Minggu, 22 Maret 2026

MENAKAR JIWA NASIONALISME GENERASI DI ERA DIGITAL DAN PENGARUH GLOBALISASI SAAT INI Oleh Ketua Wantimpus LVRI

 



MENAKAR MENAKAR JIWA NASIONALISME GENERASI DI ERA DIGITAL DAN PENGARUH GLOBALISASI SAAT INI oleh Ketua WANTIMPUS LVRI

Ketua Wantimpus LVRI 

LATAR BEKAKANG MASALAH

Jiwa nasionalisme generasi penerus di era globalisasi cenderung mengalami erosi, dan program pelestarian serta sosialisasi JSN ’45 oleh LVRI dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk menahannya sekaligus merevitalisasinya.
Generasi Penerus harus Optimis

KONSEPTUAL : NASIONALISNE, GLOBALISASI, DAN JSN 45

- Nasionalisme generasi muda adalah kesadaran akan identitas kebangsaan, kesediaan berkorban, serta komitmen mempertahankan NKRI dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945.
- Globalisasi membentuk “dunia tunggal” yang saling tergantung secara politik, ekonomi, dan budaya, sehingga batas-batas negara menjadi makin kabur dan identitas lokal mudah tergerus.
- Dalam konteks itu, Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai ’45 (JSN ’45) adalah himpunan nilai luhur perjuangan kemerdekaan—keimanan, nasionalisme, patriotisme, rela berkorban, keberanian, kejujuran, kebersamaan, disiplin, dan pantang menyerah—yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
- JSN ’45 lahir dari akumulasi pengalaman perjuangan 1945–1949 dan merupakan wujud nyata bela negara para pejuang yang kemudian dikodifikasi sebagai nilai kejuangan nasional.


Ikustrasi kesiapan Mahasiswa

DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP JUWA NASIONALISME GENERASI MUDA

- Berdasarkan Penelitian empiris menunjukkan bahwa globalisasi sangat berpengaruh signifikan terhadap sikap nasionalisme generasi muda; sebuah studi di SMA Negeri 1 Kuningan menemukan pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme sebesar sekitar 30,68%, dengan kontribusi teknologi, sosial-budaya, dan politik masing-masing di atas 14–18%.

Hasil Survey Mahasiswa

- Globalisasi teknologi dan informasi mempercepat penetrasi budaya asing sehingga mengubah gaya hidup, pola pikir, dan perilaku generasi muda, yang sering tercermin dalam Westernisasi gaya hidup, konsumerisme, dan meningkatnya individualisme.
- Gejala penurunan nasionalisme tampak pada berkurangnya kepedulian terhadap simbol negara, melemahnya penghargaan terhadap sejarah perjuangan, serta semakin dangkalnya pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945.
- Berbagai Literatur menegaskan bahwa jika tidak dikelola, arus globalisasi dapat menggerus identitas nasional dan ketahanan bangsa karena generasi muda kehilangan akar kultural dan historisnya.
- Namun globalisasi juga membuka peluang untuk memperkuat nasionalisme, misalnya melalui pemanfaatan media digital untuk pendidikan kebangsaan dan diplomasi budaya, asalkan ada desain program nilai kebangsaan yang adaptif.

PROGRAM JSN'45 OLEH LVRI SEBAGAI INSTRUMEN PEKESTARIAN NASIONALISME

- LVRI merespons fenomena memudarnya semangat kebangsaan dengan menggagas program sosialisasi JSN ’45 sebagai upaya pewarisan nilai juang 1945 kepada seluruh elemen bangsa, terutama kalangan pendidikan.
- Sejak sekitar 2012/2013, LVRI menyelenggarakan Program Sosialisasi JSN ’45 yang kemudian diperluas menjadi Pelatihan Calon Sosialisator JSN ’45 (sejak 2015) dan Program Training of Trainers (TOT) Calon Pelatih Sosialisator JSN ’45 (sejak 2019).

Pelatihan Sosialisator JSN 45

- Di tingkat perguruan tinggi, LVRI berkolaborasi dengan kampus-kampus—misalnya UPN Veteran Jakarta sebagai “Kampus Bela Negara”—untuk mengintegrasikan pelatihan dan sosialisasi JSN ’45 ke dalam kegiatan tridharma dan penguatan karakter mahasiswa.
- LVRI secara eksplisit menargetkan terbangunnya generasi muda yang berkarakter kebangsaan kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh derasnya arus informasi dan ragam paham yang menyertai globalisasi.
- Meskipun demikian, penelitian mencatat kendala substantif berupa keterbatasan anggaran dan rendahnya kesadaran sebagian instansi terhadap urgensi program JSN ’45 sehingga jangkauan dan kontinuitas program belum optimal.

KESIMPULAN

Ringkasan Peran JSN ’45 LVRI
Menakar Efektivitas Program JSN ’45 bagi Nasionalisme Generasi Penerus

- Secara normatif, integrasi JSN ’45 dalam pendidikan sejarah dan kurikulum kebangsaan terbukti dapat memperkuat identitas nasional peserta didik dan menanamkan nilai kebangsaan sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual.
- Artikel pendidikan menegaskan bahwa JSN ’45 mampu meningkatkan semangat berkebangsaan, nilai bela negara, semangat persatuan, serta kesadaran akan sejarah terbentuknya NKRI.

Soaialisasi JSN 45 disemua lini Komponen Bangsa 
- Di era globalisasi dan digital saat ini, nilai-nilai ini berfungsi sebagai “kompas moral” yang menjaga karakter generasi muda agar tetap kokoh dan tidak tercerabut dari akar ke-Indonesia-an, meski mereka hidup dalam lingkungan global yang sangat terbuka.
- Namun studi tentang nasionalisme generasi muda menunjukkan bahwa pengaruh globalisasi cukup kuat sehingga program nilai kebangsaan, termasuk JSN ’45, harus dirancang lebih kreatif, dialogis, dan relevan dengan dunia digital yang digeluti pemuda.
- Dengan demikian, program JSN ’45 LVRI memiliki potensi strategis sebagai penyeimbang dampak globalisasi terhadap nasionalisme, tetapi efektivitasnya sangat ditentukan oleh skala, kualitas pedagogis, dan kemampuan adaptasi ke platform serta kultur generasi muda kontemporer.

PAKET SEMBAKO LEBARAN 1447 H UNTUK LVRI

Lebaran Tahun 1447 H, bisa dubilang beda dengan tahun-tahun sebelumnya.   Dewi Fortuna lagi berbaik hati dengan Mabes LVRI, dimana Bingkisan lebara bertubi-tubi mengalir kepada Pengurus dan Karyawan Mabes LVRI.  Yayasan Karya Dharma Pusat tahun 2026 kali ini juga membagikan Bingkisan Sembako

gambar Bingkisan dari YKPD

Selain dari Ketum yang membagikan Angpao kepada para Pengurus dan Karyawan DPP LVRI, Wantimpus LVRI tahun ini juga banjir bingkisan Sembako Lebaran 1447 H.  Diluar dugaan dari Wantimpus LVRI bisa membagikan 7 Paket Sembako untuk seluruh Pengurus dan Karyawan DPP LVRI.
Paket Sembako dari Wantimpus LVRI

Ke 7 Paket Sembako dari Wantimpus LVRI untuk Pengurus dan Karyawan DPP LVRI meliputi :

a. Satu Paket Telur Omega dari Mitra Ketua Wantimpus 
b. Satu Paket Sembako dari Mitra Mitra Anggota Wantumpus (Pak Yoyok)
c. Satu Paket Sembako dari Mitra Ketua Wantimpus
d. Satu Paket Sembako dari Mitra Ketua Wantimpus
e. Satu Paket Sembako dari Mitra Wakil Ketua 2 Wantimpus
f. 5 kg beras Rojolele dari Mitra Wakil Ketua 2 Wantimpus
g. 5 kg berasa Rojolele dari Wakil Ketua 2 Wantimpus 

Sumbangan dari Yayasan Benih Baik Indonesia, Wakil Ketua 2 Wantimpus LVRI mewakili YBBI serahkan bingkisan ke kartawan 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar