Senin, 21 September 2026

TELAAHAN STAF

Dari          :  Ketua Wantimpus LVRI
Kepada    :   Ketum DPP LVRI
Tanggal   :  September 2026
Lampiran :  2 (dua) Bendel 
Tentang   : Efisiensi Anggaran LVRI

I.  Pokok Persoalan :
Pengelolaan  Anggaran LVRI perlu didahului dengan Proses  Perencanaan dari  Departemen  maupun Badan di DPP  serta  Wantimpus LVRI,  sesuai Aturan Perundangan yang berlaku, 

II. Pra Anggapan :
LVRI akan selalu dapat dukungan dari Pemerintah (APBN)

III. Fakta-fakta yang mempengaruhi :

1. Semenjak Tahun 2024 LVRI mendapat dukungan dari APBN melalui Kemhan.
2. UU APBN  disahkan oleh DPR paling lambat sebulan sebelum tahun Anggaran Baru, sebagai contoh APBN 2024 disahkan oleh DPR pada  21 September 2023 dengan UU No 19 Tahun 2023.
3. Dari tahun ke tahun dukungan anggaran meningkat, untuk tahun 2024 sebesar 15 milyar, untuk tahun 2025 sebesar 20 milyar dan untuk tahun 2026 sementara baru 10 milyar.
4. Pola penyerapan Anggaran setiap tahun berbeda-beda, tahun 2024 semua Departemen dan Badan DPP LVRI  ikut dalam perencanaan maupun monitor pencairan Anggaran.
5. Tahun 2025 dan 2026,   Departemen dan Badan DPP serta Wantimpus LVRI, tidak dilibatkan dalam perencanaan dan tidak bisa memonitor berapa anggaran yang sudah cair 
5. Tahun 2026 masih belum jelas berapa alokasi Anggaran untuk LVRI.
6. Wantimpus mendapatkan Anggaran baru tahun 2025.
7. Pengelolaan Anggaran LVRI TA 2024 oleh Dirvet Kemhan, mulai 2025 oleh Pusvet dibawah Bacadnas.

IV. Pembahasan

1. Pagu tahun 2024 sebesar 15 milyar,  dengan penjelasan sebagai betikut :

a. Pada tahun 2023, LVRI mendapatkan informasi  tentang DIPA Kemhan yang menyebutkan bahwa  LVRI mendapat  dukungan APBN sebesar 15 M dengan rincian sebagai berikut :
1)  Departemen Khusus Rp.371.450.000,00 (tiga ratus tujuh puluh satu juta, empat ratus lima puluh ribu rupiah)
2) Departenen Umum Rp.2.840.000.000,00 (dua milyar delapanratus empat puluh juta rupiah)
3) Departeman Pewarisan Rp.3.505.804.000,00 (tiga milyar lima ratus lima juta delapan ratus empat ribu rupiah)
4) Departemen Organisasi Rp.2.145.022.000,00 (dua milyar seratus empat puluh lima juta dua puluh dua ribu rupiah)
5) Sekretariat Jendral Rp.5.168.532.000,00 (lima miltar seratus enam puluh delapan juta lima ratus tiga puluh dua ribu)
6) Departemen Kominfo Rp.649.182.000 (enam rztus empat puluh sembilan juta seratus delapan dua ribu rupiah)
7) Instabsi Bantuan Hukum Rp.320.000.000,00 (tigaratus dua puluh juta rupiah
8. Wantimpus nihil

b. Pagu sebesar 15 M tersebut atas dasar Pengajuan dari Departemen dan Badan LVRI serta dibahas bersama, kecuali Wantimpus LVRI belum mendapat anggaran.

c. Dalam Proses Pencairan APBN, LVRI tdk dilibatkan dalam Panitia Pengadaan karena sebagai User, namun bisa ikut monitor, bahkan diberi copy RAB nya dan masing-masing  Departemen maupun Instansi lainnya serta ada PIC di Kemhan.

d. Dalam laporan Realisasi APBN untuk LVRI TA  2024, dari Pagu 15 M terserap Rp 14.763.245.000,00 (empat belas milyar, tujuh ratus enam puluh tiga juta, dua ratus empat puluh lima ribu rupiah) atau 98,42 % merupakan serapan dalam batas wajar.

2. Pagu APBN untuk LVRI pada tahun 2025 sebesar 20 Milyar dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Penyaluran pagu dengan pola dua tahap sebagai berikut :  

1) Departelan Hublem Rp.3.500.000.000,00 (tiga milyar lima ratus juta rupiah), dimana tahap pertama Rp 1.237.019.000 () dan tahap kedua Rp 2.262.981.000()
2) Departemen Kominfo Rp.350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah), tahap pertama Rp 250.000.000,00 () dan tahap kedua Rp 100.000.000,00 ()
3) Sekretariat Jendral Rp.8.600.000.000,00 (delapan milyar enam ratus juta rupiah), tahap pertama Rp 5.000.000.000,00 (), tahap kedua Rp 3.600.000.000,00 ()
4) Departemen Umum Rp.4.800.000.000,00 (empat milyar delapan ratus juta rupiah), tahap pertama Rp 300.000.000,00 (), tahap kedua Rp 4.500.000.000,00 ()
5) Departeman Bantuan Hukum Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)
6) Departeamen Pewarisan Rp.1000.000.000,00 (satu milyar rupiah), tahap pertama Rp 400.000.000,00 (), tahap kedua Rp 600.000.000,00 ()
7) Departemen Organisasi Rp.700.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah), tahap pertama Rp 300.000.000,00(), tahap kedua Rp 400.000.000,00 ()
8) Wantimpus Rp.250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah), tahap pertama Rp 100.000.000,00(), tahap kedua Rp 150.000.000,00 ()
9) PIVERI Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)

b. Pagu Anggaran LVRI untuk tahun 2025 naik dari 15 M menjadi 20 M atau naik 33 %, namun beberapa Departemen justru mengalami penurunan pagu sebagai berikut :

1) Departeman Pewarisan menurun dari 3,5 M jenjadi 1 M.
2) Departemen Organisasi dari 2,1 M menjadi 700 juta
3) Departemen Kominfo dari 649 juta menjadi 350 juta.
4) Bantuan Hukum dari 300 juta menjadi 200 juta

c. Adapun yang mengalami kenaikan adalah :

1) Sekretariat Jendral dari 5,1 M menjadi 8,6 M
2) Departemen Hublem dari 371,4 juta menjadi 3,5 M
3) Departemen Umum dari 2,8 M menjadi 4,8 M

d. Dalam  TA 2025, masing-masing  Departemen, Bankum maupun Wantimpus mendapatkan Pagu Anggaran namun tidak dilibatkan dalam perencanaan sifatnya given, sehingga tidak tahu persis harus berbuat apa.

e. Dalam laporan Realisasi APBN untuk LVRI TA 2025, dari Pagu 20 M terserap Rp 14.763.245.000,00 (empat belas milyar, tujuh ratus enam puluh tiga juta, dua ratus empat puluh lima ribu rupiah) atau 74,3 %, karena untuk Pajak dan Jasa Rekanan langsung dipotong Kemhan. Dana yang diserap untuk Kegiatan sebesar Rp 11.487.549.946 (sebelas milyar, empat ratus delapan puluh tujuh juta, limaratus empat puluh sembilan ribu, sembilan ratus empat puluh enam rupiah) dan yang masuk Bendahara LVRI Rp 3.374.755.8004 (tiga milyar, tigaratus tujuh puluh empat juta, tujuh ratus lima puluh lima ribu, delapan ratus empat rupiah). Laporan ini rawan kalau ada uji petik dari BPK karena ada dana yang masuk ke LVRI, berarti tidak semua pagu dimanfaatkan untuk kegiatan sesuai Pagu APBN.

3. Pagu TA 2026, sementara mendapat Alokasi 10 M, dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Pada sekitar bulan Agustus 2025, diedarkan pagu untuk TA 2026 sebesar 10 M, oleh Wasekjen LVRI dengan Rincian sebagai berikut :

1) Departemen Umum mendapat Alokasi  Rp 4.500.000.000,00 () meliputi :
a) Bedah Rumah 2.500.000.000,00 ()
b) Renovasi Kantor Rp 2.000.000.000,00 ()
2) Departemen Organisasi mendapat Rp 1.260.000.000,00 ()
3) Departemen Pewarisan mendapat Rp 1.500.000.000,00 ()
4) Departemen Hublem mendapat Rp 150.000.000,00 ()
5) Departemen Kominfo mendapat Rp 250.000.000,00 ()
6) Bagian Hukum mendapat Rp 150.000.000,00 ()
7) Wantimpus mendapat Rp 100.000.000,00 ()
8)PIVERI mendapat Rp 100.000.000,00 ()
9) ATK mendapat Rp 200.000.000,00 ()
10) Har Komputer Rp 150.000.000,00 ()
11) Set/RT Rp 200.000.000,00 ()
12) HUT LVRI Rp 500.000.000,00 ()
13) HARVETNAS Rp 400.000.000,00 ()
14) Dalpim Rp 540.000.000,00()

b. Dalam Rapat Pleno LVRI Mei 2026, Penjelasan Kapusvet ttg APBN LVRI 2026 berbeda jauh dengan Pagu Agustus 2025 dengan Rincian sebagai berikut:

1) Bidang Administrasi Veteran Rp 5.615.681.000,00 () meliputi :
a) Skep, Tahor, Dahor, Tuvet dan Tundyatu Rp 380.352.000,00 ()
b) Bedah Rumah  Veteran RI Rp 3.250.000.000,00 ()
c) Buku Induk Veteran RI Rp 454.804.000,00 ()
d) Monitoring Update Data Veteran RI Rp 30.525.000,00 ()
e) HUT LVRI Rp 500.000.000,00()
f) Rungga DPP LVRI Rp 1.000.000.000,00 ()

2) Bidang Kesejahteraan Rp 4.990.000.000,00 () meliputi :
a) Renovasi Kantor DPD/DPC LVRI Rp 2.990.000.000,00()
b) Bansos Rp 650.000.000,00 ()
c) HARVETNAS 2026 Rp 800.000.000,00 ()

3) Bidang Kerjasama dan Komsos Rp 1.636.014.000,00(),meliputi :
1) Penyelesaian Masalah Keveteranan di Pontianak Rp 40.286.000,00 ()
2) Penyelesaian Masalah Keveteranan di Kupang Rp 47.460.000,00()
3) Penyelesaian Masalah Keveteranan di Aceh Rp 53.139.500,00 ()
4) Iklan Masalah Keveteranan RI Rp 188.028.000,00()
5) Pengadaan Pakaian Dinas Rp400.000.000,00()
6) Renovasi Lantai 6 Rp 860.000.000,00 ()
7) Rakor antar K/L dan Pemangku Kepentingan untuk Kesejahteraan Veteran RI Rp 47.099.500,00 ()

c. Terjadi banyak perbedaan dan rawan apabila ada uji petik dari BPK diantaranya :
1) Pagu Bedah Rumah dan Renovasi Kantor DPD/DPC LVRI menurut info awal Wasekjen sekitar 4,5 M menjadi 4,8 M
2) Dalam Program Kerja untuk Rungga DPP LVRI, Bansos dan HARVETNAS tetapi peruntukannya untuk JSN 45
3) Dalam Program Kerja untuk Pengadaan Pakaian Dinas dan Renovasi Lantai 6 Gedung LVRI, peruntukkannya digunakan untuk Musda.
4) LVRI tidak punya Kantor di Lantai 6, namun ada Program Renovasi Lantai 6.

V. Kesimpulan 

1. LVRI mulai TA 2024 mendapat Pagu APBN sebesar 15 M, namun Wantimpus belum mendapatkan Alokasi Anggaran.
2. TA 2025, LVRI mendapat Pagu APBN meningkat menjadi 20 M dan pertama kalinya Wantimpus mendapat Alokasi sebesar 250 juta.
3. TA 2026 sementara mendapat Pagu sebesar 10 M, sebetulnya mengundang pertanyaan dimana Pagu APBN itu dari tahun ke tahun meningkat tetapi untuk LVRI tahun 2026 menurun.
4. Dalam TA 2024, seluruh Departemen maupun Bankum dilibatkan untuk menyusun Program Kebutuhan Anggaran, namun pada TA 2025 dan 2026 tidak dilibatkan sifatnya given dari Sekjen dan Wasekjen.
5. Dengan berubahnya Pengelolaan Anggaran LVRI dari Dirvet ke Pusvet dibawah Bacadnas, tidak ada keterbukaan antara Pusvet dan LVRI.

VI. Saran

1. Mengingat sejak TA 2024 LVRI Mendapat Pagu APBN perlu disusun Program Kerja Tahunan yang melibatkan DPP dan Wantimpus LVRI.
2. Dalam menyusun Kebutuhan Anggaran semua Departemen dan Bantuan Hukum serta Wantimpus perlu dilibatkan, bukan hanya oleh Sekjen dan Wasekjen.
3. Dalam Pengelolaan Anggaran perlu keterbukaan antara Pusvet dan LVRI.

VII. Penutup

Demikian Telaahan Staf tentang Efisiensi Anggaran di LVRI untuk menjadikan periksa 

Jakarta, September 2026
Ketua Wantimpus LVRI 



Komjen Pol Purn DR. H. Ito Sumardi, Drs, SH, MH, MBA, M.Kom (AI)

Rabu, 26 Agustus 2026

BAHAN RAPAT KALEIDOSKUP LVRI 2022-2027

 Slide 1 : Sampul Kaleidoskup LVRI 2022-2027

Slide 2 : Time Line

Slide 3 : Kerangka Kaleidoskup
1. Pengantar
2. Sambutan Ketum
3. Bab I Pendahuluan
4. Bab II Kaleidoskup Tahun Pertama
5. Bab III Kaleidoskup Tahun Kedua
6. Bab IV Kaleidoskop Tahun Ketiga
7. Bab V Kaleidoskup Tahun Keempat
8. Bab VI Kaleidoskup Tahun Kelima
9. Penutup

Slide 4 : Proses Penyempurnaan Kaleidoskup Tahun Pertama dan Sementara ini sdh sekitar 38 Halaman 

Kamis, 20 Agustus 2026

RENUNGAN UPACARA 17 AGUSTUS 2026 DIDEPAN GEDUNG LVRI

Upacara 17 Agustus 2026 didepan Gedung Veteran Republik Indonesia, merupakan Upacara 17 an yang pertama yang dilaksanakan oleh DPP LVRI.  Penulis menyatakan merupakan yang pertama karena selama sebagai Pengurus DPP LVRI sejak 2020, memang baru  kemaren melaksanan upacacara 17 an  didepan Gedung Veteran Republik Indinesia.
Gedung Veteran Republik Indonesia yang dulu dikenal dengan Gedung Granada

Di Kawasan Gedung Veteran Republik Indonesia yang dulu dikenal Kawasan Bisnis Granada, setidaknya ada lima kantor yaitu :

1. Kantor Markas Besar LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia).
2. Kantor YGVRI (Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia).
3. Kantor PT PNI (Primatama Nusa Indah) yang Kelola Gedung Veteran Republik Indonesia (17 Lantai).
4. Kantor PT DSI (Dome Semanggi Indonesia) yang kelola Balai Sarbini.
5. Kantor Lippo Mall Nusantara (Semanggi Plaza).

Pada tanggal 17 Agustus 2026 terjadi dua kali upacara, pertama pagi hari jam 07.00 ada upacara Pengibaran  Bendera Merah Putih oleh Managemen Mall Nusantara.  Siangnya ada Upacara mengenang detik-detik Proklamasi oleh DPP LVRI.  Upacara Pengibaran Bendera oleh Managemen Mall Nusantara berjalan lancar karena direncanakan jauh-jauh sebelum tanggal 17 Agustus 2026 dan beberapa kali diadakan gladi.

Upacara mengenang detik-detik Proklamasi oleh DPP LVRI tidak kalah lancar walau instruksi baru disampaikan sehari sebelumnya.  Kelancaran Upacara oleh DPP LVRI tidak lepas dari bantuan Pembawa Acara dan Operator Sound System atas bantuan dari Managemen Mall Nusantara.  Bahkan perlengkapan lainnya seperti podium dan sound system  menggunakan yang sudah ada milik Managemen Mall.

Irup Upacara Detik-Detik Prokkamasi adalah Ketum DPP LVRI, sedangkan para Pimpinan LVRI dari Ketua Wantimpus, Waketum 1, Waketum 2 dan Sekjen DPP LVRI maupun Pengurus dan Karyawan menjadi  Peserta Upacara.   

 Ketum DPP LVRI sebagi Irup Upacara 17 Agustus 2026

Para Pimpinan LVRI dalam mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi, ikut berdiri sikap sempurna selama berlangsungnya upacara.

 Para Pimpinan DPP LVRI dengan khikmat mengikuti Upscara tanggal 17 Agustus 2026

Pengurus DPP LVRI membentuk peleton pasukan upacara dan mampu berdiri sikap sempurna selama upacara berlangsung.

Para Pengurus DPP LVRI dengan sikap sempurna mengikuti Upacara 17 Agustus 2026

Peleton Karyawan yang relatif masih muda-muda sangat bangga mengikuti upacara dan apalagi ini upacara pertama yang mereka ikuti.

Karyawan DPP LVRI  dengan bangga bisa ikut Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026

Setelah selesai upacara seluruh peserta upacara foto bersama dengan Ketum DPP LVRI dan Pengurus lainnya serta Karyawan,  sangat antusias terutama para karyawan.

Foto bersama Ketum DPP LVRI beserta Pengurus dan Karyawan

Setelah selesai upacara penulis merenung, alangkah baiknya setiap 17 Agustus diadakan Upacara 17 an bersama seluruh instansi yang berkantor di Kawasan Gedung Veteran Republik Indonesia.  Tentunya yang Koordinir adalah DPP LVRI, dimana Irup maupun Perwira Upacara dari DPP LVRI.   Banyak manfaat apabila upacara 17 Agustus dilaksanakan bersama bagi seluruh instansi yang berkantor di Kawasan Gedung Veteran Republik Indonesia, diantaranya :

1. Instansi yang berkantor di kawasan Gedung Veteran Republik Indonesia menyadari bahwa mereka berkantor di Aset LVRI, terutama untuk Lippo Mall Nusantara, PT PNI maupun PT DSI.
2. Pihak LVRI bisa lebih dekat dan kenal para Pejabat Managemen yang menanfaatkan Aset LVRI
3. Mempererat hubungan antar instansi yang memanfaatkan Aset LVRI.
4. Sebagai sarana mensosialisasikan keberadaan LVRI.
5. Dengan kedekatan LVRI dan para Pengguna Aset LVRI, secara otomatis mereka dengan sukarela membantu kegiatan LVRI.

Semoga renungan ini bisa menjadi kenyataan dan akan terjadi hubungan yang harmonis antara LVRI dan YGVRI dengan  Lippo Mall Nusantara, PT PNI dan PT DSI,, Aamiin (Marsda TNI Purn Tumiyo)





Rabu, 19 Agustus 2026

RENUNGAN 17 AGUSTUS 2026

Tanggal 17 Agustus 2026, penulis mempunyai kesan khusus terutama selaku Pengurus DPP LVRI.   Selama sebagai Pengurus DPP LVRI yang sudah sekitar 6 tahun, baru kali ini mengikuti Upacara 17 Agustus di kantor LVRI.  Termasuk setelah Purnabhakti baru kali ini ikut upacara sebagai pasukan upacara dan berdiri hampir 30 menit dengan sikap sempurna. Selama ini kalau upacara 17 Agustus, ikut sebagai undangan dan duduk di kursi. Mungkin karena sebagai anggota Veteran Republik Indonesia, semua pasukan upacara ikuti upacara dengan khidmat dan tetap tegak berdiri dengan sikap sempurna.
Ketum DPP LVRI selaku Irup Upacara 17 Agustus 2026

Penulis berkomentar luar biasa
Karena dari Ketum, kelompok pimpinan  dan seluruh pengurus yang nota bene rata-rata diatas 70 tahun  bahkan diatas 80 tahun  masih mampu berdiri tegak selama lebih 30 menit.  
Kawantimpus, Waketum 1 , Waketum 2 dan Sekjen LVRI ikut sebagai Peserta Upacara

Penulis yang masih dibawah 80 tahun merasakan berdiri selama 30 menit lebih merasakan ketegangan otot yang cukup lumayan.   

Pengurus DPP dan Wantimpus LVRI menjadi Pasukan Upacara

Upacara 17 Agustus 2026 dari LVRI ini juga bisa dibilang Luar Biasa, tidak ada persiapan  tidak latihan, bahkan hanya sehari bahkan tanggal 17 dini hari baru diputuskan upacara di depan Gedung LVRI.  Para karyawan dengan semangat ikuti upacara ini ternyata baru pertama kali Mabes LVRI mengadakan Upacara 17 Agustus.   

Karyawan DPP LVRI dengan semangat ikuti upacara

Selama ini para Pejabat ikuti acara di Istana, lainnya biasanya ikuti acara di lingkungan masing masing.
Penulis begitu ada perintah upacara 17 an di kantor, pagi-pagi sudah berangkat ke kantor, namun sampai kantor tidak boleh masuk karena ada upacara bendera bagi Pejabat dan Karyawan Pengelola Balai Sarbini, Gedung Veteran RI dan Lippo Mall Nusantara.   Dalam upacara bendera pagi hari pasukan upacara berdiri sedangkan para pejabatnya disiapkan tempat khusus dan duduk di kursi.   Melihat Upacara Bendera oleh Pejabat dan Karyawan Pengelola Gedung penulis terkesan pembawa acara dan operator musik sangat profesional.   
Selanjutnya penulis minta semua perlengkapan upacara seperti mimbar, sound sistem maupun perlengkapan lain untuk tidak dibongkar, penulis minta pembawa acara dan operator sound system untuk membantu  upacara 17 an oleh LVRI.   Kebetulan kedua petugas tersebut tidak keberatan, dan lanhsung ikut gladi bersih.   Perwira upacara dari LVRI juga gerak cepat dimana baru pagi itu juga baru membuat susunan upacara yang intinya memodifikasi susunan acara milik Pengelola Gedung.  

Saat gladi bersih berjalan lancar tidak lepas dari bantuan pembawa acara dan operator musik yang mampu ikuti urutan upacara.   Upacara berjalan tertib dan lancar dan pasukan upacara dari Pengurus DPP LVRI yang pada umumnya sudah uzur tetap semangat.   
Pengurus DPP LVRI foto bersama Karyawan DPP LVRI

Setelah upacara diadakan foto bersama dan selanjutnya seluruh peserta upacara termasuk pembawa acara dan operator sound system mengikuti syukuran dan makan siang bersama di Lantai 12 B.

Sisela sela syukuran dan makan siang, penulis merenung dan mengharapkan untuk setiap 17 Agustus diadakan upacara di depan Gedung LVRI dimana pesertanya dari LVRI, YGVRI, Pengelola Gedung Sarbini, Pengelola Gedung LVRI dan Pengelola Mall Lippo Nusantara.  

Sekedar tali asih untuk Pembawa Acara dari Karyawan Pengelola Gedung LVRI

Sekedar tali asih untuk operator sound system dari Security Pengelola Gedung LVRI

Selain untuk menjalin silahturahmi, yang nantinya akan memudahkan koordinasi.   Tentunya perlu dibentuk panitia dimana Perwira Upacara dan Irup dari LVRI, personil lainnya dari instansi terkait.   Semoga tahun depan terealisasi ,,, MERDEKA

 


Senin, 10 Agustus 2026

SIKAP DPP LVRI TAHUN 2021 TERHADAP REVISI UU NO 15/2012



SIKAP DPP LVRI THD WACANA PERUBAHAN UU NO 15 TAHUN 2012 TTG VETERAN REPUBLIK INDONESIA

Sebagai salah satu Pengurus DPP LVRI, ijin ikut sampaikan sedikit penjelasan ttg sikap Pengurus DPP LVRI thd Wacana Perubahan UU no 15/2012 tertanggal 21 Juli 2021.   Kalau melihat sejarah UU Veteran saat ini sdh ada 4 x Perubahan atau revis:

1. UU no 75/1957
2. UU no 15/1965
3. UU no 7/1967
4. UU no 15/2012

Dari keempat UU tsb difinisi Veteran adalah intinya Warga Negara yg berperang melawan Negara Asing.  Adapun jenis Veteran ada 4 :

1. Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia sd 27 Desember 1949

2. Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia meliputi :
a. Veteran Pembela Trikora 19 Desember 1961 sd 1 Mei 1963
b. Veteran Pembela Dwikora 3 Mei 1964 sd 11 Agustus 66
c. Veteran Pembela Seroja 21 Mei  1975 sd 17 Juli 1976.
d. Veteran Pembela Lainnya yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

3. Veteran Perdamaian Republik Indonesia

4. Veteran Anumerta Republik Indonesia 

Catatan :
Veteran Pembela Seroja dibatasi sd tgl 17 Juli 1976, Krn stlh itu Tim Tim menjadi Wilayah NKRI, ,, memang yg bertugas di Tim Tim stlh 17 Juli 1976 masih bertempur tapi statusnya bukan melawan koloni Portugis, tapi sdh melawan warga negara sendiri ,, itu bunyi UU .

DPP LVRI mempunyai sikap kalau Pejuang Tim Tim menginginkan sbg Veteran, tidak perlu Merevisi UU cukup siapkan Konsep Keputusan Presiden karena dlm UU no 15/2012 pasal 4 berbunyi :  Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat (2) huruf b terdiri atas :
a. Veteran Pembela Trikora
b. Veteran Pembela Dwikora
c. Veteran Pembela Seroja; dan 
d. Veteran Pembela lainnya yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Dari DPP LVRI mengambil sikap tidak perlu revisi UU tapi cukup dg Kepres Krn dalam UU no 15/2012 sudah diwadahi ,, Maaf ini sekedar refreshing mengenai Veteran ,, Mudah2an tulisan ini bisa menambah pemahaman ttg Veteran ,, 🙏

Dari DPP LVRI mengambil sikap tidak perlu revisi UU tapi cukup dg Kepres Krn dalam UU no 15/2012 sudah diwadahi ,, Maaf ini sekedar refreshing mengenai Veteran ,, Mudah2an tulisan ini bisa menambah pemahaman ttg Veteran  (Marsda TNI Purn Tumiyo)

Jumat, 07 Agustus 2026

EDISI KHUSUS WARTA WANTIMPUS LVRI DALAM RANGKA HARVETNAS 2026

SAPAAN KEWANTIMPUS

MERDEKA,

Dalam bulan Agustus bagi LVRI ada dua hari bersejarah, pertama memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus dan Hari Veteran Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus.  Dua hari tersebut bagi LVRI juga tidak bisa dipisahkan karena Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini tidak lepas dari perjuangan para Veteran Republik Indonesia.   Pada tahun 2026 kali ini ada kegiatan LVRI yang sangat sesuai dengan salah satu  Visi dan Misinya yaitu  meningkatkan kesejahteraan anggotanya.   

Pada tanggal 6 Agustus 2026 Ketum DPP LVRI bersama seluruh Dewan Pimpinan melaksanakan peresmian secara simbolis Rehap Kantor DPC LVRI dan Bedah Rumah di Subang.   Disebut secara simbolis karena tahun ini mengadakan Rehab 9 Kantor DPD/DPC LVRI dan 52 Bedah Rumah di 19 DPD LVRI.  Kedatangan Ketum DPP LVRI dan para Dewan Pimpinan kainnya disambut sangat antusias terutama oleh Anggota LVRI DPC Subang, yang mungkin baru pertama kali  dikunjungi lengkap oleh para Pimpinan DPP LVRI.

Acara peresmian berjalan lancar dan hari itu juga 
Ketum DPP LVRI beserta rombongan kembali ke Jakarta  ,,, MERDEKA


APA ITU LVRI

LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) sesuai Kepres No 103 tahun 1957  adalah satu-satunya Badan  yang mewakili kaum  Veteran dalam hubungannya dengan Instsnsi-instansi Pemerintah dan Organisasi-organisasi Veteran Veteran Internasional.   Arti Veteran Republik Indonesia berdasarkan UU no 15 tahun 2012 adalah Warga Negara Indonesia yang bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang diakui oleh pemerintah yang berperan aktif dalam suatu peperangan menghadapi negara lain dan/gugur dalam pertempuran untuk membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Infonesia, atau warga negara Indonesia yang ikut serta secara aktif dalam pasukan internasional dibawah mandat Perserikatan Bangsa Bangsa untuk melaksanakan misi perdamaian dunia, yang telah ditetapkan sebagai penerima Tanda Kehormatan Veteran Republik Indonesia.

JENIS VETERAN REPUBLIK INDONESIA 

Ada 4 jenis Veteran Republik Indonesia :

1. Veteran Pejuang Kemerdekaan  Republik Indonesia adalah Warga Negara Indonesia yang dalam masa revolusi fisik tgl 17 Agustus 1945 sd 27 Desember 1949.

Profil para Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia

2. Veteran Pembela Kemerdekaan Republik adalah Warga Negara yang berperan secara aktif dalam suatu peperangan setelah 27 Desember 1949 yang meliputi :
a. Veteran Pembela Trikora dalam kurun waktu 19 Desember 1961 sd 1 Mei 1963
Presiden Soekarno bersama Sukarelawati Trikora Herlina yang dikenal si Pending Emas


b. Veteran Pembela Dwikora dalam kurun waktu tanggal 3 Mei 1964 sd 11 Agustus 1966

Bung Karno memeriksa Pasukan Sukarelawan Dwikora

c. Veteran Pembela Seroja dalam kurun waktu 21 Mei 1975 sd 17 Juli 1976

Presiden Prabowo sewaktu Operasi Seroja di Timor Timur

3. Veteran Perdamaian Republik Indonesia adalah Warga Negara yang berperan secara aktif dalam Pasukan Internasional dibawah mandat Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasukan Perdamaian PBB dari Indonesia bersama Pasukan Perdamaian Negara Lainnya

4. Veteran Anumerta adalah Warga Negara Indonesia yang gugur dalam rangka peperangan baik dalam kurun waktu Perjuangan maupun dalam kurun waktu Pembela Kemerdekaan serta Dalam Pasukan Perdamaian Dunia. 

VISI DAN MISI LVRI

Visi LVRI adalah Tetap berlanjutnya Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945.

Misi LVRI adalah mewariskan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 serta meningkatkan kesejahteraan Veteran Republik Indonesia

Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 diantaranya :
a. Semangat Pantang Menyerah dan Percaya Diri
b. Rela Berkorban Jiwa dan Raga
c. Cinta Tanah Air
d. Mampu Hadapi Tantangan Dalam dan Luar Negeri
e. Mampu Ikuti Perkembangan  IT dan AI
f. Memiliki Tekat NKRI Harga mati

PEJABAT LVRI PERIODE 2022-2027

Jendral TNI Purn HBL Mantiri Ketua Umum DPP LVRI

Komjen Pol Purn DR. H. Ito Sumardi, Drs, SH, MH, MBA, M.Kom (AI) Ketua Wantimpus LVRI

Letjen  TNI Purn Muzani Syukur Waketum I DPP LVRI

Marsdya TNI Purn Wresniwiro Waketum II DPP LVRI

Laksdya TNI Purn Djoko Sumaryono Sekjen DPP LVRI


SEJARAH HARVETNAS 

Hari Veteran Nasional selalu diperingati setiap 10 Agustus. Peringatan itu dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada warga yang telah ikut berjuang untuk membela kemerdekaan RI.
Meski tidak ditetapkan sebagai hari libur, Hari Veteran Nasional selalu diperingati setiap tahun. Biasanya, upacara akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada para veteran.

Amanat Presiden Soekarno dalam Hari Veteran Nasional tanggal 10 Agustus 1965

Pemerintah telah menetapkan Hari Veteran Nasional melalui Undang Undang Nomor 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia

Peringatan Hari Veteran Nasional dimaksudkan untuk mengenang gencatan senjata pada tanggal 10 Agustus 1949 setelah para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia berperang melawan tentara Belanda.

Penetapan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional itu tidak lepas dari sejarah pertempuran yang terjadi di Kota Surakarta atau yang dikenal juga sebagai Kota Solo. Para pejuang dan Tentara Pelajar bertempur melawan Belanda selama 4 hari.

Letkol Slamet Riyadi Tokoh Pertempuran tgl 7 sd 10 Agustus 1949 

Penyerangan dilakukan oleh pasukan SWK 106 Arjuna yang terdiri dari pasukan Tentara Pelajar (TP) di bawah pimpinan Mayor Achmadi sebagai kekuatan intinya beserta pasukan lain di luar daerah SWK 106, seperti pasukan SA/CSA dan pasukan Brigade V/II dipimpin Letkol Slamet Riyadi.

Serangan Umum Empat Hari di Solo itu berlangsung pada 7-10 Agustus 1949. Serangan itu berhenti tepat pada 10 Agustus tengah malam saat ada perintah gencatan senjata dari Presiden Soekarno sebagai Panglima Tertinggi.

Mayor Jendral F. Mollinger dari pihak Belanda menyalami Komandan Pasukan TNI Letkol Slamet Riyadi

Gencatan senjata yang terjadi pada 10 Agustus itu menjadi titik penetapan Hari Veteran Nasional yang dikuatkan melalui Ketetapan Presiden Nomor 30 tahun 2014 tentang Hari Veteran Nasional.

"Bahwa Peringatan Hari Veteran Nasional dimaksudkan untuk mengenang gencatan senjata pada tanggal 10 Agustus 1949 setelah para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia melawan Tentara Belanda di Surakarta,' demikian bunyi keppres yang dikeluarkan oleh Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu.


RENOVASI KANTOR DPD/DPC LVRI DAN BEDAH RUMAH

Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional Tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan melaksanakan program renovasi 9 sekretariat DPD/DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) serta bedah rumah 52 rumah veteran yang tersebar di 19 provinsi. Program ini merupakan wujud nyata penghormatan dan kepedulian negara kepada para Veteran Republik Indonesia atas jasa, pengorbanan, dan dedikasi mereka dalam merebut, mempertahankan, dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Laporan Kapusvet tentang Hasil Renovasi Kantor DPD/DPC LVRI serta Rehab Rumah

Peresmian secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum LVRI Jenderal (Purn) H.B.L. Mantiri didampingi Sekretaris Badan Cadangan Nasional (Ses Bacadnas) Mayor Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah yang mewakili Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, bertempat di DPC LVRI Subang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus LVRI, unsur Forkopimda, serta para undangan.

Ketum DPP LVRI Jendral TNI Purn HBL Mantiri memotong pita sebagai Peresmian Rehab Kantor DPC LVRI Subang

Selain renovasi sekretariat dan bedah rumah veteran, Kementerian Pertahanan juga menyelenggarakan bakti kesehatan bagi para veteran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para pejuang bangsa. 

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa penghormatan kepada veteran tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.

Sambutan Sesbacadnas dalam rangka Peresmian Renovasi Kantor DPD/DPC LVRI

Sekretaris Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa perhatian kepada veteran merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan para pejuang bangsa tetap memperoleh penghormatan yang layak. Menurutnya, para Veteran Republik Indonesia tidak pernah berhenti mengabdi. Di usia senja, mereka tetap mewariskan jiwa, semangat, dan nilai-nilai perjuangan 1945 kepada generasi penerus sebagai bekal membangun Indonesia Emas 2045. Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan untuk terus mendukung berbagai program LVRI dalam menjalankan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Sambutan Ketum dalam Acara Peresmian Rehab Kantor DPD/DPC LVRI di Subang Jawa Barat

Sementara itu, Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah yang terus hadir bagi para veteran. Menurutnya, bantuan renovasi sekretariat dan bedah rumah bukan hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol bahwa negara tidak pernah melupakan jasa para pejuang kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa LVRI akan terus menjaga persatuan, melestarikan jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 1945, serta berperan aktif mendukung pembangunan nasional demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Renovasi sekretariat LVRI diharapkan semakin memperkuat fungsi organisasi sebagai pusat pembinaan, silaturahmi, dan pewarisan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Di sisi lain, rehabilitasi rumah veteran menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan para pejuang bangsa dapat menikmati kehidupan yang lebih layak, aman, dan bermartabat.
Peringatan Hari Veteran Nasional menjadi momentum bagi seluruh bangsa Indonesia untuk terus menghormati jasa para veteran, tidak hanya melalui penghargaan simbolik, tetapi juga melalui kepedulian yang berkelanjutan. Semangat pengabdian, patriotisme, dan cinta tanah air yang diwariskan para veteran merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan bangsa serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk generasi kini dan masa 

KEGIATAN DALAM RANGKA HARVETNAS 2026

Sejak tahun 2024, kegiatan Peringatan HARVETNAS untuk dipusat, menjadi tugas Kementerian Pertahanan, sedangkan untuk didaerah menjadi tugas Gubernur Kepala Daerah, Bupati dan Walikota.   Tentunya semua harus koordinasi dengan DPP LVRI untuk yang di pusat dan untuk diderah  Gubernur, Bupati atau Walikota koordinasi dengan  DPD maupun DPC LVRI.   Tema Peringatan HARVETNAS untuk tahun 2026 adalah    Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju.

Dalam rangka memeringati HARVETNAS tahun 2026, beberapa kegiatan yang dikaksanakan diantarnya :

1. Melaksanakan renovasi Kantor DPD/DPC LVRI dan Bedah Rumah 
2. Melaksanakan Bhakti Kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Jakarta, Bogor, Banten dan Bandung
3. Melaksanakan Ziarah ke TMPUN Kalibata
4. Syukuran HARVETNAS untuk dipusat di Balai Sudirman akan dipimpin Bapak Menhan.

BERITA DALAM GAMBAR PERINGATAN HARVETNAS 2026

Para Pimpinan DPP LVRI dalam persiapan menuju Subang Jawa Barat

Ketum DPP LVRI setiba di Subang disambut oleh Kapusvet

Penyerahan Simbolis Rehab Kantor DPD/DPC LVRI

Penyerahan secara simbolis kepada Penerima Bedah Rumah

Para Pejabat dari DPP/DPD/DPC LVRI dan Kemhan foto bersama dengan Penerima Rehab Kantor dan Bedah Rumah

Para Pimpinan DPP LVRI bersama Sekretaris Bacadnas

Tamu undangan diluar LVRI dan Kemhan

Ketum DPP LVRI Berkenan Foto Bersama dengan Para Undangan

Kondisi Rumah sebelum dan sesudah dibedah

Kegiatan Bhakti Kesehatan di RS Sudirman

Bhakti Kesehatan di RS Moh Ridwan

Ketum DPP dan Kewantimpus LVRI bersama Ibu Ketum beserta Pengurus PIVERI menyerahkan bantuan kepada Ketua DPD LVRI dan Ketua PD PIVERI Banten

















Selasa, 28 Juli 2026

MENGENANG PERISTIWA HEROIK 79 TAHUN YANG LALU

Sengaja penulis menjelang subuh tanggal 29 Juli 2026 sudah bangun, karena ingin mengenang Peristiwa 79 tahun yang lalu, dimana para Kadet atau Siswa Penerbang yang dengan jam terbang minim, sudah  berani menyerang Markas Belanda di Ambarawa, Salatiga dan Semarang.  Sebagai insan Dirgantara, Purnawirawan TNI Angkatan Udara dan sebagai Veteran Republik Indonesia,  penulis setiap menjelang Peringatan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara selalu membuat tulisan sekedar untuk mengenang dan bernostalgia.  Dalam membuat tulisan ini, penulis hanya peegunakan HP, karena di era AI maupun IT, HP merupakan alat yang serba guna, bisa gantikan fungsi komputer maupun laptop.   Bagi penulis nunul-nunul HP juga berfungsi menunda kepikunan, selain merupakan hobi.

Sejarah penulisan tentang hari yang membanggakan namun juga hari duka yang mendalam pada tanggal 29 Juli selalu muncul setiap tahunnya.  Kesuksesan para Pilot Muda (Suharnoko Harbani, Sutardjo Sigit dan Mulyono) saat menyerang markas Belanda di Ambarawa,  Salatiga dan Semarang dipagi buta tanggal 29 Juli 1947, ternyata di sore hari Para Petinggi AURI (Komodor Agustinus Adi Sucipto, Komodor Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Adi Sumarmo Wiryokusumo) sebagai penumpang Dakota gugur karena serangan membabi buta oleh pesawat Belanda.  Untuk mengenang Petistiwa Heroik dan Gugurnya para Pahlawan tersebut akhirnya dikenang sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Kali ini Penulis tuangkan dalam berita dalam gambar Peristiwa 29 Juli 1947, dimana saat itu dikenang terjadinya Agresi Militer Pertama Belanda.
Peristiwa Serangan Udara Pertama AURI pada tanggal 29 Juli 1947 di film kan dengan judul KADET 47 diputar perdana saat Pandemi Covid 19 pada tahun 2021

Penulis (tengah berjaket Air Crew), diundang oleh putri pelaku Serangan tanggal 29 Juli 1947 Maya Suharmoko Harbani untuk menyaksikan pemutaran perdana Film Kadet 47.
Para Petinggi AURI Bpk Suryadharma, Halim Perdanakusuma, Adi Sucipto, dan Abdulrachman Saleh sambil ber kangen-kangenan membahas Rencana mencari cari obat-obatan dan Rencana Serangan Udara ke Markas Belanda di Ambarawa, Salatiga dan Semarang (Film Kadet 47)
Bpk Suryadharma menunjuk empat Kadet Suharnoko Harbani, Mulyono, Sutardo Sigit dan Bambang Saptoaji untuk mrlakukan  serangan udara tanhgal 29 Juli 1947, namun Kadet Bambang Saptoaji batal karena pesawat tidak siap (Film Kadet 47)
Halim Perdana Kusuma berikan arahan kepada keempat Kadet  sehari sebelum serangan udara tanggal 29 Juli 1947 (Film Kadet 47)
Pesawat Cureng yang digunakan untuk menyerang tanggal 29 Juli 1947

Puing-puing pesawat Dakota VT-CLA didalamnya ada Bpk Adi Sucipto, Bpk Abdulrachman Saleh dan Bpk Adi Sumarmo

Puing ekor Pesawat Dakota VT CLA akhirnya dibuat monumen ditempat jatuhnya pesawat di desa Ngoto Bantul 

Bapak Adi Sucipto gugur dalam penerbangan pesawat Dakota  VT CLA yang jatuh di daerah Ngoto Bantul sebelum mendarat di Pangkalan Maguwo

Bapak Abdulrachman Saleh ikut gugur bersama Bapak Adi Sucipto

Bapak Adi Sumarmo juga gugur bersama Bapak Adi Sucipto dan Bapak Abdulrahman Saleh
Marsdya TNI Purn Suharnoko Harbani salah satu pelaku serangan udara tanggal 29 Juli 1947, dan pada tahun 1978 menjadi Ketum IKAL Pertama tepatnya 17 Maret 1978

Kasau mengisi buku tamu di TMPNU Kalibata sebelum memimpin Ziarah Peringatan ke 79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Kasau memimpin Ziarah Peringatan ke 79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara di TMPNU Kalibata tanggal 28 Juli 2026

Mantan Kasau Marsekal TNI Purn Chappy Hakim, Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto, Marsekal TNI Purn Herman Prayitno dan Marsekal TNI Pur Putu Dunia hadir dalam acara Ziarah Peringatan ke 79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Pesawat Tempur Terbaru TNI Angkatan Udara Rafale ,,  MERDEKA