Selasa, 28 Juli 2026

MENGENANG PERISTIWA HEROIK 79 TAHUN YANG LALU

Sengaja penulis menjelang subuh tanggal 29 Juli 2026 sudah bangun, karena ingin mengenang Peristiwa 79 tahun yang lalu, dimana para Kadet atau Siswa Penerbang yang dengan jam terbang minim, sudah  berani menyerang Markas Belanda di Ambarawa, Salatiga dan Semarang.  Sebagai insan Dirgantara, Purnawirawan TNI Angkatan Udara dan sebagai Veteran Republik Indonesia,  penulis setiap menjelang Peringatan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara selalu membuat tulisan sekedar untuk mengenang dan bernostalgia.  Dalam membuat tulisan ini, penulis hanya peegunakan HP, karena di era AI maupun IT, HP merupakan alat yang serba guna, bisa gantikan fungsi komputer maupun laptop.   Bagi penulis nunul-nunul HP juga berfungsi menunda kepikunan, selain merupakan hobi.

Sejarah penulisan tentang hari yang membanggakan namun juga hari duka yang mendalam pada tanggal 29 Juli selalu muncul setiap tahunnya.  Kesuksesan para Pilot Muda (Suharnoko Harbani, Sutardjo Sigit dan Mulyono) saat menyerang markas Belanda di Ambarawa,  Salatiga dan Semarang dipagi buta tanggal 29 Juli 1947, ternyata di sore hari Para Petinggi AURI (Komodor Agustinus Adi Sucipto, Komodor Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Adi Sumarmo Wiryokusumo) sebagai penumpang Dakota gugur karena serangan membabi buta oleh pesawat Belanda.  Untuk mengenang Petistiwa Heroik dan Gugurnya para Pahlawan tersebut akhirnya dikenang sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Kali ini Penulis tuangkan dalam berita dalam gambar Peristiwa 29 Juli 1947, dimana saat itu dikenang terjadinya Agresi Militer Pertama Belanda.
Peristiwa Serangan Udara Pertama AURI pada tanggal 29 Juli 1947 di film kan dengan judul KADET 47 diputar perdana saat Pandemi Covid 19 pada tahun 2021

Penulis (tengah berjaket Air Crew), diundang oleh putri pelaku Serangan tanggal 29 Juli 1947 Maya Suharmoko Harbani untuk menyaksikan pemutaran perdana Film Kadet 47.
Para Petinggi AURI Bpk Suryadharma, Halim Perdanakusuma, Adi Sucipto, dan Abdulrachman Saleh sambil ber kangen-kangenan membahas Rencana mencari cari obat-obatan dan Rencana Serangan Udara ke Markas Belanda di Ambarawa, Salatiga dan Semarang (Film Kadet 47)
Bpk Suryadharma menunjuk empat Kadet Suharnoko Harbani, Mulyono, Sutardo Sigit dan Bambang Saptoaji untuk mrlakukan  serangan udara tanhgal 29 Juli 1947, namun Kadet Bambang Saptoaji batal karena pesawat tidak siap (Film Kadet 47)
Halim Perdana Kusuma berikan arahan kepada keempat Kadet  sehari sebelum serangan udara tanggal 29 Juli 1947 (Film Kadet 47)
Pesawat Cureng yang digunakan untuk menyerang tanggal 29 Juli 1947

Puing-puing pesawat Dakota VT-CLA didalamnya ada Bpk Adi Sucipto, Bpk Abdulrachman Saleh dan Bpk Adi Sumarmo

Puing ekor Pesawat Dakota VT CLA akhirnya dibuat monumen ditempat jatuhnya pesawat di desa Ngoto Bantul 

Bapak Adi Sucipto gugur dalam penerbangan pesawat Dakota  VT CLA yang jatuh di daerah Ngoto Bantul sebelum mendarat di Pangkalan Maguwo

Bapak Abdulrachman Saleh ikut gugur bersama Bapak Adi Sucipto

Bapak Adi Sumarmo juga gugur bersama Bapak Adi Sucipto dan Bapak Abdulrahman Saleh
Marsdya TNI Purn Suharnoko Harbani salah satu pelaku serangan udara tanggal 29 Juli 1947

Kasau mengisi buku tamu di TMPNU Kalibata sebelum memimpin Ziarah Peringatan ke 79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Kasau memimpin Ziarah Peringatan ke 79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara di TMPNU Kalibata tanggal 28 Juli 2026

Mantan Kasau Marsekal TNI Purn Chappy Hakim, Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto, Marsekal TNI Purn Herman Prayitno dan Marsekal TNI Pur Putu Dunia hadir dalam acara Ziarah Peringatan ke 79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Pesawat Tempur Terbaru TNI Angkatan Udara Rafale ,,  MERDEKA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar