Sabtu, 04 September 2021

PENGARUH KEMENANGAN TALIBAN TERHADAP NKRI



PENDAHULUAN 

  Taliban merupakan Gerakan nasional Islam Suni ,  merupakan kelompok fundamental Islam  yang menguasai seluruh Afganistan pada tahun 1996 sampai dengan 2001.    Pemerintahan Taliban yang berkuasa tersebut disamping menerapkan Syariat Islam yang ketat, juga berafiliasi dengan Al Qaeda dibawah pimpinan Osama Bin Laden.   Pemerintahan Taliban terguling setelah Amerika Serikat/AS dan sekutunya melakukan invasi dengan alasan  menyembunyikan Osama Bin Laden  yang bertanggung jawab atas tragedi WTC New York tahun 2001

  Setelah tergulingnya pemerintahan Taliban tersebut, selama hampir dua decade  kelompok tersebut melakukan pemberontakan dalam rangka pengambil alihan pemerintahan Afganistan yang didukung AS dan sekutunya , untuk membentuk negara Islam Afganistan /Islamic Emirat Afganistan.

Bantuan AS  ke pemerintahan Afganistan yang berlangsung hampir 20  tahun, akhirnya  pada awal 2020 diadakan upaya penyelesaian damai dengan Taliban untuk mewujudkaan  pemerintahan Afganistan yang aman dan damai.   Adapun hasil kesepakatan  tersebut adalah disetujuinya penarikan pasukan AS dan Nato dari Afganistan , paling lambat 31 Agustus 2021 meski tentara Taliban tetap melakukan serangan2 untuk menguasai wilayah Afganistan

Puncaknya pada bulan Agustus kelompok Taliban dapat menguasai wilayah Afanistan termasuk ibu kota Kabul, tanpa adanya perlawanan dari tentara nasional Afganistan.    Seiring dengan dikuasainya ibu kota Kabul  Presiden Asyraf Gani melarikan diri keluar negeri  yang berarti  tidak adanya kekuasaan  terpusat yang mengontrol , sehingga hal ini merupakan momentum bagi Taliban  sebagai Bargaining Power untuk menguasai pemerintahan di Afganistan.

  MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud  dari pembahasan Current Issue  ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan dan menyamakan persepsi dalam menyikapi konflik politik yang terjadi di Afganistan

Adapun tujuannya adalah mendukung kebijakan pemerintah  dalam rangka mencegah timbulnya Gerakan serupa di Indonesia, sehingga pengaruh2 keberhasilan Taliban tidak berdampak negatif terhadap bangsa Indonesia.

  TATA URUT

Pendahuluan
Maksud dan Tujuan 
Pembahasan 
Penutup / Kesimpulan dan Saran


PEMBAHASAN

a  SEJARAH MUNCULNYA TALIBAN
1)   Soviet menginvasi Afganistan untuk dijadikan  negara komunis, dimana kelompok Mujahidin yang dibantu AS melakukan perlawanan dengan strategi gerilya.   
2)   Pada tahun 1977 pada saat Afghanistan dibawah kepemimpinan Presiden Sardar Mohammed Daoud Khan,  yang sangat dekat dengan Uni Soviet  mencari dukungan luar negeri lainnya untuk memperkuat posisinya.   Sikap Sardar ini membuat marah Uni Soviet,  sehingga pada tahun 1989 Uni Soviet mundur dari Afghanistan.
3)  Kelompok Taliban yang dipimpin oleh Mullah Mohammed Omar, pada dasarnya adalah fundamentalis Islam yang  muncul pada tahun 1994 atas dukungan AS ,Pakistan dan Saudi Arabia.   Taliban yang berarti pelajar atau siswa pesantren, didirikan oleh para pengungsi  Afganistan di Pakistan  tahun 1980, yang didominasi suku Pashtun beraliran Suni garis keras 
4)  Dengan dukungan kuat dari AS dan Pakistan serta Arab Saudi, maka Taliban berhasil menguasai sebagian wilayah Afghanistan dan dapat menggulingkan pemerintahan Afganistan .   Sejak tahun 1996 sampai dengan 2001 pemerintah  Afganistan dikuasai Taliban dengan menerapkan Syariat Islam secara ketat, dimana menghilangkan hak dasar Wanita, melarang kebebasan exspresi, , perempuan diatas 10 tahun dilarang sekolah , harus mengenakan pakaian tertutup, dilarang menonton film dan televisi, hal ini oleh PBB masuk dalam  kategori pelanggaran HAM

 b.    TUJUAN PEMBENTUKAN TALIBAN
1)   Munculnya kelompok Taliban dalam pemerintahan Afganistan  cukup mendapat sambutan rakyat  , karena janji yang disampaikan dalam  memberantas kejahatan dan korupsi yang merajalela .   Dalam kenyataannya Taliban banyak melakukan tindakan brutal, memaksakan penerapan syariah Islam secara ketat,  dimana yang  menjadi korban perlakuan Taliban di daerah pendudukan ini adalah kaum wanita, menghancurkan bangunan- bangunan bersejarah dengan alasan berhala, yang dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam.
2)   Dengan adanya  kecaman dari PBB maka kelompok Taliban berjanji ingin melakukan pembenahan pada kelompoknya, namun hal ini menjadikan trauma bagi masyarakat atas tragedy kemanusiaan masa lalu.   Dengan kemenangan dan berkuasanya  Kembali kelompok Taliban , banyak warga Afganistan yang melarikan diri meninggalkan Afganistan untuk menghindari tragedi kemanusiaan terulang Kembali

c.    PERKEMBANGAN TALIBAN DARI WAKTU KE WAKTU
1)   Taliban sebagai kelompok fundamentalis Islam, didominasi oleh kelompok santri dari etnik Pashtun yang menginginkan pemulihan keamanan dan perdamaian berdasarkan syariat Islam.   Dengan semakin kuatnya kelompok Taliban ini , maka Taliban berubah menjadi gerakan untuk menghancurkan pemerintah karena tidak menjalankan aturan sesuai dengan ajaran Islam.
2)   Pada akhirnya  Taliban dapat menguasai ibu kota, kemudian bergerak dengan cepat sehingga berhasil menguasai sebagian besar wilayah negeri.   Pencapaian maximal kemenangannya  adalah dengan menggulingkan pemerintahan rezim Mujahidin dibawah Presiden Burhanuddin Rabbani pada tahun 1996 , yang  saat itu Afghanistan merupakan  satu-satunya negera yang menerapkan syariat Islam. Setelah memegang pemerintahan, Taliban banyak melakukan perubahan dan penggantian berbagai aturan yang dibuat oleh rezim Mujahidin.  
 3)   Kepercayaan rakyat terhadap Taliban meroket setelah berhasil memberantas korupsi dan membangun jalan-jalan untuk memperlancar perdagangan, namun penerapan Syariat Islam yang ketat menyebabkan kelompok dari etnik Afghanistan seperti etnik Uzbek, Tajik, Hazara dan yang lain melakukan perlawanan.
4)    Setelah terjadinya serangan WTC di Washington DC tahun 2011, maka pada tanggal 7 Oktober 2001 AS dan koalisinya menyerang Afghanistan karena dianggap pemerintah Afghanistan melindungi dan membantu Al-Qaeda.   Akibatnya rezim Taliban jatuh, namun  pimpinan Taliban Mullah Mohammed Omar dan Osama bin Laden lolos dari serangan, yang pada akhirnya  Osama Bin Laden dapat dibunuh di Pakistan
5)    Dalam perkembangan selanjutnya setelah adanya kesepakatan penarikan Kembali tantara AS, ketika AS mulai menarik pasukannya  Taliban merebut pemerintahan Ashraf Ghani, sehingga Taliban yang memiliki 58 tentara dan 100 ribu milisi penuh waktu, mulai bersiap utk merebut pemerintahan.   Pada saat AS melakukan penarikan pasukan yang tersisa, maka Taliban melakukan serangan dan menguasai perlintasan perbatasan yang kritis dan memperluas kehadirannya di seluruh negera.    Pada bulan Juli 2021 telah menguasai 54 persen distrik di Afghanistan, yang pada akhirnya dapat menguasai ibu kota Kabul sepenuhnya.   Seiring dengan penyerangan Taliban ke ibu kota Kabul, Presiden Asyraf Gani melarikan diri keluar negeri dengan tujuan menghindari pertumpahan darah diantara sesama rakyat Afganistan
6)   Hubungan diplomasi antara Indonesia dan Afganistan selama ini dapat dilihat dari kebijakan luar negeri sebagai berikut :
       a)   Indonesia merupakan salah satu negara yang mempertahankan  kedutaan di Kabul saat Taliban  berkuasa tahun 1996 s/d 2001
       b)   Indonesia mengundang perwakilan  Taliban dan pemerintah Afganistan pada tahun 2019
       c)   Ormas Islam dan MUI aktif terlibat dalam Peace Building di Afganistan
       d)   Indonesia berhubungan baik dengan Afganistan sebagai suatu negara
7)   Pada saat ini Indonesia akan mengakui keberadaan Afganistan apabila Afganistan inklusif, menghormati hak dasar Wanita, Afganistan tidak menjadi  pusat berkembang biaknya organisasi dan gerakan teroris
                      
d.    KEKUATAN TALIBAN SAAT INI
1)    Pada akhir April tahun 2020 total kekuatan pasukan keamanan nasional Afghanistan saat ini adalah 307.000 terdiri dari AD, Pasukan Khusus, Angkatan Udara dan Intelijen, sedangkan pasukan tempurnya sekitar 108.000.   Sementara kekuatan Taliban tidak diketahui secara akurat,  namun diyakini semakin kuat dari yang pernah disebutkan sebelumnya.   Dilihat dari perbandingan kekuatan antara Taliban dengan tantara keamanan nasional Afganistan, hal ini bisa dikatakan tidak seimbang mengingat tantara nasional Afganistan dibantu sepenuhnya oleh AS dan sekutu/Nato
2)   Dengan rencana ditariknya tentara AS dan Nato, hal ini merupakan peluang untuk melakukan serangan balik terhadap pemerintah Afganistan yang mengakibatkan banyaknya wilayah yang direbut.   Faktor ditariknya pasukan AS dan Nato inilah yang menjadikan  moril pasukan pemerintah Afganistan turun disamping rasa nasionalisme  dikalangan militer rendah , sehingga tidak melakukan perlawanan terhadap serangan Taliban 
3)    Pada tanggal 15 Agustus 2021 Taliban sudah menduduki sebagian besar wilayah Afghanistan dan kota Kabul sudah dikepung .    Hal ini juga mempersulit AS dalam upaya mengevakuasi diplomat dan warga AS yang lain.   Posisi Taliban tinggal menunggu kemenangan,  apalagi Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dikabarkan telah lari menyelamatkan diri terbang ke Tajikistan.   Dengan demikian, sudah dapat dipastikan Taliban akan menguasai Afghanistan secara penuh.
4)   Dengan banyaknya alutsista yang ditinggalkan AS berupa pasawat , helicopter, kendaraan berat, peralatan2 militer yang canggih senilai lebih kurang  $ 85.000 milyard, hal ini tentunya akan memperkuat militer Taliban kedepan.

e.    PENGARUH KEMENANGAN TALIBAN TERHADAP NKRI
 1)   Ketidak stabilan regional kawasan khususnya Afghanistan, diakibatkan karena   semakin menurunnya dukungan rakyat terhadap pemerintahan Ashraf Ghani.    Pamor rezim semakin menurun akibat korupsi dan menurunnya moril militer, hal ini  sekecil apapun akan mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Afghanistan.   Perlu diketahui  bahwa Afganistan merupakan negara sahabat, yang mana  Afganistan merupakan satu2nya negara yang pertama kali mengakui kemerdekan Indonesia, mendukung KAA, mendukung politik bung Karno dalam membentuk negara2  New Emerging Forces.
2)   Namun demikian Indonesia  tetap melakukan diplomasinya dengan tetap mempertahankan kedutaannya meski harus dipindah ke Islamabad
3)    Walaupun Taliban tidak masuk dalam blacklist sebagai teroris di AS, kita harus mewaspadai kemungkinan terjadinya gerakan dari kelompok  dalam negeri yang sementara ini  tiarap seperti kelompok JI, JAD, HTI, FPI / kelompok radikal dan intoleransi , untuk melakukan Gerakan serupa di tanah air.   Dengan demikian perlu mewaspadai  terhadap kelompok2 yang mempunyai kedekatan , dimana kemenangan Taliban dan Gerakan yang dilakukan , dapat dijadikan Role Model bagi kelompok2 radikal dan intoleransi untuk melakukan Gerakan serupa.      
  4)    Dalam masa pandemi COVID-19, pergerakan pengungsi harus benar-benar diwaspadai agar tidak terjadi perluasan penularan di tanah air, mengingat kekacauan yang terjadi kemungkinan negara Afganistan menjadi epicentrum covid 19 baru

PENUTUP  

Kesimpulan
1) Perjuangan Taliban adalah mendirikan Negara Islam dengan menerapkan Syariat Islam dengan ketat/garis  keras, yang masuk dalam kategori pelanggaran HAM
2)   Pemerintah harus tetap mewaspadai setiap kemungkinan terjelek, agar kemenangan Taliban tidak berimbas negatif bagi Indonesia dengan menjadikan role model untuk melakukan gerakan serupa di tanah air.
3)  Indonesia  perlu meningkatkan semangat Cinta Tanah Air dengan mesosialisasikan  UUD 45, Pancasila dan semangat Bela Negara , sehingga terbentuk rasa nasionalime yang tinggi dikalangan masyarakat sesuai visi misi LVRI
4)   Pemerintah perlu mewaspadai adanya Proxy War/adu domba yang dilakukan negara2 besar  yang sengaja merusak persatuan dan kesatuan bangsa, untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai negara besar
5)   Mewaspadai issu keislaman yang memantik Gerakan radikal dan intoleransi, untuk  melakukan Gerakan serupa sehingga perlu melibatkan MUI untuk mengatasinya

b. Saran
1)   Meningkatkan fungsi intelijen secara baik dengan melibatkan aparat TNI, POLRI,  BNPT , dimana prinsip pencegahan dini terhadap  gerakan serupa oleh kelompok radikal dan intoleransi adalah tindakan terbaik 
2)   Tingkatkan fungsi dan peran Komando Teritorial sebagai ujung tombak dalam membina potensi/kekuatan rakyat, apalagi dengan adanya indikasi  penggalangan simpatisan  terhadap Gerakan Taliban di Indonesia  melalui media sosial
3)   Adanya peran  pemerintah yang menyejukkan hati rakyat , sehingga  tidak menimbulkan kecemasan dan ketidak puasan  masyarakat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah
4)   Memberikan edukasi kepada masyarakat  agar tidak mencontoh Gerakan Taliban yang bertentangan dengan kaidah agama Islam
5)   Pemerintah harus mewaspadai  dan bekerja sama dengan UNHCR dalam mengatasi pengungsi2  Afganistan yang cukup banyak di Indonesia, untuk mencegah terjadinya  Gerakan serupa di Indonesia

                                                                                                   Jakarta,    Agustus 2021

Selasa, 17 Agustus 2021

SUDAH SELAYAKNYA BTN SELALU SEBAGAI PENJURU DALAM PROGRAM PERUMAHAN

Membaca berita medsos  BTN mengadakan Expo Virtual KPR dari tanggal 17 Agustus sampai dengan tanggal 17 September 2021 bukan hal yang mengherankan.  BTN dalam KPR apalagi KPR untuk MBR, memang susah dilawan oleh Bank Penyalur KPR lainnya.   Sebagai contoh dalam laporan PPDPP tahun 2020 dari Total 725.937 Unit Program FLPP, BTM menyalurkan sekitar 526.400 unit atau sekitar 72,5 %.   Bisa dibayangkan dari Puluhan Bank Penyalur KPR, BTN lah yang merajai.

Kiprah BTN dalam menyalurkan KPR, walau tidak sejaya saat diluncurkan Program Subsidi Rumah era Orde Baru tahun 70 an, tetapi Kiprah BTN belum tertandingi.   Dulu dikenal 3 Pilar Pembangunan Perumahan Nasional yaitu Kemenpera sebagai Regulator, BTN sebagai Bank Penyalur Kredit dan Perumnas sebagai Pengembang.   Saat itu 95 % kebutuhan rumah terutama untuk MBR dikerjakan oleh Perumnas dan BTN lah sebagai Bank Penyalur Kredit. 

Semakin keterbukaan dalam persaingan berusaha, semakin aktifnya REI, Apersi maupun Pengembang lainnya, akhirnya Perumnas pun dapat dikatakan kalah bersaing.  Bahkan Perumnas mengalami keterpurukan pada tahun 2007.  Walaupun Perumnas sempat bangkit namun tidak sejaya di tahun 70 an, Perumnas tetap kalah bersaing dg Pengembang dibawah REI, Apersi maupun Pengembang lainnya walau masih masuk 10 besar.   Apalagi sekarang bermunculan Pengembang baru, bahkan dalam Expo Virtual KPR yang diselenggarakan BTN konon menggandeng 100 Pengembang.   

Walau BTN juga mengalami penurunan dibanding era tahun 70 an, namun BTN tetap sebagai Bank Penyalur KPR tak terkalahkan.   Apalagi dalam kiprahnya menyelenggarakan Expo Virtual KPR yang mungkin yang pertama dan dirintis oleh BTN, sulit untuk menandingi BTN.   Salah satu terobosan yang menarik dalam Expo Virtual KPR BTN adalah yang mempromosikan atau tawarkan bunga KPR 4,5 %, justru dibawah bunga FLPP yang 5%.

Edisi terakhir di Majalah Property&Bank, penulis mengulas prestasi PPDPP yang semakin moncer di era Pandemi Covid 19, ternyata bukan hanya BTN yang berkinerja bagus sebagai Bank Penyalur Kredit.   Beberapa Bank lain yang mempunyai peningkatan kinerja dalam penyaluran KPR.   BRI mencapai peningkatan 11.3 %, Climb Niaga 7,3%, Bank Permata sekitar 20 %, BNI 6 % (Kompas.com 16 Agustus 2021).

Sebetulnya kebutuhan hidup pokok manusia yaitu Sandang, Pangan dan Papan sampai kapanpun tetap diperlukan.   Selama ini dapat dikatakan baru kebutuhan Sandang dan Pangan, untuk Papan walau sudah ada subsidi tetapi belum bisa atasi tentang back log rumah.  Kalau BTN konsentrasi di bidang KPR, penulis yakin usaha ini tidak akan mengalahkan Bank Penyalur KPR lainnya.  Tepat kiranya BTN menggandeng BP Tapera untuk dukung Programnya.   Bahkan dengan menurunkan Bunga KPR dibawah bunga FLPP pun BTN tidak akan mengalami kerugian.  

Pengalaman Penulis kerjasama dengan BTN sewaktu di YKPP, dimana 99 % Program YKPP dalam penyaluran dilakukan oleh BTN, apabila BTN menganut pola tersebut dengan BP Tapera, Penulis yakin BTN akan tetap berjaya.   Pola YKPP memberikan Pinjaman Uang Muka tanpa bunga, baru sisanya dikredit dengan bunga biasa, pasti semakin banyak peserta BP TAPERA yang tertarik untuk KPR.  Selama Kempenpupr, BTN dan BP TAPERA dan Pengembang bersibergi backlog rumah akan berangsur angsur tertangani.   Aamiin  

Senin, 16 Agustus 2021

CAPT NOVYANTO WIDADI, S.AP, MM YANG KUKENAL

Walaupun penulis belum pernah dekat dalam arti satu kantor dengan Cpt. Novyanto Widadi, S.AP, MM, tetapi mempunyai hubungan batin yang tidak akan lepas.   Alasannya, pertama, sesama anak Walet, dimana penulis Walet 05, Cpt. Novyanto Widadi, S.AP, MM Walet 37.   Kedua  sama sama pernah menjadi Instruktur di Sekolah Penerbang, penulis sebagai Jupiter 162, Capt. Novy Jupiter 434.   Ketigasama sama pernah menjadi Komandan Skadron Udara 4, penulis Komandan Skadron Udara 4 yang ketiga, Cpt. Novyanto Widadi, S.AP, MM, Komandan Skadron Udara 4 yang ke 12.   Keempat  sama sama pernah meraih Rekor Muri.  Yang terakhir , sama sama suka  menulis, tentunya sama sama sebagai Penerbang.  Selanjutnya Capt. Novyanto Widadi, S.AP., MM, cukup penulis panggil Capt. Novy, bahkan dalam komunikasi sering penulis panggil Dimas Novy.

Perbedaan umur penulis dengan Cpt. Novy cukup jauh dimana Penulis Alumni AAU 73, sedangkan Cpt. Novy  alumni AAU 1990.  Oleh sebab itu saat karier Capt. Novy sedang  menanjak penulis sudah purnatugas.  Namun walau penulis sudah purna tugas, masih selalu komunikasi, baik melalui komunikasi langsung maupun melalui dunia medsos berupa WAG.

Mungkin pembaca ada yang bertanya apa itu Walet ? Walet adalah Call Sign atau Panggilan bagi Penerbang Skadron Udara 4 yang bisa mencapai sebagai predikat Capten Pilot.   Karena tidak semua Penerbang bisa menjadi Capten Pilot atau menjadi Co Pilot Abadi, makanya ada callsign para Capten Pilot.   Ternyata sampai detik ini Walet 79, adalah Walet termuda  dari Skadron Udara 4.  Karena sesama Walet inilah yang penulis bilang ada hubungan batin yang tidak mungkin lepas.   Oleh sebab itu Capt. Novy dalam Buku Kiprah Pengabdian di STPI Curug tetap tidak lepas dari Walet.
Capt. Novy memang hobi menulis 

Menurut pengamatan penulis, Capt.  Novy, tergolong mempunyai karier cemerlang.    Perjalanan kariernya, dari awal pengabdian berjalan sampai alih status sangat mulus.   Untuk melihat karier Penerbang,  sebetulnya tidak sulit untuk memantaunya.  Pertama sebagai Penerbang Transport mampu menjadi Capten Pilot.  Selanjutnya mampu sebagai Instruktur Pilot.  Capt. Novy   mencapai prestasi sebagai Instruktur Pilot dengan Callsign Jupiter 434.  Perlu diketahui juga tidak semua Penerbang bisa menjadi Instruktur.  Selanjutnya bisa menjadi Komandan Skadron Udara.

Sebagai Penerbang, karier puncaknya adalah Komandan Skadron, itupun dilalui oleh Capt. Novy dan menjadi Komadan Skadron Udara 4 pada tahun 2008.  Selanjutnya jabatan jabatan jabatan  strategis dilalui dengan tanpa cacat. Sebagai contoh untuk  jabatan Kolonel adalah sebagai Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh.  Setelah menjadi Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh menjadi Pejabat di lingkungan Kotamaops TNI Angkatan Udara, sebagai jabatan pemantapan untuk menjadi Pati (Perwira Tinggi).  

Saat menjabat sebagai stas di Kotamaops,  Capt. Novi banyak konsultasi dengan penulis, bahkan sering curhat.  Penulis melihat Capt. Novy  mempunyai karakter yang hampir sama dengan penulis.  Suka bicara apa adanya, tidak suka menutup nutupi.   Bahkan pernah  mengutarakan ada senior yang tidak suka dengan sikapnya.  Memang kadang ada senior yang tidak suka kalau ada yunior yang lebih pinter dan kritis. 

Sewaktu penulis di BUMN Perum Perumnas sekitar tahun 2016, Capt Novy pernah menyampaikan keinginan mengikuti Lelang Jabatan di Kemenhub, dimana ada kesempatan untuk duduki Jabatan Ketua STPI.  Leveling jabatan Ka STBI memang sejajar dengan Bintang Satu.  Penulis sempat ingatkan bahwa mantan Komandan Skadron Udara pada umumnya pasti bisa mencapai Bintang, bahkan mantan Komandan Skadron Udara rata rata bisa mencapai Bintang Dua.   Bahkan saat itu ada Walet  mencapai Bintang Tiga yaitu Walet 27 bahkan bisa menjadi Kasau.  Walet 27 adalah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang saat ini malah menjadi Panglima TNI.

Capt Novy sepertinya mempunyai pertimbangan lain dan mantap untuk alih status.   Mungkin yang membuat semakin mantap untuk ikuti lelang jabatan di Kemenhub karena bersaing dengan seniornya ikuti lelang tersebut.   Ada tiga perwira TNI AU yang ikuti lelang jabatan di Kemenhub bahkan ada yang sudah bintang satu dan Cpt Novi adalah yang paling yunior.   Ternyata dari ketiga perwira tersebut yang lolos dalang lelang jabatan adalah Capt Novi justru yabg paling yunior.

Tidak keliru pantauan penulis bahwa Capt Novi termasuk punya kemampuan diatas rata rata.    Capt Novy dilantik sebagai Kepala STPI tepatnya tanggal 3 November 2016 oleh Menteri Perubungan.  Banyak terobosan yang dilakukan Cpt Novy di STPI termasuk menerbitkan Majalah Langit Biru dimana penulis dapat dikatakan penulis tetap di Majalah tersebut.

Salah satu prestasi yang menonjol adalah, Capt Novi meraih MURI saat di STPI karena baru pertama kali terjadi menampilkan drumband dan tari kolosal 1.200 orang gabungan taruna taruni sekolah transportasi dibawah BPSDMP.  Kebetulan pada waktu yang hampir bersamaan, penulis juga menerima MURI karena untuk pertama kali penulis termasuk penyusun Buku UUD 45 disertai Adendum. Selain Capt Novy para Walet yang mendapatkan MURI adalah Walet 27 yaitu Marsekal Hadi Tjahyanto saat itu beliau sudah menorehkan 4 MURI.
Setelah menjabat sebagai Ka STPI, terhitung Desember 2019, Cpt Novy menjabat Kabalitbang Kemenhub. Di Balitbang Kemenhub Capt Novy melanjutkan hoby menulis dan di era Pandemi Covid 19, menerbitkan Majalah Digital Perdana yaitu Majalah Leisure Flying.
Capt Novy sosok yang sangat menghormati senior, testimoninya dalam menyerahkan buku Kiprah Pengabdian di STPI, sebelum menjabat sebagai Kabalitbang Kemenhub.

Selamat bekarya Dimas Novy ! Sukses selalu (Walet 05/Marda TNI Purn Tumiyo)

Selasa, 10 Agustus 2021

SEMANGAT VETERAN MEMANG LUAR BIASA

Peringatan Hari Veteran Nasional tahun 2021, walau dalam kondisi PPKM Darurat tidak mengurangi semangat para Veteran dalam merayakan.   Tahun 2020 walau sudah dalam kondisi PSBB, namun saat merayakan Harvetnas, masih bisa melaksanakan ziarah ke TMP masing masing daerah.   DPP LVRI juga melaksanakan ziarah ke TMPNU Kalibata walau dengan jumlah terbatas.  Selain melaksanakan Ziarah, DPP LVRI masih sempat mengadakan Simposium yang menggabungkan secara tatap muka dan secara virtual.
Ketum DPP LVRI Mayjen TNI Purn Syaiful Sulun memimpin sendiri dalam Daring Peringatan Harvetnas 2021

Dalam merayakan Harvetnas tahun 2021, dalam situasi PPKM Darurat tidak seleluasa tahun lalu.   Kantor betul betul tutup dan semua kegiatan dilakukan WFM.  Situasi seperti ini jelas mempengaruhi ruang gerak untuk persiapan kegiatan peringatan Harvetnas.   Dalam tulisan ini dengan judul Semangat Veteran Memang Luar Biasa, karena dengan persiapan yang singkat Acara Peringatan berjalan lancar dan diikuti lebih dari 1.000 Veteran, Piveri maupun PPM.
Veteran dari seluruh Penjuru Indonesia sangat antusias mengikuti Daring Peringatan Harvetnas 2021

Untuk melaksanakan acara peringatan secara daring hanya ada waktu 6 hari persiapan. Surat Keputusan baru terbit tertanggal 4 Agustus 2021 dan Harvetnas jatuh tanggal 10 Agustus 2021.  Dilihat dari jumlah peserta yg ikut bisa mencapai diatas 1.000 orang, karena tercatat ada 420 Participants atau Peserta,  dan setiap peserta  mayoritas berkelompok.  Setiap kelompok ada 2, 3, 4, 5 bahkan ada yang 10 orang lebih, namun tetap patuhi protokol kesehatan.   Daring dalam rangka peringatan Harvetnas 2021, sepertinya memecahkan record dari kegiatan Daring selama ini.
Peserta atau Participants ada 420 

DPP LVRI sudah beberapa kali mengadakan acara secara Virtual baik Simposium maupun Webinar, namun pesertanya selama ini dibawah 300.      Dalam situasi Pandemi Covid 19 yang hampir berjalan 2 tahun ini yang membuat para Veteran antusias ikuti Daring Peringatan Harvetnas 2021.  Kejenuhan dirumah juga salah satu faktor, kenapa mereka  ikuti peringatan Harvetnas dan tidak beranjak dari tempat duduk selama acara berlangsung.
Kolonel Pnb Purn H.Abdul Aziz Muhammad sebagai pembaca doa

Acara ditutup dengan doa yang dipandu Kolonel Pnb Purn H.Abdul Azis Muhammad dengan secara Islam.   
Waketum DPP LVRI Mayjen TNI Purn Bantu Hardjijo

Diakhir acara dilanjutkan dengan acara tambahan, dimana acara saling sapa antara Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah.  Diawali dari Bapak Ketum DPP LVRI, diteruskan oleh Bapak Waketum Mayjen TNI Purn Bantu Hardjijo.

Sekjen DPP LVRI Marsda TNI Purn FX Soejitno

Sekjen DPP LVRI selain menyapa para peserta daring sekaligus menjelaskan  tentang acara lomba dalam rangka memeriahkan peringatan Harvetnas.   Ada lomba karya tulis dan membuat poster yang bisa diikuti oleh umum. 
Tanggapan peserta dari Batam

Para peserta sebetulnya banyak yang akan menanggapi dalam acara tambahan, namun karena keterbatasan waktu, tidak semua tanggapan bisa ditampung dalam acara Daring kali ini.   Walaupun acara tidak sesempurna seperti yang diharapkan karena saat acara tambahan semua peserta berebut pingin nanggapi,  pada dasarnya peringatan Harvetnas tahun 2021 berjalan lancar dan semangat para Veteran walau diusia senja tidak kalah dengan generasi muda ,, MERDEKA (disunting oleh Marsda TNI Purn Tumiyo SE)


Rabu, 28 Juli 2021

SIKAP DPP LVRI THD WACANA PERUBAHAN UU NO 15 TAHUN 2012 TTG VETERAN REPUBLIK INDONESIA

Sebagai salah satu Pengurus DPP LVRI, ijin ikut sampaikan sedikit penjelasan ttg sikap Pengurus DPP LVRI thd Wacana Perubahan UU no 15/2012 tertanggal 21 Juli 2021.   Kalau melihat sejarah UU Veteran saat ini sdh ada 4 x Perubahan atau revis:

1. UU no 75/1957
2. UU no 15/1965
3. UU no 7/1967
4. UU no 15/2012

Dari keempat UU tsb difinisi Veteran adalah intinya Warga Negara yg berperang melawan Negara Asing.  Adapun jenis Veteran ada 4 :

1. Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia sd 27 Desember 1949

2. Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia meliputi :
a. Veteran Pembela Trikora 19 Desember 1961 sd 1 Mei 1963
b. Veteran Pembela Dwikora 3 Mei 1964 sd 11 Agustus 66
c. Veteran Pembela Seroja 21 Mei  1975 sd 17 Juli 1976.
d. Veteran Pembela Lainnya yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

3. Veteran Perdamaian Republik Indonesia

4. Veteran Anumerta Republik Indonesia 

Catatan :
Veteran Pembela Seroja dibatasi sd tgl 17 Juli 1976, Krn stlh itu Tim Tim menjadi Wilayah NKRI, ,, memang yg bertugas di Tim Tim stlh 17 Juli 1976 masih bertempur tapi statusnya bukan melawan koloni Portugis, tapi sdh melawan warga negara sendiri ,, itu bunyi UU .

DPP LVRI mempunyai sikap kalau Pejuang Tim Tim menginginkan sbg Veteran, tidak perlu Merevisi UU cukup siapkan Konsep Keputusan Presiden karena dlm UU no 15/2012 pasal 4 berbunyi :  Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat (2) huruf b terdiri atas :
a. Veteran Pembela Trikora
b. Veteran Pembela Dwikora
c. Veteran Pembela Seroja; dan 
d. Veteran Pembela lainnya yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Dari DPP LVRI mengambil sikap tidak perlu revisi UU tapi cukup dg Kepres Krn dalam UU no 15/2012 sudah diwadahi ,, Maaf ini sekedar refreshing mengenai Veteran ,, Mudah2an tulisan ini bisa menambah pemahaman ttg Veteran ,, 🙏

Selasa, 27 Juli 2021

MEMPERINGATI HARVETNAS DALAM SUASANA PPKM DARURAT

PPKM Darurat diberlakukan  oleh Pemerintah dari tanggal 3 sd 20 Juli 2021.  Ternyata masih diperpanjang sd tanggal 2 Agustus 2021. Dalam PPKM Darurat ada 16 ketentuan yang tidak boleh dilanggar dimana ketentuan pertama, kantor harus full WFH.  Ketentuan inilah yang mempengaruhi persiapan dalam memperingati Hari Veteran Nasional yang jatuh pada setiap  tanggal 10 Agustus.

Melihat situasi dan kondisi saat ini, untuk memperingati Hari Veteran Nasional sudah tidak memungkinkan diselenggarakan dengan secara langsung atau tatap muka.   Tahun lalu dalam peringatan Hari Veteran Nasional 10 Agustus 2020, masih diselenggarakan Simposium perpaduan Langsung dan Virtual, serta masih ada ziarah ke TMPNU Kalibata.  Walau dalam situasi Pandemi Covid 19,  ada waktu persiapan yang cukup longgar.   Surat Keputusan Pembentukan Pantia keluar dua bulan sebelum acara.  

Tahun 2021 kali ini, pandemi covid 19, belum menunjukkan tanda tanda menurun tetapi malah  meningkat tajam saat  dikeluarkanlah PPKM Darurat.   Kantor tutup total,  semua  kegiatan dilakukan dengan WFH , sehingga persiapan untuk acara peringatan juga tidak bisa dilakukan secara optimal.  Tahun  ini salah satu cara yang  masih bisa kita lakukan adalah peringatan secara Virtual.

Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional tahun ini, dengan secara  Virtual, justru  bisa diikuti oleh seluruh DPD LVRI maupun  seluruh DPC LVRI.  Bahkan apabila perlu  seluruh DPR LVRI bisa dikut sertakan,  kebetulan peralatan yang ada di DPP LVRI bisa melayani.   Semua peserta bisa mengikuti kegiatan peringatan Hari Veteran Nasional dari rumah masing masing, namun harus pakaian resmi.

Untuk kegiatan Peringatan secara Virtual, DPP LVRI mempunyai pengalaman yang cukup.   Beberapa kali adakan webinar, simposium, pelatihan, musda maupun silahturahmi secara virtual.   Tanggal 22 Juli 2021 ada acara Silahturahmi antara Organ YGV dengan keluarga alm Bpk Danendra.   Acara virtual berjalan lancar walau dari rumah masing masing.  Bahkan pembawa acara juga dari rumahnya.  

Dengan sisa waktu tinggal 12 hari lagi, mau tidak mau peringatan Harvetnas dipastikan tidak bisa  dengan tatap muka.    Acara peringatan secara virtual selain bisa meningkatkan motivasi seluruh anggota Veteran juga bisa digunakan untuk wadah silahturahmi.  Semoga  peringatan secara virtual tidak mengurangi hikmah maupun tujuan acara.  Apabila acara Harvetnas tahun ini akan diselenggarakan secara virtual, urutan upacara bisa segera disusun, dan masing masing Pejabat Upacara maupun Peserta Upacara cukup dirumah masing masing.   Supaya jalannya acara tertib rapi dan lancar, perlu gladi bagi pelaku penyelenggaraan acara.   

Tulisan ini  sekedar  pemikiran disaat PPKM Darurat yang diperpanjang sampai dengan 2 Agustus 2021.(disunting Marsda TNI Purn Tumiyo S.E)

Minggu, 25 Juli 2021

PPDPP KEMBALI MENGUKIR PRESTASI

Tahun 2020 ditengah Pandemi Covid 19, penulis pernah mengulas prestasi PPDPP dengan judul Dikala Pandemi Corona Kinerja PPDPP Luar Biasa.  
Dalam ulasan saat itu bagaimana tidak luar biasa PPDPP dalam bulan September, penyerapan program mencapai 84, 8 % padahal dalam bulan yang sama di tahun sebelumnya hanya mampu menyerap sekitar 70 %.   Apalagi dibanding instansi lain baru bisa mampu menyerap dibawah 50 %.

Mengikuti Laporan Semester I Tahun 2021 (berita Antara 30 Juni 2021),  PPDPP kembali menunjukkan prestasi yang perlu diacungi jempol.  Masih dalam suasana Pandemi Covid 19, mampu  menyerap programnya baik dari penyerapan Anggaran maupun unit melampaui target.   Dari pagu anggaran terserap 9,39 T dari 16,6 T atau 56 %.   Sedangkan serapan fisik mampu merealisasikan 86.331 unit dari target 157.500 unit atau 54,8 %.  Penyerapan ini jauh diatas APBN, dimana dari Anggaran Pendapatan baru mampu menyerap 41,6 %, Anggaran Belanja baru terealisasi 34,1 %.

PPDPP selama dua tahun ini disaat ada Pandemi Covid 19, kinerjanya sangat moncer perlu kiranya ditiru oleh instansi lainnya.   Apa kiat kiatnya, pengalaman ini juga perlu disebarkan ke instansi terkait.   Tentunya PPDPP membuat laporan sesuai apa yang terjadi di lapangan.    Kenapa justru disaat pertumbuhan ekonomi merosot, prestasi PPDPP yang notabene untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) justru meningkat ? Tentunya PPDPP yang mampu menjelaskan.

Berbeda dengan BP Tapera yang mulai operasi baru di tahun 2021, ibarat bayi baru mulai merangkak.   Dari target 51.000 unit di tahun 2021, Mei 2021 baru terealisasi 233 unit .   Hal ini bisa dimaklumi karena BP Tapera baru diawal tahun 2021, sedangkan PPDPP sudah di tahun yang ke 11.
Melihat penyerapan Semester I baru mencapai 233 unit dari target 11.000 unit, sepertinya berat BP Tapera untuk mencapai target 51.000 unit di Tahun 2021.   

Dengan skema KPR Tapera yang dibagi 3 Golongan, akan menarik konsumen untuk meliriknya, dimana polanya sebagai berikut :

1. Penghasilan dibawah 4 juta perbulan suku bunga KPR  5 % fixed rate tenor sampai 30 tahun.
2. Penghasilan 4 sd 6 juta perbulan, bunga KPR 6 %, tenor 20 tahun.
3. Penghasilan 6 sd 8 juta perbulan, bunga KPR 7 %, tenor 20 tahun.

Dengan diundangkan UU no 4/2016 tentang Tapera, diharapkan kedepan masalah kebutuhan rumah untuk MBR akan ditangani sepenuhnya oleh BP Tapera.   Semoga pernyataan Menteri PUPR, yang disampaikan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, akhir Juni 2021 bahwa akhir tahun akan mengintegrasikan FLPP ke BP Tapera akan terwujud.  Dan target mulai 2024 masalah penanganan rumah hanya BP Tapera terpenuhi. (disunting Marsda TNI Purn Tumiyo/Mantan Ketua YKPP/Mantan Dewas Perum Perumnas/Deklarator HUD institute)