Selasa, 02 April 2024

KOLABORASI TASPEN ASABRI DAN PERUMNAS MAMPU TURUNKAN BACKLOG RUMAH

Membaca tulisan di AYO BANDUNG.COM    tanggal 29 Maret 2024 dengan judul Siapa Cepat Dia Dapat.   Seperti hal tidak mungkin hunian fi Jakarta hanya dengan 10.000 perak per bulan bisa tempati rumah susun ukuran 24 m2.   
Rusun di Sentra Mulya Jaya Bambu Apus dengan sewa 10.000 perak/bulan

Penulis jadi ingat ide merumahkan gratis untuk PNS dan Anggota TNI POLRI yang dimuat dalam majalah Property&Bank Edisi 109 Tahun 2014.  Ide Penulis muncul setelah adakan kunjungan ke Perumnas Singapore, dimana disana semua Pegawai Pemerintah baik kalangan Sipil maupun Militer begitu berkeluarga mendapat apartemen gratis ukuran 90 m2. 

Di Indonesia seluruh PNS, TNI dan POLRI setiap bulan dipotong gaji 10 %, namun untuk mendapatkan rumah dengan KPR, semua disiapkan sendiri.  Ada bantuan Pemerintah sifatnya ada Subsidi Bunga.  Itupun belum bisa memenuhi Kebutuhan untuk PNS, Anggota TNI dan POLRI yang menginginkan mempunyai rumah sendiri.  Ide penulis saat itu dengan catatan Taspen dan Asabri mau berkolaborasi.  Kenapa Taspen n Asabri? Karena kedua instasi tersebut lah yang kelola potongan gaji. 
Gedung ASABRI di Cililitan yang Kelola Potongan Gaji  Anggota TNI POLRI

Apabila ide penulis terwujud, Pemerintah tidak perlu sediakan dana APBN untuk memenuhi kebutuhan rumah untuk PNS, Anggota TNI dan POLRI. Dana diambil dari iuran mereka selama aktif yang disimpan di ASABRI dan TASPEN. 
Gedung Taspen di Jl Cempaka Putih yang Kelola Potongan Gaji para PNS

Dapat dikatakan para PNS, Anggota TNI POLRI mengangsur tiap bulan dan nilainya lebih dari 10.000 perak perbulan.   Bahkan untuk saat ini potongan 10 % bisa mencapai 500.000 perak.  Sampai saat ini Potongan Gaji PNS, Anggota TNI POLRI masih mengacu Kepres no 8 tahun 1977 yang isinya :

a. Potongan 4,75 % untuk Dana Pensiun
b. Potongan 2 % untuk Dana Kesehatan yang sekarang  BPJS Kesehatan
c. Potongan 3,25 % untuk Dana THTP (Tabungan Hari Tua dan Perumahan) 

Kondisi saat ini Para Anggota PNS maupun Anggota TNI POLRI masih kesulitan untuk mempunyai rumah sendiri, dan kalau lihat Backlog Rumah masih cukup tinggi, ASABRI dan TASPEN perlu membuat terobosan bagaimana caranya sewaktu pensiun mereka bisa punya rumah.  

Kembali kepada pola sewa rumah susun hanya 10.000 perak perbulan, dan ini hasil Kolaborasi Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR, tentunya ini menggunakan APBN.   Kalau ASABRI dan TASPEN mau berkoksbirasi tentunya akan meringankan beban pemerintah dalam atasi backlog rumah.  Dana ASABRI dan TASPEN sangat besar, tinggal mencari mitra Pengembang untuk siapkan lahan untuk Rumah Susun bagi PNS dan Anggota TNI POLRI. 

Sebetulnya mitra Pengembang Pemerintah yaitu Perum Perumnas bisa mewujudkan pola merumahkan PNS dan Anggota TNI POLRI.   Kebetulan penulis adalah mantan Pengawas Perumnas, lahan Perumnas yang di Jakarta masih cukup luas.   Bisa peremajaan Rusun Perumnas yang di Klender, Kemayoran, Tanah Abang yang saat ini baru 4 lantai bisa dikembangkan menjadi diatas 20 lantai bahkan bisa diatas 30 lantai. Perum Perumnas saat ini kekurangan Modal, dan modal ini bisa di dukung oleh ASABRI dan TASPEN.   

Saat ini ada BP TAPERA yang sudah beroperasi sejak 2020, namun para PNS dan Anggota TNI POLRI belum merasakan dampaknya.   Apalagi sebagai peserta TAPERA juga harus iur atau menabung dengan memotong gaji setiap bulannya.  Penulis tetap optimis kalau ASABRI dan TASPEN serta Perum Perumnas berkolaborasi apalagi dapat dukungan  pemerintah semua Pegawai Pemerintah yang terdiri PNS, TNI dan POLRI, tidak akan kesulitan untuk memiliki rumah sendiri (Oleh Marsda TNI Purn Tumiyo/mantan Ketua YKPP/mantan Dewas Perum Perumnas) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar