purn Muzani Syukur, para Kadep DPP LVRI, Dirvet Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Imanuel Pasaribu, keluarga Ir. H Roebianto, serta Direksi dan pimpinan PT Bumitama Gunajaya Agro.
Menurut Ketum DPP LVRI, H Roebianto telah memberikan nyata yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan organisasi LVRI. “Ini adalah bentuk komitmen mulia Bapak yang dapat dirasakan secara langsung manfaatnya bagi LVRI secara keseluruhan. Untuk itu, kami atas nama seluruh anggota Veteran Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta menganugerahkan Bintang LVRI kepada Bapak Ir. H Roebianto. Semoga dengan penganugerahan Bintang LVRI ini, samangat kerjasama Bapak dengan kami semakin meningkat,” katanya.
Ir. H Roebianto menyatakan menerima penghargaan itu dengan  rasa haru dan kebanggaan yang luar biasa. “Jujur, saya tidak pernah bermimpi menerima penghargaan ini, apalagi mengharapkannya. Bagi saya yang penting adalah bekerja menjalankan tugas dan  tanggung jawab yang diberikan kepada saya, terus menebar nilai-nilai kebaikan dan berbuat bagi sesama,” ujarnya sembari menambahkan, dirinya tidak menyangka bahwa apa yang dia lakukan ada pihak, ada organisasi yang memantau apa yang dilakukannya, yang konon katanya memenuhi kriteria untuk menerima penghargaan itu.
Juga disampaikan melalui jalur swasta, seperti dirinya di dalam industri kelapa sawit berupaya tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme, pengentasan kemiskinan melalui peluang pekerjaan, kontribusi dalam membayar pajak dan  retribusi melalui pembangunan daerah-daerah di sekitar wilayah operasional. Perusahaan itu membayar pajak dan retribusi sebesar Rp1,3 triliun setiap tahun.

Acara penganugerahan Bintang LVRI itu diakhiri dengan foto bersama, pemberian ucapan selamat, dan ramah tamah.*