Kamis, 28 September 2023

NGOWOH

"Ngowoh" itu tidak terdefinisikan secara jelas di kamus ataupun ensiklopedi manapun. Ngowoh adalah sikap tidur dengan mulut menganga. "Ngowoh" yg dilekatkan pd taruna tingkat satu, nurut saya bukan "ngowoh" yg itu! "Ngowoh" pada taruna (Capratar) lebih tepat sebagai simbolisasi "bodoh" atau "dibuat bodoh" untuk sebuah tujuan. Capratar dibuat bodoh saat "Vira Charya" atau "plontos/perploncoan" dimulai.

Saat itulah kita secara fisik dibuat untuk tidak bisa berbuat apa2. Untuk tidak bisa membela siapa2 bahkan terhadap diri sendiri sekalipun. Adanya cuma nurut dan manut! Disuruh merayap, berguling dengan diguyur cairan tepung singkong tapioka yg lengket ya dilaksanakan saja. Sekujur tubuh basah dg tajin. Tangan, kaki menjadi licin. Semua yg dipegang ikut licin. Rumput ilalang ataupun batang semak yg dipegang utk mbantu kita bisa naik ke Puncak Gunung Tidar saat itu, tiba2 licin semua shg sering terlepas dan jatuh berguling ke bawah ber-kali2.

Apalagi saat itu sore hari sehabis Tidar diguyur hujan bulan Januari. Rupanya alam semesta saat itu berkolaborasi sempurna dg programnya Akabri Udarat, utk membuat situasi dan kondisi menjadi pas untuk terselenggaranya program Vira Charya. Itu belum cukup! Tambahan lagi pukulan pentungan senior yg terus bertubi ke helm yg dipakai. Kita ingat itu helm luar doang tanpa helm dalam. Meski yg dipukul adalah helmnya dan bukan kepala, tapi helm baja yg keras dan kaku itu kurang bisa meredam impact pukulan. Tidak mampu sbg "impact absorber" yg baik. Apalagi dg tanpa helm dalam, yg artinya kulit helm nyentuh langsung ke kepala kita. Jadinya ya 30% kekuatan pukulan diteruskan ke kepala. Akhirnya ya meski yg dipukul helmnya, tapi sakitnya tetap sebagian terasa! Helm luar itu longgar di kepala, krn sekali lagi tidak dilapis dengan helm dalam. 

Akhirnya setiap lari, helm itu terus menerus "gojlak" dg me-mukul2 kepala kita. Ditambah lagi helm baja bukan isolator panas. Dia justru konduktor panas yg baik. Jadi jika terpapar panas matahari, maka kulit kepala ngibarat bersentuhan dg alat penggorengan. Maka pd saat plontos, rata2 kulit kepala yg bersentuhan dg kulit helm luar akan gosong dan mengelupas. Memang nampaknya para senior paham benar ttg phenomena ini, nyatanya pada setiap mereka "nggambleh" mesti di paparan panas matahari. Jarang di tempat teduh. Itu gambaran sebagian dari uji fisik. Belum lagi uji mentalnya! Masih lekat di memori bagaimana senior menyadarkan junior dg kata2 keras. "Siapapaun kalian, dari manapun asal kalian, juga apapun status kalian, saat sekarang ini tidak pantas utk sedikitpun sombong! Karena pangkat kalian adalah pangkat yg paling rendah dari pangkat2 yg pernah ada di alam semesta ini!" Dengan fisik yg lelah krn gojlokan yg terus menerus, saya saat itu ya membenarkan. Bahkan membenarkan sekali! Lha wong pangkat terendah tentara itu adalah prajurit. Lha kita2 ini pangkat prajurit saja belum. Baru calon! Makanya pangkatnya disebut Capratar. Bahkan saya mbatin kalau misalnya "demit" itu punya pangkat, maka pangkat terendah dari "demit" itupun masih di atas pangkat kita! Astaghfirulloh! 

Jadi kita betul2 di "downgrade". Alias dijatuhkan sampai pd kondisi yg sangat rendah. Bahkan paling rendah! Ada yg mengatakan dikembalikan ke 0 km. Bahkan kalau saya menganggap malah minus km,  atau didorong jauh di belakang garis start. Lha ini yg selanjutnya saya renungkan dg pendekatan filosofis! Yaitu dg berada di tempat yg paling rendah, maka air atau jenis fluida apapun akan gampang dialirkan ke dalamnya. Artinya kita gampang dimasuki apa saja. Apa itu ilmu, ketrampilan, doktrin, santi aji, santi kharma ataupun santi2 yg lain (😁😁 😁). Jadi nurut saya, bahwa "attribute ngowoh" yg disematkan kepada Capratar adalah kesengajaan. 

Ini sebagai sebuah metode pendidikan utk merubah "perilaku" secara total dan super cepat. Untuk merombak kebiasaan hidup yg sudah terbentuk hampir 20 tahun lamanya (seusia saat masuk Akabri). Dg memaksa kita jadi "ngowoh" artinya menjadikan kita lbh rendah hati, tawadu', humble tidak sombong. Meski saya terlambat menyadari, rasanya sulit menjumpai lembaga pendidikan yg menggarap 3 aspek baik kognitif, psikomotor dan afektif secara terarah, terprogram, terintegrasi dan proporsional sebaik Akademi TNI/Polri. Resume saya bhw capaian tertinggi apapun dlm karier kita masing2, rasanya sulit "selak" atau diungkiri. Bahwa yg kita capai semuanya berawal dari sebuah proses "ngowoh", yg terjadi 53 th atau hampir 54 tahun yg lalu. Siapapun kita! Apakah sbg RI 1, Menko, Kepala Staf, Dubes, Panglima ini, Komandan itu, Asisten ini, Kadis itu, Pengusaha ini,  Pengusaha itu dan seterusnya dan seterusnya. Yah nuwun sewu ini "grundelan" sbg refleksi usia pengabdian RB yg  hampir 50 th (RB /Randublatung/Tempat Sitarda/AKABRI 73)... 😁😁🙏🙏🙏

Sabtu, 23 September 2023

KAJIAN NILAI DANA KEHORMATAN DAN TUNJANGAN VETERAN REPUBLIK INDONESIA

1. Dasar :

a. Undang Undang no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.

b. Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang Undang no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indoneb sia

c.  Peraturan Pemerintah no 23 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang no15 tahun 2012 tentang Undang Undang Veteran Republik Indonesia

d.  Peraturan Pemerintah no 31 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang Undang no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.

2.   Pembahasan

a. Dengan diundangkan UU no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia  tanggal 5 Oktober 2012, ditindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah no 67 tahun  2014 tentang Pelaksanaannya, dimana sebagian isinya mengatur Dana Kehormatan dan Tunjangan  Veteran Pembela diantaranya sebagai berikut :

1) Dana Kehormatan  senilai Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

2) Tunjangan Veteran senilai Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah)

3) Dalam pasal 21 PP no 67 tahun 2014 ayat (6) disebutkan bahwa Bagi Veteran  Republik Indonesia yang telah mendapatkan hak pensiun diberikan Tunjangan            Veteran sebesar 50% (lima puluh persen) dari nominal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)

4) Dengan adanya ayat 3) diatas Dana Kehormatan  dan Tunjangan Veteran Republik Indonesia hanya terima Rp 1.450.000 (satu juta empat ratus lima puluh ribu)

5) Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 mulai berlaku sejak diundangkan pada tanggal 10 Agustus 2014.

6) Bunyi pasal 21 PP no 67 tahun 2014 ayat (6) dirasa janggal, karena saat berlakunya PP tersebut, semua Veteran Republik Indonesia baik Veteran Pejuang dan Veteran Pembela semua sudah Pensiun berarti tidak ada yang menikmati Tunjangan Veteran 100 %.

b.  Dua tahun setelah berlakunya PP no 67 tahun 2014, terbit PP no 23 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014, namun pada umumnya hanya tentang redaksi dan yang menonjol adalah tentang perubahan pasal 22 yang isinya Dalam hal Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran belum        dibayarkan lebih dari 2 (dua) tahun, maka Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran  yang dibayarkan hanya untuk 2 (dua) tahun terakhir. 

c.   Pada tahun 2018 terbit Peraturan Pemerintah no 31 tentang Perubahan Kedua PP no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU no 15 tahun 2012, dimana nilai Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran ada kenaikan :

1).   Dana Kehormatan naik dari sebelumnya Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu) menjadi Rp 938.000,00 (sembilan ratus tiga puluh delapan ribu)  ada                    kenaikan Rp 188.000,00 (Seratus delapan puluh delapan ribu)

2).  Tunjangan Veteran Pembela naik dari Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus  ribu) menjadi Rp 1.750.000,00 (satu juta tujuh ratus lima puluh ribu) ada kenaikan            Rp 350.000,00 (tiga ratus lima puluh ribu) atau naik 25 % (dua puluh lima persen).

3).  Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran menjadi Rp 1.813.000,00 (saru juta delapan ratus tiga belas ribu).

4) Apabila Tunjangan Veteran diterima 100 %, maka Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran senilai Rp 2.688.000,00 (dua juta enam ratus delapan puluh delapan ribu).

3. Kesimpulan dan Saran.

a.   Kesimpulan

1).  Sejak diundangkan UU no 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia  telah diterbitkan Peraturan Pemerintah no 67 tahun 2014 tentang Pelaksanaannya dimana mulai adanya Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran Republik Indonesia.

 2) Sesuai Peraturan Pemerintah tersebut Tunjangan Veteran hanya diterimakan 50 %, dan mengingat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku tahun 2014, tidak ada  yang mengalami menerima Tunjangan Veteran 100 %

3) Sejak berlakunya PP no 67 tahun 2014, Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran  baru mengalami sekali kenaikan dengan PP no 31 tahun 2018.

 b. Saran

1) Mengingat Tunjangan Veteran selama ini belum pernah diterimakan hanya 50 %,           disarankan menjadi 100 %.

2) Mengingat sejak adanya PP 67 tahun 2014, Dana Kehormatan dan Tunjangan  Veteran baru mengalami sekali kenaikan, disarankan untuk ditinjau kembali

3) Untuk menghindari kecemburuan maupun untuk penghematan anggaran, Dana      Kehormatan maupun Tunjangan Veteran diberikan kepada seluruh Veteran Republik Indonesia (Veteran Pejuang, Veteran Pembela maupun Veteran Perdamaian) dan diberikan setelah yang bersangkutan menjalani Pensiun.

4.  Demikian Kajian  Nilai Dana Kehormatan dan Tunjangan Veteran untuk dapat digunakan dalam mengambil kebijaksanaan lebih lanjut    

Jakarta, September 2023
Penyusun




Marsda TNI Purn Tumiyo
NPV 23.006.144

Minggu, 17 September 2023

RIWAYAT HIDUP SINGKAT

Nama : Marsda TNI Purn Tumiyo, SE

Tempat Tgl lahir : Yogyakarta 31 Okt 1949

Jabatan Terakhir : Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi 

Alamat : Jl SMA 48 No 45 A, Pinangranti, Makasar Jakarta Timur

Nama Istri : Sutatik Umaryati
Tempat tgl lahir : Yogyakarta, 10 Okt 1954

Nama Anak: 
1. Wahyu Wibowo
2. Flaina Auri

Cucu
1. Archie
2. Kira
3. Kara
4. Alina
5. Alisa

Pendidikan  :
1. Lemhannas KSA X
2. S1
3. Lulus Akabri 1973
4. Lulus SMA 1969
5. Lulus SMP 1966
6. Lulus SD 1963

Riwayat Jabatan
1. Perwira Penerbang Skadron Udara 17 VVIP sd 1985
2. Komandan Skadron Udara 4 1990 sd 1992
3. Atase Udara di Philipina 1994 sd 1997
4. Asrenbang Koopsau 1, 1997 sd 1999
5. Wakil Komandan Lanud Abd Saleh 1998 sd 1999
6. Komandan Lanud Abd Saleh 1999 sd 2001
7. Kepala Dinas Pengadaan TNI AU 2001 sd 2002
8. Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi 2002 sd 2006
9. Ketua YKPP 2006 sd 2009
10. Dewan Penasehat REI 2007 sd 2010
11. Dewas Perum Perumnas 2011 sd 2016
12. Wakil Ketua Pembina LPP3I, 2011 sd 2016
13. Wakil Ketua Badan Pengawas PPAU  2018 sd 2023
14. Staf Ahli  DPP LVRI 2020 sd 2022
15. Kepala  Biro IT, Yayasan dan Koperasi DPP  LVRI 2022 sd 2024 
16. Kadep Kominfo DPP LVRI 2024 sd 2025
17. Waka2 Wantimpus LVRI Feb 2025 - Sekarang 


Bintang Jasa/Piagam Penghargaan :
1. Bintang LVRI
2. Bintang Yudha Dharma Pratama
3. Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama
4. Bintang Yudha Dharma Narariya
5. Bintang Swa Bhuwana Paksa Narariya
6. Piagam Tanda Kehormatan  Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia (Seroja) 
7. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Seroja 1979
8. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Seroja 1989
9. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Peristiwa Gerakan Operasi Militer VIII/Dharma Pala
10. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Peristiwa Gerakan Operasi Militer IX/Raksaka Dharma
11. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Dwidya Sista
12. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
13. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
14. Surat Tanda Penghargaan Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
15. Piagam Penghargaan Menteri Pertahanan Pengabdian dari 1973 sd 2005
16. Piagam Penghargaan Purnawirawan dari Kasau tahun 2006
17. Award Of The Outstanding Achiefment Medal Republik Of Philippines 


Edit terakhir 21 Juli 2023

Minggu, 20 Agustus 2023

PERINGATAN HARVETNAS 2023

Peringatan HARVETNAS tahun 2023, untuk pertama kalinya dipusatkan di Solo. Salah satu alasan kenapa dilaksanakan di Solo karena masyarakat setempat banyak yang tidak mengetahui sejarahnya.  Bahkan para pelaku Sejarah yang di Solo sendiri dalam memperingati HARVETNAS selalu pada tanggal 7 Agustus bukan tanggal 10 Agustus.  Memang betul serangan umum Solo dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 10 Agustus 1949, namun sesuai Kepres no 30/2014 tentang HARVETNAS diputuskan tanggal 10 Agustus
Tema HARVETNAS 2023 adalah Dengan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai '45, LVRI Ikut Serta Mensukseskan Pemilu 2024 dan Konsisten Untuk Melanjutkan Pembangunan National. 

Dalam rangka memperingati HARVETNAS 2023, disusun acaranya sebagai berikut :

1. Napak Tilas dilaksanakan tanggal 6 Agustus 2023

2. Kuliah Umum tentang JSN 45 untuk Mahasiswa dan Pemuda di Solo Tanggal 9 Agustus 2023.

3. Ziarah di TMP Solo pada tanggal 10 Agustus 2023 pagi

4. Acara puncak peringatan HARVETNAS 2023 di Auditorium UNS pada tanggal 10 Agustus 2023

Dalam Acara Napak Tilas Tanggal 6 Agustus 2023, ada Penjelasan dari Pelaku Sejarah Tentara Pelajar  Mayor Udara Purn Drs Djoko Ramelan yang sudah berumur 95 tahun,  didampingi Mayjen TNI Purn Abdul Gani yang kebetulan sebagai Ketua Panitia HARVETNAS 2023Pada tanggal 9 Agustus 2023, Dalam Acara Kuliah Umum tentang JSN 45 dengan Nara Sumber Mayor Jendral TNI Purn Marinir Nono Sukarno.  Dalam acara kuliah umum ternyata antusias Mahasiswa dan Pemuda luar biasa, terpaksa tidak semua peminat bisa masuk keruangan karena tempat duduk sudah penuh
Tanggal 10 Agustus 2023 pagi sebelum acara Pokok, diadakan ziarah di TMP Solo dipimpin oleh Waketum 1 Letjen TNI Purn Muzani Syukur
Sebelum acara Pokok Peringatan HARVETNAS dimulai ada acara spontanitas yang diprakarsai Sekjen DPP LVRI Laksdya TNI Purn Djoko Sumaryono, yaitu sharing tentang Dana Hibah dari Pemda yang di sampaikan oleh Ketua DPC LVRI Surabaya, Semarang dan Kediri
Acara Puncak Peringatan HARVETNAS 2023 diawali Laporan Ketua Umum DPP LVRI yang dibacakan oleh Waketum 1 Letjen TNI Purn Muzani Syukur. Dalam laporan Ketum DPP LVRI menggarapkan adanya perhatian dari Presiden tentang dukungan untuk LVRI.  Mengingat sejak diundangkan UU no 15/2012 disebutkan bahwa kegiatan LVRI didukung Penerintah, namun UU sudah berjalan 11 tahun, LVRI belum mendapat dukungan berupa APBN. 
Sambutan Presiden yang dibacakan Menhan, sangat mengapresiasi tema HARVETNAS, yang bernunyi Dengan Jiwa Semangat Dan Nilai-Nilai 45, LVRI Ikut Serta Menyukseskan Pemilu 2024 Dan Konsisten Untuk Melanjutkan Pembangunan  Nasional.
Selanjutnya Presiden menekankan LVRI jangan mau diprovokasi atau terpengaruh dengan hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.   Dalam akhir pesannya Presiden mengajak melanjutkan pengabdian untuk bangsa dan negara yang tidal mengenal batas akhir. 
Acara diakhiri Foto bersama dengan Menhan dan seluruh Peserta Peringatan HARVETNAS 2023 yang memenuhi Auditorium UNS.  
Peringatan HARVETNAS 2023 diliput dengan daring dan diikuti oleh DPD LVRI seluruh Indonesia beserta jajarannya baik DPC LVRI, PD PIVERI maupun PP PPM dan jajarannya. Tercatat ada 128 Peserta daring namun setiap Peserta pada Umum nya diikuti 10 sampai 150 orang, sehingga secara keseluruhan yang mengikuti lebih 1.500 orang. 
Dalam monitor Peserta Daring, terlihat setiap peserta berada dalam ruangan dan secara bersama sama menyaksikan Peringatan HARVETNAS melalui layar besar yang kebetulan difasilitasi oleh Minvet setempat. (Disunting oleh Marsda TNI Purn Tumiyo/Karo IT DPP LVRI) 


Minggu, 06 Agustus 2023

RANDUBLATUNG KEBANGGAANKU

RANDUBLATUNG,, 
AKU MENGENALMU DI TAHUN 1973 ,, 
SEBUAH KECAMATAN DI BLORA, TEMPAT AKU DIGEBLENG SEBELUM DILANTIK SEBAGAI PERWIRA ANGKATAN UDARA,, 


RANDUBLATUNG,, 
ENGKAU MEMBUAT KENANGAN TAK TERLUPAKAN,, 
KUABADIKAN SEBAGAI NAMA ALUMNI AKABRI UDARA 73

RANDUBLATUNG,,, 
SEMUA INSAN TNI ANGKATAN UDARA PASTI MENGENALMU,, 
PRESTASIMU LUAR BIASA,, 
PIMPINAN TERTINGGI ANGKATAN UDARA KAU RAIH,, BAHKAN JATAYU 15 DAN JATAYU 16 KAULAH PELAKUNYA ,,
PIMPINAN TERTINGGI TNI PUN KAU RAIH JUGA,, 

RANDUBLATUNG,,, TERNYATA SETELAH PURNAPUN KAU TETAP BERKARYA ,,  ADA DUA DUTA NEGARA,, DUTA BESAR LUAR BIASA BERKUASA PENUH,, SAMPAI KINI BELUM ADA  YANG MENANDINGI 

RANDUBLATUNG  ,, TIDAK HANYA DUTA BANGSA,, ADA YANG MENGGELUTI DUNIA PENDIDIKAN,, SEBAGAI DOSEN, SEBAGAI REKTOR,, TIDAK KETINGGALAN DI DUNIA BISNIS SEBAGAI DEWAN DIREKSIAUPUN DEWAN KOMISARIS 


RANDUBLATUNG ,, WALAU TIDAK SAMPAI RI I, KAU RAIH MENKO ,, SAAT SEBAGAI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN, NKRI SANGAT KONDUSIF,, 
ITU BERKAT TANGAN DINGINMU

RANDUBLATUNG ,, 
DISAAT 50 TAHUN PENGABDIANMU, ENGKAU MASIH MEWARNAI ANGKATAN UDARA,, 
PPAU ADA DITANGANMU,, 
SEMUA PURNAWIRAWAN ANGKATAN UDARA TIDAK RELA ENGKAU MENINGGALKAN MEREKA,, 

RANDUBLATUNG,, 
KAU KEBANGGAANKU,, 
KAU SELALU DIHATIKU,, 
KAU PENYEMANGAT HIDUPKU,, 
RANDUBLATUNG FOREVER,, 
FOREVER RANDUBLATUNG



Jumat, 28 Juli 2023

MENGENANG SERANGAN UDARA PERTAMA AURI TANGGAL 29 JULI 1947

Tanggal 29 Juli 1947, di jam 05.00 pagi buta, tiga pesawat AURI berangkat dari Pangkalan Udara Maguwo, yang terdiri dua pesawat Cureng Dan satu pesawat Guntai, menyerang markas Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa, 
Pesawat Guntai

              Pesawat Cureng

Ketiga pesawat tersebut dengan susunan crew nya sebagai berikut :

K5Y Cureng No. 1 diawaki oleh Kadet Udara 1 Suharnoko Harbani dengan Rear Gunner Kaput.

K5Y Cureng No.2 diawaki oleh Kadet Udara 1 Sutarjo Sigit dengan Rear Gunner Sutarjo.

Ki-51 Guntei diawaki oleh Kadet Udara 1 Mulyono dengan Rear Gunner Abdulrachman.

Ki-43 Hayabusha diawaki oleh Kadet Udara 1 Bambang Saptoaji. (Batal Terbang)

Sebutan Kadet berarti mereka masih Taruna, masih Siswa Penerbang belum berstatus Penerbang.  Mereka baru bisa terbang, konon belum ada 20 jam terbang.  Seorang dinyatakan sebagai Penerbang sebagai contoh penulis setelah mempunyai sekitar 125 jam terbang. 

Latar belakang penyerangan tersebut dikarenakan Belanda melanggar Perjanjian Linggar Jati dan Belanda menyerang beberapa wilayah di Indonesia yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda I dari 21Juli sd 5 Agustus 1947.  Dengan adanya Agresi Muliter Belanda yang juga membombardir Pangkalan Udara Maguwo, para Kadet dengan rekan rekan tehnisi, mempersiapkan pesawat latih mereka untuk melaksanakan serangan balasan. 

Ilustrasi serangan ini pada saat pandemi Covid 19 kemaren dibuat Film dengan Judul Kadet 47.  Pembuatan Film tentunya atas sepengetahuan Keluarga Besar Pelaku sejarah.  
Film ini tayang perdana saat Covid 19 tahun 2021, sehingga dalam penutaran selalu gunakan protokol kesehatan

Kebetulan penulis sesama penggerak medsos bersama salah satu putri  pelaku sejarah Bpk Suharnoko Harbani (Maya Suharnoko Harbani).    Saat penayangan Perdana tahun 2021, Penulis diundang Nobar oleh Maya Suharmoko untuk ikut menyaksikan Film Kadet 47.  Mengingat masa pandemi Covid 19, studio untuk 100 penonton hanya diisi 25 undangan. 

Kenangan Nobar Film Kadet 47 bersama putri Bpk Alm Suharnoko Harbani dari Purn AU Bpk Marskal TNI Purn Imam Sufaat dan Penulis 

Peristiwa Serangan 29 Juli 1947 ini selalu dilakukan oleh para Instructor Penerbang dengan penerbangan Napak Tilas.  Dimana Para Instruktur Penerbang berpakaian ala Penerbang kala itu dan dilakukan di pagi buta juga.  Tentunya pesawat yang di gunakan lebih canggih dan memenuhi syarat untuk terbang malam.  Para Instruktur Penerbang kemampuan nya jauh diatas para Kadet saat itu karena sudah mempunyai ratusan jam terbang bahkan ribuan  jam terbang. 

Serangan 29 Juli 1947 ini sangat Heroik, dilakukan oleh Kadet yang masih minim jam terbang, masih muda muda, umur dibawah 20 tahun, tetapi semangat luar biasa. Serangan pendadakan, bisa menghancurkan Markas Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga.  Bagaimana tidak Heroik, Penyerangan dilakukan oleh Pesawat yang Pilotnya masih para Kadet dan Pengebomnya hanya dengan dilempar langsung.   Pengebom memangku Bom sejak dari TO, tidak memikirkan bila Bom meledak dalam pesawat.  Penulis kebetulan saat ini sebagai Pengurus DPP LVRI, dimana Tupoksi nya untuk mewariskan JSN 45 (Jiwa Semangat Nilai 45), berusaha memasukkan Nilai Heroik Serangan Udara Pertama AURI 29 Juli 1947 masuk  materi JSN 45.

Sayang keberhasilan para Kadet di pagi hari, sorenya terjadi serangan membabi buta oleh Pesawat P 40 Kittyhawk Belanda ke pesawat Dakota VT CLA dari Singapore ke Maguwo, yang membawa obat obatan PMI.  Dalam pesawat ada Komodor Udara Adi Sucipto, Komodor Udara Prof Dr Abdulrachman Saleh dan Adi Sumarmo Wiryokusumo, ketiganya gugur. 

Oleh sebab itu tanggal 29 Juli diabadikan sebagai Hari Bhakti TNI AU (Renungan di Hari Bhakti TNI AU 29 Juli 2023 oleh Marsda TNI Purn Tumiyo) 


Kamis, 15 Juni 2023

POINTERS SAMBUTAN MENHAN DALAM HARI VETERAN 2023

1. PERINGATAN HARVETNAS TAHUN 2023 SANGAT ISTIMEWA KRN SEJAK DITETAPKAN HARVETNAS SSI KEPRES NO 30/2014 BARU KALI INI DIPUSATKAN DI KOTA SOLO

2. HARVETNAS DIPUTUSKAN TGL 10 AGUSTUS ADALAH MENGENANG SERANGAN UMUM TGL 7 SD 10 AGUSTUS 1949 YG TERJADI DI SOLO

3. KEMARAHAN MASYARAKAT SOLO AKIBAT BELANDA  MENGKHIANATI PERJANJIAN DARI PERJANJIAN LINGGAR JATI SD PERHANJIAN ROOM ROYEN, 

4. DENGAN SERANGAN 4 HARI DIBAWAH PIMPINAN LETKOL IGNATIUS SLAMET RIYADI AKHIRNYA BELANDA TERDESAK DAN MENYERAHKAM KOTA PADA TGL 10 AGUSTUS 1959.

5. SETELAH PERTEMPURAN BERAKHIR PADA SAAT PENYERAHAN KOTA SOLO SECARA RESMI BUNG KARNO MENGRLUARKAN STATEMENT MULAI HARI INI KAMU KAMU PARA PEJUANG SAYA NAMAKAN VETERAN

6. TEMA HARVETNAS KALI INI YANG BERBUNYI DENGAN JIWA, SEMANGAT DAN NILAI NILAI JUANG 45, LVRI IKUT SERTA MENYUKSESKAN PEMILU 2024 DAN KONSISTEN UNTUK MELANJUTKAN  PEMBANGUNAN NASIONAL, TEPAT SEKALI SEHUBUNGAN DENGAN TAHUN POLITIK DIMANA TAHUN DEPAN AKAN ADA PESTA DEMOKRASI

7. VETERAN RI HARUS TETAP NETRAL DAN NENDUKUNG PEMERINTAH YANG SYAH DAN SIAP MENDUKUNG JALANNYA PEMBANGUNAN

8. DIRGAHAYU HARI VETERAN NASIONAL 2023 

9. MERDEKA