Selasa, 17 Oktober 2023

KAPAN ANGGOTA TNI POLRI MENJADI PESERTA TAPERA?

Penulis sebagai Pengamat Perumahan Amatiran, merasa tergugah kembali untuk menulis di Majalah Property&Bank yang sudah hampir setengah tahun berhenti.  Tulisan terakhir adalah tentang Rusun Wisma Atlit Dengan judul  http://tumiyohaji.blogspot.com/2023/04/wisma-atlit-riwayatmu-dulu.html bulan April 2023.   Kali ini penulis akan menyoroti tentang TAPERA. 

Dengan diundangkan UU no 4 tahun 2016 tentang TAPERA, Peraturan Pemerintah yang mengatur Pelaksanaan UU tersebut baru muncul di tahun 2020 dengan PP no 25 tahun 2020.   Kenapa PP ini baru terbit di tahun 2020 ? Padahal dalam UU disebutkan TAPERA mulai beroperasi dua tahun setelah diundangkan.   TAPERA ini memang sedikit rumit, cikal bakalnya adalah Baperrarum, satu sisi peserta Baperrarum hanya para PNS, sedangkan TAPERA untuk seluruh Pekerja bukan hanya PNS, tetapi TNI POLRI dan Pekerja lainnya baik dari BUMN maupun Swasta. 

Ternyata untuk selesaikan masalah hak peserta Bapertarum yang sudah pensiun juga sangat rumit.  Setelah Baperrarum dilikuidasi, para Pensiunanan PNS yang semula diproses Baperrarum harus diproses oleh BP TAPERA, berarti BP TAPERA tidak hanya mengurusi Pengembalian dana para Pensiunan PNS juga mengurusi masalah Perumahan yang pesertanya bukan hanya PNS atau ASN, juga melanjutkan Program FLPP.   Kerumitan ini ternyata diulas oleh detikNews tanggal 16 Oktober 2023, dimana pendataan sekitar 4 juta PNS aktif untuk menjadi Peserta TAPERA baru tercapai sekitar 49 %. 

Dalam PP No 25 tahun 2020, diharapkan mulai 2021 seluruh PNS/ASN menjadi peserta BP TAPERA, satu sisi sampai dengan Oktober 2023 baru mencapai 49 %.   Dalam 3 tahun baru mencapai 49 %, padahal diharapkan tahun 2027 diharapkan semua ASN, TNI POLRI dan semua pekerja sudah menjadi Peserta BP TAPERA.  Kelihatannya perjalanan TAPERA ini tidak akan mulus, paling tidak akan alami kelambatan seperti terbitnya PP yang mengalami kelambatan 4 tahun. 

Ini sudah 3 tahun lebih BP TAPERA beroperasi, namun Anggota TNI POLRI yang sebetulnya tidak berbeda jauh dengan PNS atau ASN, kenapa belum dimulai untuk menjadi peserta BP TAPERA?  Padahal untuk ASN, TNI POLRI dalam pemupukan dana paling efektif dan efisien.   ASN, TNI POLRI mempunyai penghasilan tetap dan sebagai pegawai pemerintah bisa lansung potong gaji.  Oleh sebab itu untuk memuluskan kinerja BP TAPERA ada beberapa saran atau langkah sebagai berikut :

1. Perlu Kepastian kapan Anggota TNI POLRI  dimasukkan dalam peserta BP TAPERA

2. Untuk tidak mengecewakan Pensiunan PNS, yang notabene awalnya sebagai peserta Baperrarum, dalam mencairkan tabungan mereka hindari kesan BP TAPERA mempersulit. 

3.  Di lapangan pada umumnya para ASN maupun Pensiunan PNS tidak memahami apa itu TAPERA oleh sebab itu BP TAPERA harus gigih dalam sosialisasi. 

4. Sosialisasi BP TAPERA selama ini hanya di lingkungan Pemda, belum melibatkan TNI POLRI, disarankan mulai sosialisasi di instansi TNI POLRI

5. Mengingat BP TAPERA itu menangani Kebutuhan Rumah untuk ASN, TNI POLRI maupun Pekerja di lingkungan BUMN serta Pekerja Swasta disarankan Pejabat di BP TAPERA ada dari Lingkungan TNI POLRI. 

Semoga tulisan ini menggugah BP TAPERA untuk lebih semangat, serta tujuan undang undang untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau segera terwujud (oleh Marsda TNI Purn Tumiyo/mantan Ketua YKPP/mantan Dewas Perumnas/Pengurus DPP LVRI) 






Rabu, 11 Oktober 2023

RANDUBLATUNG MEMANG LUAR BIASA

PENDAHULUAN

Menjelang 50 tahun Pengabdian Randublatung, penulis membuat catatan atau refleksi perjalanan Randublatung dalam pengabdiannya.   Sejak dilantik tahun 1973 tepatnya tanggal 11 Desember 1973, tidak terasa tahun 2023 ini sudah setengah abad. Dari total 142 Anggota Randublatung, saat ini yang masih diberi umur panjang masih ada 86 orang karena berdasar catatan penulis yang telah dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa 56 orang.  

Penulis sengaja mengambil judul Randublatung Memang Luar Biasa, karena jejak digital nya tidak bisa dipungkiri.  Randublatung adalah sebutan Cadaka Dharma Udara, dimana  Alumni AKABRI 73  dikenal sebagai Cadaka Dharma.  Untuk Alumni AKABRI Darat disebut Cadaka Dharma Puncak Tidar, untuk Laut di kenal Cadaka Dharma Prajatama dan untuk Kepolisian di kenal dengan Cadaka Dharma Pratidina. Semua pihak tidak bisa nemungkiri bahwa prestasi AKABRI 73 adalah bisa memimpin Negara Republik Indonesia, menjadi Presiden Republik Indonesia selama dua periode yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Namun dalam refleksi kali ini khusus membahas Prestasi Randublatung. 

RB SAAT AKTIF

Ada yang bilang bahwa matang matangnya Prajurit Lulusan AKABRI atau Akademi Militer adalah saat pangkat mayor letkol.   Oleh sebab itu anak SBY yang bernama AHY, saat meniti karier berpolitik dipersiapkan saat masih pangkat mayor. Nah kalau kita menengok ke belakang ini temen temen Randublatung saat pangkat Mayor Letkol yang sudah menduduki Jabatan strategis : 

Untuk Jabatan Komandan Skadron Udara :

1. Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb Djoko Suyanto
2. Komandan Skadron Udara 15 Mayor Pnb Toto Riyanto
3. Komandan Skadron udara 3 Mayor Pnb Wresniwiro
4. Komandan Skadron 4 Mayor Pnb Tumiyo 
5. Komandan Skadron 101 Mayor Pnb Suminar Hadi

Penulis adalah satu-satunya Penerbang Transport yang menjadi Komandan Skadron Udara, setelah Komandan Skadron Udara, penulis satu-satunya yang tidak menjadi Komandan Pangkalan.   Dimana Letkol Pnb Djoko Suyanto Komandan Pangkalan Jayapura, Letkol Pnb Wresniwiro Komandan Pangkalan Biak, Letkol Pnb Toto Riyanto Komandan Pangkalan Medan, Letkol Pnb Suminar Hadi Komandan Pangkalan Palembang, sedangkan penulis masuk staf di Mabes ABRI.  Penulis sempat down karena ada senior berkomentar, kamu kok sudah masuk kotak. 

Untuk Jabatan Komandan Pangkalan :

1. Komandan Pangkalan Rembiga Mayor Pnb Herman Prayitno
2. Komandan Pangkalan Banjarmasin Mayor Pnb Gadiono
3. Komandan Pangkalan Manado Mayor Lek Kumbiono
4. Komandan Pangkalan Ambon Mayor Lek Chris Sukardjono
5. Komandan Pangkalan Palembang Mayor Pnb Cokro Suharto. 
6. Komandan Pangkalan Astrakerta Mayor Imam Sudjono
6. Komandan Pangkalan Kendari Mayor Bambang Sumardiono. 

Untuk Jabatan Komandan Satuan Radar  :

1. Komandan Satrad TPI Mayor Lek Wahono
2. Komandan Satrad Balikpapan  Lek Broto Wiyono
3. Komandan Satrad Sibolga Mayor Lek Victor Sudarisman
4. Komandan Satrad Ranai Mayor Lek Suyanto
5. Komandan Satrad Nliyep Mayor Lek Wifak Santoso

Untuk Jabatan Komandan Skadron Paskhas :

1. Komandan Skadron 463 Mayor Pas Muyanto
2. Komandan Skadron 465 Mayor Pas Demak Tambuban 
3. Komandan Skadron 466 Mayor Pas Daromi
4. Komandan Skadron 467 Mayor Pas Sutoporanto

Selanjutnya untuk jabatan Letkol/Kolonel yang menduduki jabatan jabatan strategis diantaranya :

1. Jabatan Atase Udara : Kolonel Pnb Toto Riyanto, Kolonel Pnb Wresniwiro, Kolonel Pnb Tumiyo
2. Jabatan Dandepo : Kol Kek Broto Wiyono, Kol Pas Daromi, Kol Tek Bambang Haryanto
3. Jabatan Danlanud : Kol Lek Fachrudin Said

Jabatan Lanud kelas A dan Kadis atau Setingkat Bintang 1

1. Komandan Lanud Adi Sucipto Marsma TNI Toto Riyanto dan Marsma TNI Wresnieiro
2. Komandan Lanud Iswahyudi Marsma TNI Djoko Suyanto dan Marsma TNI Djoko Suyanto
3. Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Tumiyo
4. Kadisminpers Marsma TNI Herman Prayitno dan Marsma TNI Suyitmadi
5. Kadisbangops Marsma TNI Budi Hartanto

Jabatan untuk bintang dua

1. Jabatan Pangkooaau II Marsda TNI Djoko Suyanto, 
2. Danseskoau Marsda TNI Herman Prayitno
3. Pang Kohanudnas Marsda TNI Wresni Wiro dan Marsda TNI Djoko Porwoko
4. Aspersau Marsda TNI Mulyanto dan Marsda TNI Agus Mudigdo
5. Deputy BIN Marsda TNI Victor Sudarisnan
6. Staf Ahli Menhan Marsda TNI Tumiyo
7. Staf Ahli Kasau Marsda TNI Sholeh Tridjoko










Sebagai anggota Randublatung, sudah sewajarnya untuk bangga. Bagaimana tidak bangga sewaktu masih aktif semua jabatan di lingkungan TNI AU, tidak ada yang tidak di pegang Randublatung. Bahkan pimpinan puncak TNI juga dipegang oleh  Randublatung.  Tidak hanya pimpinan puncak TNI, Kemenkopolhukam pun juga ditangan Randublatung.  Jejak digital para kiprah Randublatung tdk bisa dipungkiri, sewaktu Randublatung terlibat di Kabinet, fakta situasi di bidang Politik, Hukum dan Keamanan bisa dibilang kondusif, ada kenyamanan untuk berkerja dan berkarya. 

Tulisan dengan judul RANDUBLATUNG MEMANG LUAR BIASA, karena setelah purnapun Randublatung masih dipercaya untuk pegang beberapa jabatan.  Diantaranya mendapat amanah menjadi Ketum PPAU periode 2008 sd 2013, siapa beliau? Adalah Marsekal TNI Purn Herman Prayitno.   PPAU adalah organisasi Purnawirawan TNI Angkatan Udara,  Ketum PPAU sebelumnya adalah Marsekal TNI Purn Hanafi Asnan.   Padahal masih ada Mantan Kasau uang lebih senior, namun ternyata Randublatunglah yang terpilih. Selepas Ketum PPAU Marsekal TNI Purn Herman Prayitno di percaya sebagai Dubes di Malaysia.  Menyusul sebagai Dubes adalah Marsekal Madya Totok Riyanto sebagai Dubes di Brasil.

Selanjutnya tidak kalah hebatnya Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto setelah menjabat Panglima TNI langsung menjadi Menkopolhukam. Untuk menjabat Menkopolhukam juga demikian, banyak senior yang memenuhi syarat, namun kembali Randublatung terpilih sebagai Menkopolhukam.  Di tahun 2013 saat Kongres III PPAU, karena Ketum PPAU untuk periode 2008 - 2013 diangkat sebagai Dubes Malaysia terpilih lagi Randublatung Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto sebagai Ketum PPAU menggantikan Marsekal TNI Purn Herman Prayitno.   Kembali Randublatung memegang tampuk Pimpinan PPAU periode 2013 - 2018.    Randublatung Memang Luar Biasa pada Kongres IV PPAU, Marsekal TNI Djoko Suyanto terpilih kembali sebagai Ketum PPAU untuk periode 2018 - 2023.   Sebetulnya pada Kongres ke V PPAU tahun 2023 semua pengurus dari Ranting, Cabang maupun Pusat masih menghendaki Randublatung sebagai ketumnya, namun karena Randublatung sudah memimpin 3 periode, Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto menyerahkan pucuk pimpinan PPAU kepada generasi yang lebih muda. 

Penulis walaupun tidak sehebat Ketum PPAU, Menkopolhukam maupun Duta Besar, setelah purna juga mendapat amanah sebagai Ketua YKPP (Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit) milik Kemhan.   Tugas pokok YKPP adalah menyiapkan Uang Muka  bagi Prajurit TNI, POLRI beserta PNS maupun pensiunannya yang mau KPR.  Sebelum menjabat sebagai Ketua YKPP, penulis sebagai Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi, yang tugasnya mengevaluasi kinerja ASABRI maupun Yayasan Yayasan milik Kemhan selain YKPP, YKPBS dan TSB.   Begitu ditunjuk oleh Menhan sebagai Ketua YKPP, penulis tertantang untuk membenahinya.  Selama ini dari Program 10.000 unit yang terserap maksimum 6.000 unit.   Alhamdulillah setelah penulis menjabat Ketua YKPP, penyerapan dari tahun ke tahun meningkat, bahkan di tahun terakhir menjabat bisa meng KPR kan 13.000 prajurit dalam setahun. 

Sebetulnya setelah purna masih banyak Randublatung yang berkiprah dalam dunia Pendidikan maupun Bisnis yang masih erat hubungannya dengan Pemerintahan.  Marsda TNI Purn Agus Mudigdo sempat menjadi Komisaris BUMN di PT ASABRI, kemudian penulis juga sebgai Komisaris di Perum Perumnas.   Di Dunia Pendidikan yang masih ada kaitan dengan Aset Kemhan adalah Marsda TNI Purn Kusnadi di UPN Jakarta dan Universitas Pertahanan.  Tidak ketinggalan Marsma TNI Purn Suyitmadi sebagai dosen di UPN Yogyakarta.  Bahkan sampai detik ini Marsdya TNI Purn Wresniwiro menjabat sebagai Waketum II DPP LVRI, penulis juga ikut sebagai Pengurus DPP LVRI mendampingi Mardya TNI Purn Wresniwiro. 






Kamis, 05 Oktober 2023

KIPRAH CADAKA DHARMA DI LVRI

Penulis sebagai Pengurus DPP LVRI terhitung tanggal 3 Agustus 2020.   Saat  masuk sebagai Pengurus DPP LVRI, tanpa penulis sadari ternyata sebagai satu-satunya dari Cadaka Dharma.   Saat itu Pengurus DPP LVRI didominasi oleh Alumni Akabri 72 ada sekitar 5 orang.  Setelah adanya Kongres XII LVRI, kebetulan penulis mantan anak buah Ketum LVRI terpilih , mengusulkan ada Pengurus baru dari Alumni Akabri 73. 

Alhamdulillah Pengurus DPP LVRI saat ini ada 5 orang dari Cadaka Dharma yaitu Marsdya TNI Purn Wresniwiro sebagai Waketum II, Laksdya TNI Purn Djoko Sumaryono sebagai Sekjen, Marsda TNI Purn Tumiyo sebagai Karo IT, Yayasan dan Koperasi, Mayjen TNI Purn Rudjiono sebagai Wakadep Pewarisan dan Kolonel Purn Iswandi Annas sebagai Karo Materi.  Dapat dikatakan Kepengurusan DPP LVRI 2022-2027 didominasi oleh Cadaka Dharma. 

Sejak Cadaka Dharma masuk jajaran Kepengurusan DPP LVRI sudah terlihat banyak kemajuan diantaranya :

1. Rekan rekan Cadaka Dharma yang ikut Operasi di Timor Timur untuk mendapat status Veteran Pembela Kemerdekaan Seroja mengalami kesulitan namun dengan kegigihan Waketum II dan Sekjen akhirnya rekan Cadaka Dharma atas nama Mas Baru Sanusi bisa mendapatkan Skep sebagai Veteran Pembela dan dilantik oleh Menhan persis HUT LVRI yang dirayakan tgl 6 Januari 2023.   Termasuk memperjuangkan mas Yoso Prayitno menjadi Veteran Perdamaian juga oleh Sekjen LVRI, cukup merekomendasikan ke Dirvet Kemhan dan tidak hitungan bulan langsung jadi. 

2.  Penulis sendiri sebagai Ketua Pokja Yayasan, bekerja hanya sekitar dua bulan bisa menghidupkan kembali Yayasan Karya Dharma Pusat (YDP) yang dibekukan pada akhir tahun 2021, dan terhitung awal Maret 2023 YKDP sudah mulai beroperasi kembali. 

3. Universitas Karya Dharma Makasar (UKM) yang cukup lama status quo, setelah ditangani Mayjen TNI Purn Rudjiono, akhirnya saat ini juga sudah mulai operasional lagi. Tepatnya tanggal 7 Juli 2023 Rektor UKM dilantik oleh Ketum DPP LVRI Letjen TNI Purn HBL Mandiri. 

4. Sejak diundangkan UU no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia, dalam pasal 19 disebutkan bahwa semua kegiatan operasi LVRI di dukung Pemerintah dengan APBN, namun UU sudah berjalan 10 tahun belum terwujud.   Berkat kegigihan Dewan Pimpinan LVRI terutama yang berasal dari Cadaka Dharma yaitu Waketum II dan Sekjen, TA 2024 sudah ada kepastian di dukung APBN sekitar 15 M. 

Keempat kiprah tersebut diatas yang sudah nyata yang semuanya kiprah tersebut oleh Veteran RI dari Cadaka Dharma.  Saat ini masih ada kiat kiat yang sedang dalam proses dan semua inisiasi dari Veteran dari Cadaka Dharma.  Penulis membuat Kajian tentang Dahor dan Tunvet, hal ini penulis lakukan karena Presiden Jkw dalam Pidato Pertanggungjawaban Keuangan tanggal 16 Agustus 2023 menjanjikan akan menaikkan gaji Purnawirawan sebesar 12 %.   Satu sisi Presiden Jkw tidak menyinggung kenaikan Dahor maupun Tunvet, sebagai penghasilan Veteran RI. 

Tahun 2018 dengan Kepres 31, Presiden Jkw menaikan Gaji Veteran, kemudian tahun 2019 Presiden Jkw menaikan gaji Purnawirawan, berarti baik Veteran dan Purnawirawan merasakan kenaikan sekali.  Tahun 2023 Presiden Jkw menaikan Gaji Purnawirawan, oleh sebab itu kajian kali ini untuk mengingatkan Presiden Jkw tentang penghasilan Veteran Republik Indonesia yang masih jauh dibawah UMR DKI. 

Selain Kajian Dahor dan Tunvet, Veteran dari Cadaka Dharma, saat ini sedang mengevaluasi aset aset LVRI terutama Aset DPP LVRI.  Sebelumnya DPP LVRI mempunyai sekitar 13 Aset yang berbentuk badan usaha, namun saat ini tinggal 3 badan usaha yang masih ada, lainnya hilang tidak berbekas.   Yang ada saat ini adalah YGVRI (Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia) yang mengelola Gedung Sarbini, Gedung Veteran RI 17 lantai dan Semanggi Plaza 8 lantai.  Kemudian Aset kedua adalah YKDP (Yayasan Karya Dharma Pusat) yang mengelola Hotel Maleo di Jl Gajah Mada no 13.  Yang ketiga adalah Inkoveri (Induk Koperasi Veteran Republik Indonesia) yang kebetulan Ketumnya juga dari Cadaka Dharma yaitu Mayjen TNI Purn Rianzi. 

Semoga dengan keberadaan Veteran RI dari Cadaka Dharma, mampu membuat terobosan - terobosan sehingga keberadaan LVRI semakin dikenal oleh masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan Anggota Veteran Republik Indonesia serta mampu memenuhi tugas pokoknya untuk mewariskan JSN 45 (Jiwa Semangat dan Nilai 45). Disunting oleh Marsda TNI Purn Tumiyo (Awal Oktober 2023) 




Kamis, 28 September 2023

NGOWOH

"Ngowoh" itu tidak terdefinisikan secara jelas di kamus ataupun ensiklopedi manapun. Ngowoh adalah sikap tidur dengan mulut menganga. "Ngowoh" yg dilekatkan pd taruna tingkat satu, nurut saya bukan "ngowoh" yg itu! "Ngowoh" pada taruna (Capratar) lebih tepat sebagai simbolisasi "bodoh" atau "dibuat bodoh" untuk sebuah tujuan. Capratar dibuat bodoh saat "Vira Charya" atau "plontos/perploncoan" dimulai.

Saat itulah kita secara fisik dibuat untuk tidak bisa berbuat apa2. Untuk tidak bisa membela siapa2 bahkan terhadap diri sendiri sekalipun. Adanya cuma nurut dan manut! Disuruh merayap, berguling dengan diguyur cairan tepung singkong tapioka yg lengket ya dilaksanakan saja. Sekujur tubuh basah dg tajin. Tangan, kaki menjadi licin. Semua yg dipegang ikut licin. Rumput ilalang ataupun batang semak yg dipegang utk mbantu kita bisa naik ke Puncak Gunung Tidar saat itu, tiba2 licin semua shg sering terlepas dan jatuh berguling ke bawah ber-kali2.

Apalagi saat itu sore hari sehabis Tidar diguyur hujan bulan Januari. Rupanya alam semesta saat itu berkolaborasi sempurna dg programnya Akabri Udarat, utk membuat situasi dan kondisi menjadi pas untuk terselenggaranya program Vira Charya. Itu belum cukup! Tambahan lagi pukulan pentungan senior yg terus bertubi ke helm yg dipakai. Kita ingat itu helm luar doang tanpa helm dalam. Meski yg dipukul adalah helmnya dan bukan kepala, tapi helm baja yg keras dan kaku itu kurang bisa meredam impact pukulan. Tidak mampu sbg "impact absorber" yg baik. Apalagi dg tanpa helm dalam, yg artinya kulit helm nyentuh langsung ke kepala kita. Jadinya ya 30% kekuatan pukulan diteruskan ke kepala. Akhirnya ya meski yg dipukul helmnya, tapi sakitnya tetap sebagian terasa! Helm luar itu longgar di kepala, krn sekali lagi tidak dilapis dengan helm dalam. 

Akhirnya setiap lari, helm itu terus menerus "gojlak" dg me-mukul2 kepala kita. Ditambah lagi helm baja bukan isolator panas. Dia justru konduktor panas yg baik. Jadi jika terpapar panas matahari, maka kulit kepala ngibarat bersentuhan dg alat penggorengan. Maka pd saat plontos, rata2 kulit kepala yg bersentuhan dg kulit helm luar akan gosong dan mengelupas. Memang nampaknya para senior paham benar ttg phenomena ini, nyatanya pada setiap mereka "nggambleh" mesti di paparan panas matahari. Jarang di tempat teduh. Itu gambaran sebagian dari uji fisik. Belum lagi uji mentalnya! Masih lekat di memori bagaimana senior menyadarkan junior dg kata2 keras. "Siapapaun kalian, dari manapun asal kalian, juga apapun status kalian, saat sekarang ini tidak pantas utk sedikitpun sombong! Karena pangkat kalian adalah pangkat yg paling rendah dari pangkat2 yg pernah ada di alam semesta ini!" Dengan fisik yg lelah krn gojlokan yg terus menerus, saya saat itu ya membenarkan. Bahkan membenarkan sekali! Lha wong pangkat terendah tentara itu adalah prajurit. Lha kita2 ini pangkat prajurit saja belum. Baru calon! Makanya pangkatnya disebut Capratar. Bahkan saya mbatin kalau misalnya "demit" itu punya pangkat, maka pangkat terendah dari "demit" itupun masih di atas pangkat kita! Astaghfirulloh! 

Jadi kita betul2 di "downgrade". Alias dijatuhkan sampai pd kondisi yg sangat rendah. Bahkan paling rendah! Ada yg mengatakan dikembalikan ke 0 km. Bahkan kalau saya menganggap malah minus km,  atau didorong jauh di belakang garis start. Lha ini yg selanjutnya saya renungkan dg pendekatan filosofis! Yaitu dg berada di tempat yg paling rendah, maka air atau jenis fluida apapun akan gampang dialirkan ke dalamnya. Artinya kita gampang dimasuki apa saja. Apa itu ilmu, ketrampilan, doktrin, santi aji, santi kharma ataupun santi2 yg lain (😁😁 😁). Jadi nurut saya, bahwa "attribute ngowoh" yg disematkan kepada Capratar adalah kesengajaan. 

Ini sebagai sebuah metode pendidikan utk merubah "perilaku" secara total dan super cepat. Untuk merombak kebiasaan hidup yg sudah terbentuk hampir 20 tahun lamanya (seusia saat masuk Akabri). Dg memaksa kita jadi "ngowoh" artinya menjadikan kita lbh rendah hati, tawadu', humble tidak sombong. Meski saya terlambat menyadari, rasanya sulit menjumpai lembaga pendidikan yg menggarap 3 aspek baik kognitif, psikomotor dan afektif secara terarah, terprogram, terintegrasi dan proporsional sebaik Akademi TNI/Polri. Resume saya bhw capaian tertinggi apapun dlm karier kita masing2, rasanya sulit "selak" atau diungkiri. Bahwa yg kita capai semuanya berawal dari sebuah proses "ngowoh", yg terjadi 53 th atau hampir 54 tahun yg lalu. Siapapun kita! Apakah sbg RI 1, Menko, Kepala Staf, Dubes, Panglima ini, Komandan itu, Asisten ini, Kadis itu, Pengusaha ini,  Pengusaha itu dan seterusnya dan seterusnya. Yah nuwun sewu ini "grundelan" sbg refleksi usia pengabdian RB yg  hampir 50 th (RB /Randublatung/Tempat Sitarda/AKABRI 73)... 😁😁🙏🙏🙏

Sabtu, 23 September 2023

KAJIAN NILAI DANA KEHORMATAN DAN TUNJANGAN VETERAN REPUBLIK INDONESIA

1. Dasar :

a. Undang Undang no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.

b. Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang Undang no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indoneb sia

c.  Peraturan Pemerintah no 23 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang no15 tahun 2012 tentang Undang Undang Veteran Republik Indonesia

d.  Peraturan Pemerintah no 31 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang Undang no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.

2.   Pembahasan

a. Dengan diundangkan UU no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia  tanggal 5 Oktober 2012, ditindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah no 67 tahun  2014 tentang Pelaksanaannya, dimana sebagian isinya mengatur Dana Kehormatan dan Tunjangan  Veteran Pembela diantaranya sebagai berikut :

1) Dana Kehormatan  senilai Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

2) Tunjangan Veteran senilai Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah)

3) Dalam pasal 21 PP no 67 tahun 2014 ayat (6) disebutkan bahwa Bagi Veteran  Republik Indonesia yang telah mendapatkan hak pensiun diberikan Tunjangan            Veteran sebesar 50% (lima puluh persen) dari nominal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)

4) Dengan adanya ayat 3) diatas Dana Kehormatan  dan Tunjangan Veteran Republik Indonesia hanya terima Rp 1.450.000 (satu juta empat ratus lima puluh ribu)

5) Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 mulai berlaku sejak diundangkan pada tanggal 10 Agustus 2014.

6) Bunyi pasal 21 PP no 67 tahun 2014 ayat (6) dirasa janggal, karena saat berlakunya PP tersebut, semua Veteran Republik Indonesia baik Veteran Pejuang dan Veteran Pembela semua sudah Pensiun berarti tidak ada yang menikmati Tunjangan Veteran 100 %.

b.  Dua tahun setelah berlakunya PP no 67 tahun 2014, terbit PP no 23 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014, namun pada umumnya hanya tentang redaksi dan yang menonjol adalah tentang perubahan pasal 22 yang isinya Dalam hal Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran belum        dibayarkan lebih dari 2 (dua) tahun, maka Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran  yang dibayarkan hanya untuk 2 (dua) tahun terakhir. 

c.   Pada tahun 2018 terbit Peraturan Pemerintah no 31 tentang Perubahan Kedua PP no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU no 15 tahun 2012, dimana nilai Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran ada kenaikan :

1).   Dana Kehormatan naik dari sebelumnya Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu) menjadi Rp 938.000,00 (sembilan ratus tiga puluh delapan ribu)  ada                    kenaikan Rp 188.000,00 (Seratus delapan puluh delapan ribu)

2).  Tunjangan Veteran Pembela naik dari Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus  ribu) menjadi Rp 1.750.000,00 (satu juta tujuh ratus lima puluh ribu) ada kenaikan            Rp 350.000,00 (tiga ratus lima puluh ribu) atau naik 25 % (dua puluh lima persen).

3).  Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran menjadi Rp 1.813.000,00 (saru juta delapan ratus tiga belas ribu).

4) Apabila Tunjangan Veteran diterima 100 %, maka Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran senilai Rp 2.688.000,00 (dua juta enam ratus delapan puluh delapan ribu).

3. Kesimpulan dan Saran.

a.   Kesimpulan

1).  Sejak diundangkan UU no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia  telah diterbitkan Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaannya dimana mulai adanya Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran Republik Indonesia.

 2) Sesuai Peraturan Pemerintah tersebut Tunjangan Veteran hanya diterimakan 50 %, dan mengingat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku tahun 2014, tidak ada  yang mengalami menerima Tunjangan Veteran 100 %

3) Sejak berlakunya PP no 67 tahun 2014, Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran  baru mengalami sekali kenaikan dengan PP no 31 tahun 2018.

 b. Saran

1) Mengingat Tunjangan Veteran selama ini belum pernah diterimakan hanya 50 %,           disarankan menjadi 100 %.

2) Mengingat sejak adanya PP 67 tahun 2014, Dana Kehormatan dan Tunjangan  Veteran baru mengalami sekali kenaikan, disarankan untuk ditinjau kembali

3) Untuk menghindari kecemburuan maupun untuk penghematan anggaran, Dana      Kehormatan maupun Tunjangan Veteran diberikan kepada seluruh Veteran Republik Indonesia (Veteran Pejuang, Veteran Pembela maupun Veteran Perdamaian) dan diberikan setelah yang bersangkutan menjalani Pensiun.

4.  Demikian Kajian  Nilai Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran untuk dapat digunakan dalam mengambil kebijaksanaan lebih lanjut    

Jakarta, September 2023
Penyusun




Marsda TNI Purn Tumiyo
NPV 23.006.144

Minggu, 17 September 2023

RIWAYAT HIDUP SINGKAT

Nama : Marsda TNI Purn Tumiyo, SE

Tempat Tgl lahir : Yogyakarta 31 Okt 1949

Jabatan Terakhir : Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi 

Alamat : Jl SMA 48 No 45 A, Pinangranti, Makasar Jakarta Timur

Nama Istri : Sutatik Umaryati
Tempat tgl lahir : Yogyakarta, 10 Okt 1954

Nama Anak: 
1. Wahyu Wibowo
2. Flaina Auri

Cucu
1. Archie
2. Kira
3. Kara
4. Alina
5. Alisa

Pendidikan  :
1. Lemhannas KSA X
2. S1
3. Lulus Akabri 1973
4. Lulus SMA 1969
5. Lulus SMP 1966
6. Lulus SD 1963

Riwayat Jabatan
1. Perwira Penerbang Skadron Udara 17 VVIP sd 1985
2. Komandan Skadron Udara 4 1990 sd 1992
3. Atase Udara di Philipina 1994 sd 1997
4. Asrenbang Koopsau 1, 1997 sd 1999
5. Wakil Komandan Lanud Abd Saleh 1998 sd 1999
6. Komandan Lanud Abd Saleh 1999 sd 2001
7. Kepala Dinas Pengadaan TNI AU 2001 sd 2002
8. Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi 2002 sd 2006
9. Ketua YKPP 2006 sd 2009
10. Dewan Penasehat REI 2007 sd 2010
11. Dewas Perum Perumnas 2011 sd 2016
12. Wakil Ketua Pembina LPP3I, 2011 sd 2016
13. Wakil Ketua Badan Pengawas PPAU  2018 sd 2023
14. Staf Ahli  DPP LVRI 2020 sd 2022
15. Kepala  Biro IT, Yayasan dan Koperasi DPP  LVRI 2022 sd 2024 
16. Kadep Kominfo DPP LVRI 2024 sd 2025
17. Waka2 Wantimpus LVRI Feb 2025 - Sekarang 


Bintang Jasa/Piagam Penghargaan :
1. Bintang LVRI
2. Bintang Yudha Dharma Pratama
3. Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama
4. Bintang Yudha Dharma Narariya
5. Bintang Swa Bhuwana Paksa Narariya
6. Piagam Tanda Kehormatan  Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia (Seroja) 
7. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Seroja 1979
8. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Seroja 1989
9. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Peristiwa Gerakan Operasi Militer VIII/Dharma Pala
10. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Peristiwa Gerakan Operasi Militer IX/Raksaka Dharma
11. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Dwidya Sista
12. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
13. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
14. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
15. Piagam Penghargaan Menteri Pertahanan Pengabdian dari 1973 sd 2005
16. Piagam Penghargaan Purnawirawan dari Kasau tahun 2006
17. Award Of The Outstanding Achiefment Medal Republik Of Philippines 


Edit terakhir 21 Juli 2023

Minggu, 20 Agustus 2023

PERINGATAN HARVETNAS 2023

Peringatan HARVETNAS tahun 2023, untuk pertama kalinya dipusatkan di Solo. Salah satu alasan kenapa dilaksanakan di Solo karena masyarakat setempat banyak yang tidak mengetahui sejarahnya.  Bahkan para pelaku Sejarah yang di Solo sendiri dalam memperingati HARVETNAS selalu pada tanggal 7 Agustus bukan tanggal 10 Agustus.  Memang betul serangan umum Solo dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 10 Agustus 1949, namun sesuai Kepres no 30/2014 tentang HARVETNAS diputuskan tanggal 10 Agustus
Tema HARVETNAS 2023 adalah Dengan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai '45, LVRI Ikut Serta Mensukseskan Pemilu 2024 dan Konsisten Untuk Melanjutkan Pembangunan National. 

Dalam rangka memperingati HARVETNAS 2023, disusun acaranya sebagai berikut :

1. Napak Tilas dilaksanakan tanggal 6 Agustus 2023

2. Kuliah Umum tentang JSN 45 untuk Mahasiswa dan Pemuda di Solo Tanggal 9 Agustus 2023.

3. Ziarah di TMP Solo pada tanggal 10 Agustus 2023 pagi

4. Acara puncak peringatan HARVETNAS 2023 di Auditorium UNS pada tanggal 10 Agustus 2023

Dalam Acara Napak Tilas Tanggal 6 Agustus 2023, ada Penjelasan dari Pelaku Sejarah Tentara Pelajar  Mayor Udara Purn Drs Djoko Ramelan yang sudah berumur 95 tahun,  didampingi Mayjen TNI Purn Abdul Gani yang kebetulan sebagai Ketua Panitia HARVETNAS 2023Pada tanggal 9 Agustus 2023, Dalam Acara Kuliah Umum tentang JSN 45 dengan Nara Sumber Mayor Jendral TNI Purn Marinir Nono Sukarno.  Dalam acara kuliah umum ternyata antusias Mahasiswa dan Pemuda luar biasa, terpaksa tidak semua peminat bisa masuk keruangan karena tempat duduk sudah penuh
Tanggal 10 Agustus 2023 pagi sebelum acara Pokok, diadakan ziarah di TMP Solo dipimpin oleh Waketum 1 Letjen TNI Purn Muzani Syukur
Sebelum acara Pokok Peringatan HARVETNAS dimulai ada acara spontanitas yang diprakarsai Sekjen DPP LVRI Laksdya TNI Purn Djoko Sumaryono, yaitu sharing tentang Dana Hibah dari Pemda yang di sampaikan oleh Ketua DPC LVRI Surabaya, Semarang dan Kediri
Acara Puncak Peringatan HARVETNAS 2023 diawali Laporan Ketua Umum DPP LVRI yang dibacakan oleh Waketum 1 Letjen TNI Purn Muzani Syukur. Dalam laporan Ketum DPP LVRI menggarapkan adanya perhatian dari Presiden tentang dukungan untuk LVRI.  Mengingat sejak diundangkan UU no 15/2012 disebutkan bahwa kegiatan LVRI didukung Penerintah, namun UU sudah berjalan 11 tahun, LVRI belum mendapat dukungan berupa APBN. 
Sambutan Presiden yang dibacakan Menhan, sangat mengapresiasi tema HARVETNAS, yang bernunyi Dengan Jiwa Semangat Dan Nilai-Nilai 45, LVRI Ikut Serta Menyukseskan Pemilu 2024 Dan Konsisten Untuk Melanjutkan Pembangunan  Nasional.
Selanjutnya Presiden menekankan LVRI jangan mau diprovokasi atau terpengaruh dengan hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.   Dalam akhir pesannya Presiden mengajak melanjutkan pengabdian untuk bangsa dan negara yang tidal mengenal batas akhir. 
Acara diakhiri Foto bersama dengan Menhan dan seluruh Peserta Peringatan HARVETNAS 2023 yang memenuhi Auditorium UNS.  
Peringatan HARVETNAS 2023 diliput dengan daring dan diikuti oleh DPD LVRI seluruh Indonesia beserta jajarannya baik DPC LVRI, PD PIVERI maupun PP PPM dan jajarannya. Tercatat ada 128 Peserta daring namun setiap Peserta pada Umum nya diikuti 10 sampai 150 orang, sehingga secara keseluruhan yang mengikuti lebih 1.500 orang. 
Dalam monitor Peserta Daring, terlihat setiap peserta berada dalam ruangan dan secara bersama sama menyaksikan Peringatan HARVETNAS melalui layar besar yang kebetulan difasilitasi oleh Minvet setempat. (Disunting oleh Marsda TNI Purn Tumiyo/Karo IT DPP LVRI)