Inisiatif HBH kali ini muncul dari ide Alumni dari Wonosari dan Yogyakarta, dimana selain dimanfaatkan sebagai ajang silahturahmi, saling memaafkan juga untuk mengucapkan bela sungkawa dari warga alumni yang berasal dari Wonosari dan sekitarnya. Ucapan bela sungkawa disertai doa semoga almh diterima disisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya serta keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini.
Para Alumni dari Wonosari berangkat sekitar jam 07.00 tanggal 9 April 2026, dan langsung menuju Ciawi kediaman mbak Sri Wahyuni tiba sekitar jam 18.00. Perjalanan panjang hampir 11 jam, namun semua terlihat segar bugar, semua itu karena didasari kebersamaan dan dibawa selalu ceria. Mbak Sri Wahyuni dalam persiapan menyambut lur dulur termasuk luar biasa, bersyukur mbak Sutini ikut menyambut men temen dari Nori. Sehari sebelum kedatangan men temen, keseriusan dalam menerima lur dulur dari Nori, sudah di share sarana untuk tidur, ada foto tempat dan kasur yg digelar.
Ternyata tidur bersama walau hanya gelar kasur justru membuat lur dulur dari nori bisa cepat hilang capeknya. Memang betul kata para pinisepuh bahwa bersilahturami itu memperpanjang umur dan mendekatkan rezeki. Rencana awal dari Ciawi menuju Cikeas jam 08.30, namun jam 07.00 semua sudah rapi dan sudah siap berangkat.
Acara dimulai tepat waktu dan langsung dibuka oleh tuan rumah, sesuai rencana maksud dan tujuan pul kumpul kali ini adalah ucapan belo sungkowo dan halal bihalal, dikakukan secara sederhana.
Selain sambutan tuan rumah ada sepatah dua patah kata yang mewakili Keluarga Besar Alumni SMPSMA6669 Jakarta dan sekitarnya Marsda TNI Purn Tumiyo serta Ki Lurah Sudjadi mewakili Alumni SMPSMA6669 dari Wonosari dan sekitarnya.
Alumni yang hadir kali ini cukup banyak tercatat ada 31 alumnus yang terdiri 19 dari Jakarta dan sekitarnya dan 12 tamu dari Nori.
Sebelum acara dimulai beberapa sajian mengalir mbanyu mili dan smua dari para Alumnus baik dari Nori, Bandung maupun Jakarta dan sekitarnya. Ada Bakpia, Brownis, Onde- onde, Brangkal, Jadah Goreng, Jeruk maupun Snack yang aneka macam. Saya percaya justru Brangkal dan Jadah Goreng merupakan makanab Favorit kita semua. Waktu kita SMP untuk beli brangkal tidak bisa setiap hari.
Persis menjelang Jumatan acara pokok selesai, dan bagi yang Muslim menuju mesjid terdekat, kecuali ibu-ibu n non Muslim melanjutkan bernostalgia.
Walaupun sebagian sembahyang Jumat, yang non Muslim serta ibu-ibu tetap ngrumpi sambil menikmati hidangan yang ada. Acara pul kumpul kmaren betul-betul membawa kita bernostalgia pada sekitar 63 tahun yang lalu saat masih di SMP. Saat SMP ada yang di Balehardjo ada yang di Siraman sebelum kumpul di Perumahan
Sering pul kumpul dan silahturahmi yang ditunjukkan oleh lur dulur dari Nori benar adanya. Beliau-beliau dari Nori jam 07.00 tangal 9 April, sampai Ciawi jam 18.00 tidak terlihat capek.
Sesampai Ciawi habis pada mandi langsung ngrumpi terutama para kaum hawa. Namanya kaum hawa seperti tidak ada capeknya, beda ama kaum adam tidak terlihat ikut ngrumpi.
Memang kaum ibu-ibu itu di kalangan apa saja setiap ada kesempatan pada berselfie ria. Sebelum menuju tempat pul kumpul di Cikeas, beliau-beliau mejeng dulu di halaman rumah mbak Sri Wahyuni.
Setelah Jumatan lur dulur dari Nori melanjutkan perjalanan ke Nori, dan sempat mampir di Resto Bebek Kaleo milik putri mbak Gotil. Alhamdulullah jam 02.00 tanggal 11 April 2026 sudah sampai di Nori dengan selamat. Perjalanan panjang sekitar 42 jam namun sangat menyenangkan. Sampai ketemu kapan-kapan lagi lur (Sambil bernostalgia nunul-nunul hp buat cerita/Tumiyo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar